Resmi, Hakim Vonis Pemilik Gudang Sabu di Banjarmasin Penjara Seumur Hidup! Remaja Korban Tabrakan di Tabalong Akhirnya Diamputasi, Keluarga Pilih Ikhlas Periksa 16 Mahasiswa, Polisi Terbitkan SPDP untuk Korwil BEM Kalsel Dapat Lampu Hijau, SMA di Kalsel Belum Berani Buka Sekolah Netizen Gagal Paham Soal Bingkisan SHM-MAR, Bawaslu: Sarung Boleh

Demi Operasional Sekolah Keagamaan, DPRD Kalsel ‘Curi’ Ilmu ke Jatim

- Apahabar.com Selasa, 11 Agustus 2020 - 19:54 WIB

Demi Operasional Sekolah Keagamaan, DPRD Kalsel ‘Curi’ Ilmu ke Jatim

Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, M Lutfi Saifuddin (kanan). Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Upaya Komisi IV DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) untuk memperjuangkan realisasi Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSD) bagi sekolah keagamaan terus digeber.

Selain menggelar pertemuan dengan pihak terkait, seperti Ikatan Pesantren Indonesia (IPI) Kalimantan Selatan, studi komparasi ke daerah yang sudah menerapkan pemberian bantuan bagi sekolah keagamaan juga ditempuh sebagai acuan.

Terbaru, Komisi IV pergi studi komparasi ke Jawa Timur. Sebab di sana (Jatim), pemerintah provinsi setempat sudah mengucurkan bantuan untuk sekolah keagamaan.

Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Selatan, Muhammad Lutfi Saifuddin menuturkan bahwa studi komparasi ke Dinas Pendidikan Provinsi Jatim akan jadi acuan bagi daerah lain dalam memberikan perhatian kepada sekolah keagamaan.

“Bagaimanapun juga siswa atau santri yang menuntut ilmu, baik di Madrasah dan Pondok pesantren merupakan generasi penerus di Kalsel,” tuturnya, Selasa (11/08).

Ia menegaskan bahwa pada prinsipnya tidak boleh ada kesenjangan terkait perhatian pemerintah provinsi terhadap sekolah keagamaan dan sekolah negeri.

Selama ini menurutnya, Pemerintah Provinsi Kalsel hanya memberikan bantuan kepada SMA dan SMK saja. Itu tak seimbang. Sebab sekolah keagamaan seperti madrasah dan pondok pesantren hanya mengandalkan dana seadanya.

Dalih yang digunakan karena sekolah keagamaan di bawah kewenangan Kementerian Agama RI melalui kanwil masing-masing. Padahal sewajarnya ada bantuan bagi sekolah keagamaan.

Menurut Lutfi, tak hanya untuk memenuhi asas keadilan dalam dunia pendidikan, namun juga melihat dari sisi pentingnya dalam mempersiapkan generasi penerus.

Di mana hal itu menurut politikus Partai Gerinda itu, salah satunya dapat ditempuh dengan bantuan dana bagi sekolah, yang dapat digunakan untuk memaksimalkan kegiatan belajar dan mengajar serta peningkatan fasilitas pendidikan yang ada.

“Atas dasar itulah kita semestinya lebih memperhatikan dan memberikan sentuhan APBD ke lembaga pendidikan keagamaan ini,” tambahnya lagi.

Apalagi yang dipersiapkan oleh sekolah keagamaan bukan sebatas yang mampu di bidang akademik, namun adalah generasi penerus yang memiliki kemampuan di bidang keimanan, ketaqwaan, penguatan penguasaan ilmu agama atau pendidikan karakter.

Lutfi menyindir, Pemerintah provinsi harus mengapreasiasi kultur masyarakat Kalimantan Selatan yang religius. Dengan memberikan perhatian kepada sekolah keagamaan dalam bentuk bantuan operasional.

Ia juga berharap perjuangan pihaknya merealisasikan BOSD bagi sekolah keagamaan dapat tercapai.

“Saat ini hanya tinggal menunggu proses perbaikan dan registrasi di Kemendagri,” pungkas Lutfi.

Editor: Syarif

Reporter: Rizal Khalqi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Evaluasi Penanganan Covid-19, Pemprov Kalsel Beri Atensi Pelayanan Puskesmas
Ibadah Malam Nisfu Syakban Berjemaah di Banjar Tunggu Arahan Ulama

Kalsel

Ibadah Malam Nisfu Syakban Berjemaah di Banjar Tunggu Arahan Ulama
apahabar.com

Kalsel

Esok, Hasil SBMPTN Diumumkan Serentak
apahabar.com

Kalsel

Terima Hasil Rekapitulasi DPS se-Kalsel, KPU Segera Gelar Pleno
apahabar.com

Kalsel

Warga Handil Bakti Panik Lihat Api dan Kepulan Asap
apahabar.com

Kalsel

Jalan Berlubang Km 88 Tapin Renggut Nyawa Pemuda HST
apahabar.com

Kalsel

Kurangi Kemacetan, Jalur CFD di Banjarmasin Direncanakan Berubah
apahabar.com

Kalsel

Pilwali Banjarmasin, Ibnu Belum Pastikan Duet Lagi dengan Hermansyah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com