Awal Usul Buka Investasi Miras di 4 Provinsi, Berikut Penjelasan Bahlil Heboh, Hujan Es Terjadi di Long Ikis Paser Izin Investasi Miras Dicabut, Bahlil Yakin Kepercayaan Investor Masih Baik Detik-Detik Kaburnya 4 Napi Kandangan, Jebol Teralis hingga Panjat Genteng BREAKING! Polisi Tangkap 2 Narapidana Kabur dari Rutan Kandangan

Demi Operasional Sekolah Keagamaan, DPRD Kalsel ‘Curi’ Ilmu ke Jatim

- Apahabar.com Selasa, 11 Agustus 2020 - 19:54 WIB

Demi Operasional Sekolah Keagamaan, DPRD Kalsel ‘Curi’ Ilmu ke Jatim

Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, M Lutfi Saifuddin (kanan). Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Upaya Komisi IV DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) untuk memperjuangkan realisasi Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSD) bagi sekolah keagamaan terus digeber.

Selain menggelar pertemuan dengan pihak terkait, seperti Ikatan Pesantren Indonesia (IPI) Kalimantan Selatan, studi komparasi ke daerah yang sudah menerapkan pemberian bantuan bagi sekolah keagamaan juga ditempuh sebagai acuan.

Terbaru, Komisi IV pergi studi komparasi ke Jawa Timur. Sebab di sana (Jatim), pemerintah provinsi setempat sudah mengucurkan bantuan untuk sekolah keagamaan.

Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Selatan, Muhammad Lutfi Saifuddin menuturkan bahwa studi komparasi ke Dinas Pendidikan Provinsi Jatim akan jadi acuan bagi daerah lain dalam memberikan perhatian kepada sekolah keagamaan.

“Bagaimanapun juga siswa atau santri yang menuntut ilmu, baik di Madrasah dan Pondok pesantren merupakan generasi penerus di Kalsel,” tuturnya, Selasa (11/08).

Ia menegaskan bahwa pada prinsipnya tidak boleh ada kesenjangan terkait perhatian pemerintah provinsi terhadap sekolah keagamaan dan sekolah negeri.

Selama ini menurutnya, Pemerintah Provinsi Kalsel hanya memberikan bantuan kepada SMA dan SMK saja. Itu tak seimbang. Sebab sekolah keagamaan seperti madrasah dan pondok pesantren hanya mengandalkan dana seadanya.

Dalih yang digunakan karena sekolah keagamaan di bawah kewenangan Kementerian Agama RI melalui kanwil masing-masing. Padahal sewajarnya ada bantuan bagi sekolah keagamaan.

Menurut Lutfi, tak hanya untuk memenuhi asas keadilan dalam dunia pendidikan, namun juga melihat dari sisi pentingnya dalam mempersiapkan generasi penerus.

Di mana hal itu menurut politikus Partai Gerinda itu, salah satunya dapat ditempuh dengan bantuan dana bagi sekolah, yang dapat digunakan untuk memaksimalkan kegiatan belajar dan mengajar serta peningkatan fasilitas pendidikan yang ada.

“Atas dasar itulah kita semestinya lebih memperhatikan dan memberikan sentuhan APBD ke lembaga pendidikan keagamaan ini,” tambahnya lagi.

Apalagi yang dipersiapkan oleh sekolah keagamaan bukan sebatas yang mampu di bidang akademik, namun adalah generasi penerus yang memiliki kemampuan di bidang keimanan, ketaqwaan, penguatan penguasaan ilmu agama atau pendidikan karakter.

Lutfi menyindir, Pemerintah provinsi harus mengapreasiasi kultur masyarakat Kalimantan Selatan yang religius. Dengan memberikan perhatian kepada sekolah keagamaan dalam bentuk bantuan operasional.

Ia juga berharap perjuangan pihaknya merealisasikan BOSD bagi sekolah keagamaan dapat tercapai.

“Saat ini hanya tinggal menunggu proses perbaikan dan registrasi di Kemendagri,” pungkas Lutfi.

Editor: Syarif

Editor: Reporter: Rizal Khalqi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Kirim Paket dari Rumah, Kantor Pos Kembangkan Layanan Oranger
apahabar.com

Kalsel

Siang Hari, BMKG Prakirakan Sebagian Kalsel Berawan
apahabar.com

Kalsel

Warga Tala Sayangkan Pembangunan Pelaihari City Mall Terhenti
apahabar.com

Kalsel

Cerita Pilu Pejuang Demokrasi : Tumbang di Rumah Sakit, Biaya Jutaan Hingga Ditolak BPJS
apahabar.com

Kalsel

Bendungan ‘Penyebab’ Terendamnya Kebun Karet, Dijebol
apahabar.com

Kalsel

PSBB Berakhir, THM-Bioskop di Banjarmasin Terancam Mati Suri
apahabar.com

Kalsel

Masih Berlakukan Jam Aktivitas Jual Beli, Kadis Perdagangan Beberkan Alasan Keselamatan
apahabar.com

Kalsel

Siang Hari, BMKG Prakirakan Tiga Daerah di Kalsel Berpotensi Hujan Petir
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com