Perhatian! PT KPP Rantau Ngutang Pajak Alat Berat Rp 1,8 M Warung Jablay di HSS Meresahkan, MUI Ngadu ke DPRD Jelang Pencoblosan, Warga Kalsel Diimbau Jangan Telan Mentah-Mentah Berita Medsos Disbudpar Banjarmasin Rilis Dua Wisata Baru, Cek Lokasinya Otsus Jilid Dua, Semangat Baru Pembangunan Papua

Denda Wajib Masker, Sukhrowardi: Jangan Menakuti Warga Banjarmasin

- Apahabar.com Senin, 10 Agustus 2020 - 21:10 WIB

Denda Wajib Masker, Sukhrowardi: Jangan Menakuti Warga Banjarmasin

Ilustrasi mengenakan masker. Foto-Pixabay

apahabar.com, BANJARMASIN – Niatan Pemerintah Kota Banjarmasin memberikan sanksi kepada warga yang tidak mengenakan masker sudah tertuang dalam Peraturan Wali Kota (Perwali) Banjarmasin nomor 60 tahun 2020 membuat anggota DPRD Banjarmasin buka suara.

Ketua Fraksi Golkar DPRD Banjarmasin, Ir Sukhrowardi menyatakan sebaiknya pemkot lebih dulu mengevaluasi kebijakan-kebijakan terdahulu tentang efektivitas menanggulangi wabah Covid-19 ketimbang harus menakuti masyarakat dengan sanksi dan denda.

“Mestinya wali kota berupaya bagaimana meningkatkan imun tubuh warga Banjarmasin, dalam apa saja, seperti memberikan vitamin gratis, obat-obatan gratis, bukan justru dengan menakut-nakuti dengan denda sanksi teguran seperti ini,” ucapnya kepada awak media, Senin (10/8).

Padahal dikatakan Sukro sapaan akrabnya, hari ini masih banyak mereka yang bekerja sangat berisiko seperti tenaga medis, petugas kebersihan dan para lansia yang perlu diperhatikan.

“Harusnya pemkot mengambil evaluasi-evaluasi apa yang sudah dilakukan ini menjadi acuan dalam mengambil keputusan mengatasi wabah,” ujarnya.

Sukro berujar jika saja Pemkot Banjarmasin mengajak rekan media dengan memanggil organisasi menaungi media-media, seperti PWI, AJI dan lainnya. Pemkot bisa melakukan komunikasi apakah kira-kira dapat mempublikasikan tentang sanksi ini bisa atau tidak diterapkan, di wilayah mana, bagaimana pelaksanaannya?

“Hari ini jika diberlakukan Perwali ini, bagaimana kelayakan masker itu. Apakah warga juga punya masker untuk dua atau tiga hari. Bagaimana jika mereka gunakan cuma satu dan dipakai sampai dua tiga hari tidak dicuci,” ungkap Sukro.

Anggota Komisi III DPRD Banjarmasin ini mengatakan jika aturan yang diinginkan guna dipatuhi publik dalam rangka mengajak disiplin, maka harus melihat lebih dulu akar masalahnya.

“Apakah hari ini dengan masker menjamin orang itu akan kuat imunnya. Hari ini warga ingin kepastian soal ekonomi, apa yang harus dilakukan supaya semua elemen masyarakat ini benar-benar menjalankan protokol kesehatan,” jelas mantan aktivis ini.

Lebih lanjut Sukro mengungkapkan jika peraturan yang hendak dikeluarkan melalui perwali sebaiknya adalah peraturan itu harus berlatar belakang mengkaji ulang apakah efektif dan efesiensi peraturan itu di tengah ketidakpastaian dan keteladanan dari stakeholder.

“Bermasker, sampai sejauh mana masker itu tersedia di tempat-tempat kerumunan. Penyediaan masker itu harus ada ditempat yang ingin diberikan sanksinya. Berikan masker gratis lebih dulu, buat saja gerakan masker gratis. Kalau cuma macan ompong saja bagaimana peraturan ini berjalan efektif. Jika hanya diberikan sanksi tanpa memberikan keteladanan,” pungkasnya.

Editor: Syarif

Editor: Reporter: Ahya Firmansyah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Gegara MCK, Pasien Covid-19 di Kotabaru Mau Dijemput Paksa
apahabar.com

Kalsel

Satpam Diingatkan Profesional dalam Bertugas
apahabar.com

Kalsel

SD di HST Disambar Api, Siswa Panik Berhamburan
apahabar.com

Kalsel

Cegah Mafia Tanah, BPN Batola Kebut Sertifikat Tanah Pemerintah

Kalsel

ASN di Tapin Ternak Lalat, Solusi Kurangi Sampah Organik dan Hemat Pakan Ternak
apahabar.com

Kalsel

Lagi, Polda Kalsel Blender Ratusan Gram Sabu dan Ekstasi
apahabar.com

Kalsel

Jutaan Ikan Mati, Petani Ikan di Marabahan Menjerit
apahabar.com

Kalsel

Pelepasan POMNas, Paman Birin Ingin Atlet Tiru Pangeran Antasari
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com