PN Martapura Putuskan Camat Aluh-Aluh Melanggar Netralitas ASN Kembali, Duta Zona Selatan Batola Memenangi Atak Diang Kawal Pilkada Serentak, Polda Kalsel Komitmen Tegakkan Netralitas Tapin Berpotensi Tinggi di Sektor Energi Terbarukan, Pertanian, dan Parawisata Debat Kedua Pilbup Tanbu: SHM – MAR Komitmen Majukan Pelaku UMKM di Bumi Bersujud

Denda Wajib Masker, Wali Kota Banjarmasin Ralat PIKOBAR

- Apahabar.com Rabu, 12 Agustus 2020 - 16:33 WIB

Denda Wajib Masker, Wali Kota Banjarmasin Ralat PIKOBAR

Rencana penerapan denda warga abai masker di Banjarmasin terkesan terburu-buru. Foto ilustrasi-Detik.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Rencana penerapan denda warga abai masker di Banjarmasin terkesan terburu-buru.

Denda diatur dalam Perwali Nomor 6 tahun 2020 tentang Pelaksanaan dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan selama pandemi Covid-19.

Walhasil, beberapa komponen nomor pasal hingga isi dimaksud mengalami kesalahan.

Contohnya di Bab XI pasal 12 ayat 3 proses pembayaran warga tanpa mengenakan masker melalui aplikasi e-tilang via apilasi PIKOBAR.

Merespons itu, Wali Kota Ibnu Sina tak memungkiri adanya kesalahan di Perwali tersebut.

Kata dia, Bagian Hukum Pemkot Banjarmasin kurang teliti mengoreksi pedoman penerapan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19.

Selain itu, Pemkot juga belum memiliki aplikasi PIKOBAR.

“Pembayaran itu langsung ke kas daerah, jadi tidak melalui aplikasi PIKOBAR,” ujarnya.

Ibnu menegaskan format Perwali yang ditandatangani 6 Agustus tersebut bakal kembali mengalami revisi.

Pasalnya instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) mengharuskan keadaan begitu.

“Nanti ada pengurangan pasal dari 14 pasal menjadi 12 pasal saja sesuai dengan format Mendagri yang baru kita terima,” ucapnya.

Tak hanya itu. Khusus sanksi yang diberikan kepada warga tanpa mengenakan masker pun berubah.

Di Perwali mengatur sanksi berupa kerja sosial membersihkan fasilitas umum hingga denda administratif paling banyak Rp 100.000.

Tapi, kata Ibnu bahwa Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) memberikan sebuah saran dalam meringankan beban masyarakat.

“Tidak berupa uang tapi seperti masker dan handsanitizer senilai Rp100 ribu,” tegasnya.

Ditambahkan, agar seluruh lapisan masyarakat dapat mengetahuinya maka dilaksanakan launching sosialisasi Perwali terlebih dulu.

Jadwal launching yakni 14 Agustus mendatang pukul 08.00 melalui apel persiapan sosialisasi.

Launching bersama dengan Satpol PP dan Polresta Banjarmasin serta unsur kecamatan dan kelurahan.

“Saya kira waktunya cukup untuk sosialisasi supaya masyarakat memahami dan tau ancaman dari Perwali ini,” ucapnya.

Lebih jelas, sanksi yang berada Perwali ini dapat memberikan efek jera kepada warga bandel menerapkan protokol kesehatan.

Selain itu dapat meningkatkan kesadaran masyarakat soal penggunaan masker dan APD lainnya sesuai kebutuhan, demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Dasar Perwali ini menindaklanjuti Instruksi Presiden,” pungkasnya.

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Reporter: Bahaudin Qusairi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Ada 7.106 Pemilih Difabel Di Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Nihil Kematian, Kasus Covid-19 Kalsel Tembus 4 Ribu
apahabar.com

Kalsel

Pesantren Ujung Tombak Pertahanan NU
apahabar.com

Kalsel

WALHI Kalsel Sesalkan Pencoretan Pohon Ulin sebagai Flora Dilindungi
apahabar.com

Kalsel

Media Center Banjar Kembali Raih Penghargaan dari Kementerian Kominfo
apahabar.com

Kalsel

Pegawai Negeri Sipil Kalsel Wajib Berkarakter
apahabar.com

Kalsel

Pengadaan Bus Trans Banjarmasin Bebani APBD?
Kecelakaan Tunggal

Kalsel

Warga Banjarmasin Tewas di Tapin, Diduga Kecelakaan Tunggal
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com