Setelah Tarif 10 Kubik Dihapus, Intip Kerugian PDAM Bandarmasih Belum Dilantik, 5 Calon Kepala Dinas di Banjarmasin Dibuat Waswas Diam-Diam, Penembak Mati Kades Jirak Tabalong Sudah Divonis! Resmi, Tim H2D Laporkan Dugaan Pelanggaran BirinMu ke Bawaslu Kalsel Dugaan Pelanggaran Pemilu di Kalsel, Penantang BirinMu Beber Sederet Bukti dari Amuntai

Derita Petani Semangka di HSS; Harga Anjlok, Biaya Operasional Tinggi

- Apahabar.com Jumat, 28 Agustus 2020 - 13:34 WIB

Derita Petani Semangka di HSS; Harga Anjlok, Biaya Operasional Tinggi

Pasar semangka untuk pengepul di Ray 2 Desa Baruh Jaya, Kecamatan Daha Selatan. Foto-AHC27

apahabar.com, KANDANGAN – Harga semangka dari tangan petani di Daha, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), mencapai angka terendah dari biasanya dalam panen tahun ini.

Biasanya, petani sempat merasakan harga jual Rp 4 ribu dan tertinggi Rp 5.200 per kilogram selama satu bulan awal panen.

Namun, pada panen tahun ini, belum setengah bulan panen, harga sudah turun drastis. Sedangkan, semangka yang dipanen belum sampai 25 persen.

“Selasa tadi sudah Rp 2.200, Kamis-nya sudah Rp 1.600 bahkan ada yang Rp 1.500,” ucap Jaini, seorang petani semangka asal Desa Baruh Jaya, Kecamatan Daha Selatan, Kamis (27/8).

Dijelaskannya, bertani semangka membutuhkan biaya operasional yang besar, mulai dari bibit, kuli panen, mengangkut dan lainnya. Karena kebutuhan yang besar, banyak petani yang hanya bisa pasrah melihat situasi saat ini.

“Harga tahun ini hasilnya nol, kami ibarat hanya membawakan semangka saja. Kalau tidak dipetik semangkanya busuk,” ujarnya, saat ditemui di Ray 2 tempat penjualan semangka petani.

Panen di Desa Baruh Jaya dan sekitarnya, saat ini baru tidak sampai seperempat dari total ratusan hektare tanam mereka. Bahkan daerah Desa Muning Baru dan sekitarnya, baru menanam.

Ia berharap situasi seperti ini segera kembali normal. Sebab merasa prihatin terhadap nasib seluruh petani.

M Supian, seorang pengepul semangka mengakui, tahun ini merupakan harga terburuk penjualan semangka. Dijelaskannya, saat ini akibat pergantian musim yang terlambat, mengakibatkan panen di daerah lain juga berbarengan.

“Saat ini di Balikpapan, Samarinda, Kalteng dan daerah lain juga sedang panen, kami yang biasa jualan ke sana tidak bisa berbuat banyak,” ujarnya.

Pria asal Desa Habirau itu, biasa membeli sekitar 40 ton untuk di kirim ke berbagai wilayah di Kalimantan, hingga ke Pulau Jawa.

Harga semangka yang anjlok juga berpengaruh pada penjualan pupuk dan obat.

“Karena harga semangka murah, minat beli pupuk kini juga berkurang. Bahkan petani saat ini memilih pupuk yang lebih murah,” ucap Marwan, seorang penjual pupuk pertanian.

Sekadar informasi, pertanian semangka di Daha hanya ditanam saat musim kemarau, yakni ketika lahan rawa gambut di sana menjadi surut. Aktivitas pertanian di sana sudah populer sejak dekade 1980-an, dan terus berlanjut tiap tahun.

Editor: Puja Mandela

Reporter: AHC27 - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

HSS

Warga Muning Dalam Akhirnya Nikmati Aliran Listrik
apahabar.com

HSS

Peringatan Hari Santri Nasional di HSS Berlangsung Meriah
apahabar.com

HSS

Silaturrahmi Muslimat NU se Kalsel sekaligus Pelantikan PAC Muslimat NU Loksado
apahabar.com

HSS

Bupati HSS Keluarkan SK Siaga Karhutla

HSS

Pesan Paman Birin ke Bupati HSS soal Pencegahan Covid-19
apahabar.com

HSS

Tak ada Dana, MUI Kecamatan di HSS Sulit ‘Bergerak’
apahabar.com

HSS

Achmad Fikry Terima Kunjungan Jajaran Astra Group
apahabar.com

HSS

Disdik HSS Fasilitasi Kreatifitas Seniman Tradisional Selama Pandemi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com