Juni, PPDB Online SMPN di Banjarbaru Dibuka Pelunasan Bipih Ditutup, Puluhan Jemaah Cadangan Lengkapi Kuota Haji Kalsel 2022 Innalillahi, Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Buya Syafii Maarif Tutup Usia PT BKB Tanbu Laporkan Ormas KPK Tipikor Kalsel ke Polisi [ANALISIS] Judi ‘Gurak’, Ritual Adat atau Kepentingan Pribadi?

Derita Petani Semangka di HSS; Harga Anjlok, Biaya Operasional Tinggi

- Apahabar.com     Jumat, 28 Agustus 2020 - 13:34 WITA

Derita Petani Semangka di HSS; Harga Anjlok, Biaya Operasional Tinggi

Pasar semangka untuk pengepul di Ray 2 Desa Baruh Jaya, Kecamatan Daha Selatan. Foto-AHC27

apahabar.com, KANDANGAN – Harga semangka dari tangan petani di Daha, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), mencapai angka terendah dari biasanya dalam panen tahun ini.

Biasanya, petani sempat merasakan harga jual Rp 4 ribu dan tertinggi Rp 5.200 per kilogram selama satu bulan awal panen.

Namun, pada panen tahun ini, belum setengah bulan panen, harga sudah turun drastis. Sedangkan, semangka yang dipanen belum sampai 25 persen.

“Selasa tadi sudah Rp 2.200, Kamis-nya sudah Rp 1.600 bahkan ada yang Rp 1.500,” ucap Jaini, seorang petani semangka asal Desa Baruh Jaya, Kecamatan Daha Selatan, Kamis (27/8).

Dijelaskannya, bertani semangka membutuhkan biaya operasional yang besar, mulai dari bibit, kuli panen, mengangkut dan lainnya. Karena kebutuhan yang besar, banyak petani yang hanya bisa pasrah melihat situasi saat ini.

“Harga tahun ini hasilnya nol, kami ibarat hanya membawakan semangka saja. Kalau tidak dipetik semangkanya busuk,” ujarnya, saat ditemui di Ray 2 tempat penjualan semangka petani.

Panen di Desa Baruh Jaya dan sekitarnya, saat ini baru tidak sampai seperempat dari total ratusan hektare tanam mereka. Bahkan daerah Desa Muning Baru dan sekitarnya, baru menanam.

Ia berharap situasi seperti ini segera kembali normal. Sebab merasa prihatin terhadap nasib seluruh petani.

M Supian, seorang pengepul semangka mengakui, tahun ini merupakan harga terburuk penjualan semangka. Dijelaskannya, saat ini akibat pergantian musim yang terlambat, mengakibatkan panen di daerah lain juga berbarengan.

“Saat ini di Balikpapan, Samarinda, Kalteng dan daerah lain juga sedang panen, kami yang biasa jualan ke sana tidak bisa berbuat banyak,” ujarnya.

Pria asal Desa Habirau itu, biasa membeli sekitar 40 ton untuk di kirim ke berbagai wilayah di Kalimantan, hingga ke Pulau Jawa.

Harga semangka yang anjlok juga berpengaruh pada penjualan pupuk dan obat.

“Karena harga semangka murah, minat beli pupuk kini juga berkurang. Bahkan petani saat ini memilih pupuk yang lebih murah,” ucap Marwan, seorang penjual pupuk pertanian.

Sekadar informasi, pertanian semangka di Daha hanya ditanam saat musim kemarau, yakni ketika lahan rawa gambut di sana menjadi surut. Aktivitas pertanian di sana sudah populer sejak dekade 1980-an, dan terus berlanjut tiap tahun.

Editor: Puja Mandela

Editor: Reporter: AHC27 - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Tak Berkategori

Tambah 8, Positif Covid-19 Kaltim Jadi 115 orang

Tak Berkategori

Jelang Ramadan, Simak Hasil Pantauan Bahan Pokok Terbaru di Kalsel

Tak Berkategori

Ayah Bejat Setubuhi Anak Sendiri di Balikpapan Akhirnya Diringkus Polisi
apahabar.com

Tak Berkategori

Jelang Pelantikan Presiden, Pedagang Bingkai Mulai Jual Foto Jokowi-Ma’ruf
apahabar.com

Tak Berkategori

Pencurian Rumah Kosong Banjarbaru, Polisi Amankan Revolver hingga Sabu
apahabar.com

Tak Berkategori

Pemilu Serentak 2019, Kapolda Kalsel Jamin Pemungutan Suara Aman
apahabar.com

Tak Berkategori

Waspada, Ineks “Kerang” Rambah Kota Idaman
apahabar.com

Tak Berkategori

Napi Dikeroyok Oknum Sipir di Tanjung, Kuasa Hukum Bongkar Fakta Baru
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com