Tatah Belayung Geger, Wanita Muda Diduga Nekat Akhiri Hidup Kabut Asap Berhari-hari, Karhutla di Kalsel Masih Terjadi Meski Dilanda Banjir, Harga Sembako di Palangkaraya Aman BREAKING! Sorak-Sorai & Selawat Sambut Keluarnya Tim KPK dari Rumah Bupati HSU Rumah Bupati HSU Masih Diobok-obok KPK, Petugas Angkut Boks dan Kardus

Dewan Kalsel Tanggapi Denda Tidak Bermasker di Banjarmasin

- Apahabar.com     Sabtu, 15 Agustus 2020 - 06:00 WITA

Dewan Kalsel Tanggapi Denda Tidak Bermasker di Banjarmasin

Ilustrasi. Foto-Pixabay

apahabar.com, BANJARMASIN – Upaya Pemkot Banjarmasin mendisiplinkan masyarakat menjalani protokol kesehatan dengan menjatuhkan denda jika ada warga yang tak mengenakan masker disorot anggota DPRD Kalsel.

Sekadar diketahui, Perwali Nomor 60 tahun 2020 bakal memberi denda Rp 100 ribu hingga penyitaan Kartu Tanda Penduduk atau SIM, jika warganya didapati tak mengenakan masker.

Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Selatan, Muhammad Lutfi Saifuddin menilai sanksi denda uang itu disebut berlebihan. Sebab melihat kondisi saat, banyak warga yang tentu akan makin keberatan.

“Saya kira tidak seharusnya denda dalam bentuk uang, itu malah memberatkan,” ucapnya.

Politikus Partai Gerindra dari Dapil Kota Banjarmasin itu mengungkapkan sah-sah saja apabila diberlakukan sanksi. Hal itu dapat memberikan efek jera bagi pelanggar, agar ke depan dapat menerapkan protokol kesehatan seperti seharusnya.

Namun bukan dalam bentuk denda materi, yang diyakininya malah akan membuat masyarakat menjadi antipati, bukannya mematuhi.

“Sanksi kan bisa dalam bentuk yang lain. misalnya disuruh membersihkan jalan atau pekerjaan sosial lainnya,” Katanya.

Lutfi kuatir jika tetap dipaksakan dengan adanya denda bagi mereka yang tidak pakai masker, bukan tidak mungkin akan muncul gejolak yang malah menyebabkan masalah lain.

Harap Lutfi, pemangku kebijakan dapat lebih bijak mengambil keputusan terkait pemberlakuan sanksi. Tujuannya agar tidak menimbulkan gesekan yang justru berpengaruh pada upaya pencegahan penyebaran Covid-19 yang masih tinggi.

“Masih ada sanksi yang lebih tepat diterapkan agar tidak ada yang dirugikan,” pungkasnya.

Editor: Syarif

Editor: Reporter: Rizal Khalqi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Polresta Banjarmasin Ungkap Penyalahgunaan Ribuan Liter BBM, 7 Pelaku Diamankan
apahabar.com

Kalsel

Legislator Kalsel Perjuangkan Batola dan Tanbu Masuk Food Estate di Indonesia

Kalsel

Tenaga Kesehatan di HST Terpapar Covid-19 Melonjak
apahabar.com

Kalsel

Sepekan Zebra Intan, Tilang di Batola Naik 200 Persen
Pemuda Banjarbaru Ngamuk, Serang Mobil Polisi dengan Golok

Kalsel

Pemuda Banjarbaru Ngamuk, Serang Mobil Polisi dengan Golok
apahabar.com

Kalsel

YLKI Kritik Pengelolaan Sampah Plastik di Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Kebakaran Maut Pekauman, Korban Sempat Keluar Minta Tolong
apahabar.com

Kalsel

Mapaba Akbar di Kampus IAID Martapura Tanpa Izin GTPP Banjar, Simak Kata Dandim
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com