Ibadah Ramadan di Banjarbaru Diperbolehkan dengan Prokes, Petasan Jangan! Bawaslu Kalsel Tanggapi Santai Aduan Denny Indrayana ke Pusat Kronologi Lengkap Penemuan Jasad Tak Utuh di Gang Jemaah II Banjarmasin Mudik Dilarang, Terminal Pal 6 Banjarmasin Tutup Rute Antarkabupaten-kota Mudik Ramadan Dilarang, Pertamina Kalimantan Tambah 3 Persen Pasokan Gas

Dewan Kalsel Tanggapi Denda Tidak Bermasker di Banjarmasin

- Apahabar.com Sabtu, 15 Agustus 2020 - 06:00 WIB

Dewan Kalsel Tanggapi Denda Tidak Bermasker di Banjarmasin

Ilustrasi. Foto-Pixabay

apahabar.com, BANJARMASIN – Upaya Pemkot Banjarmasin mendisiplinkan masyarakat menjalani protokol kesehatan dengan menjatuhkan denda jika ada warga yang tak mengenakan masker disorot anggota DPRD Kalsel.

Sekadar diketahui, Perwali Nomor 60 tahun 2020 bakal memberi denda Rp 100 ribu hingga penyitaan Kartu Tanda Penduduk atau SIM, jika warganya didapati tak mengenakan masker.

Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Selatan, Muhammad Lutfi Saifuddin menilai sanksi denda uang itu disebut berlebihan. Sebab melihat kondisi saat, banyak warga yang tentu akan makin keberatan.

“Saya kira tidak seharusnya denda dalam bentuk uang, itu malah memberatkan,” ucapnya.

Politikus Partai Gerindra dari Dapil Kota Banjarmasin itu mengungkapkan sah-sah saja apabila diberlakukan sanksi. Hal itu dapat memberikan efek jera bagi pelanggar, agar ke depan dapat menerapkan protokol kesehatan seperti seharusnya.

Namun bukan dalam bentuk denda materi, yang diyakininya malah akan membuat masyarakat menjadi antipati, bukannya mematuhi.

“Sanksi kan bisa dalam bentuk yang lain. misalnya disuruh membersihkan jalan atau pekerjaan sosial lainnya,” Katanya.

Lutfi kuatir jika tetap dipaksakan dengan adanya denda bagi mereka yang tidak pakai masker, bukan tidak mungkin akan muncul gejolak yang malah menyebabkan masalah lain.

Harap Lutfi, pemangku kebijakan dapat lebih bijak mengambil keputusan terkait pemberlakuan sanksi. Tujuannya agar tidak menimbulkan gesekan yang justru berpengaruh pada upaya pencegahan penyebaran Covid-19 yang masih tinggi.

“Masih ada sanksi yang lebih tepat diterapkan agar tidak ada yang dirugikan,” pungkasnya.

Editor: Syarif

Editor: Reporter: Rizal Khalqi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Update Covid-19 di Kabupaten Banjar; 58 ODP, 1 PDP Dirujuk ke RSUD Ulin
ULM

Kalsel

Protokol Kesehatan Ketat, ULM Sukses Gelar Wisuda di Tengah Pandemi
apahabar.com

Kalsel

Jutaan Bangkai Ikan Cemari Desa-Desa di Banjar
apahabar.com

Kalsel

KPU Banjarmasin Pilih Ketua Plh, Gusti Makmur Absen
apahabar.com

Kalsel

Bawa Sabu, Polisi Tangkap Wanita Penjaga Warung Malam di Batara HST
apahabar.com

Kalsel

Komunitas Golongan Darah AB Tabalong Dibuat Kewalahan
apahabar.com

Kalsel

Madrasah Ibtidaiyah Musyawarah, Mati Segan Hidup Tak Mau
apahabar.com

Kalsel

Update Covid-19 Kalsel 11 April: Pasien Positif Stabil, PDP Sesak Napas
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com