Kobaran Api Kembali Gegerkan Warga Patmaraga Kotabaru Cara Cek Pengumuman CPNS 2019 Hari Ini, Login sscn.bkn.go.id, Berikut Website & Panduan Lengkapnya 150 Rumah Hangus Terbakar, Simak Kronologi Lengkap Kebakaran di Kotabaru Alasan Mengapa Api di Patmaraga Kotabaru 5 Jam Baru Padam Si Jago Merah Mengamuk di Kotabaru: Berkobar Berjam-jam, Ratusan Rumah Ludes Terbakar!

Dewan Kalsel Tanggapi Denda Tidak Bermasker di Banjarmasin

- Apahabar.com Sabtu, 15 Agustus 2020 - 06:00 WIB

Dewan Kalsel Tanggapi Denda Tidak Bermasker di Banjarmasin

Ilustrasi. Foto-Pixabay

apahabar.com, BANJARMASIN – Upaya Pemkot Banjarmasin mendisiplinkan masyarakat menjalani protokol kesehatan dengan menjatuhkan denda jika ada warga yang tak mengenakan masker disorot anggota DPRD Kalsel.

Sekadar diketahui, Perwali Nomor 60 tahun 2020 bakal memberi denda Rp 100 ribu hingga penyitaan Kartu Tanda Penduduk atau SIM, jika warganya didapati tak mengenakan masker.

Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Selatan, Muhammad Lutfi Saifuddin menilai sanksi denda uang itu disebut berlebihan. Sebab melihat kondisi saat, banyak warga yang tentu akan makin keberatan.

“Saya kira tidak seharusnya denda dalam bentuk uang, itu malah memberatkan,” ucapnya.

Politikus Partai Gerindra dari Dapil Kota Banjarmasin itu mengungkapkan sah-sah saja apabila diberlakukan sanksi. Hal itu dapat memberikan efek jera bagi pelanggar, agar ke depan dapat menerapkan protokol kesehatan seperti seharusnya.

Namun bukan dalam bentuk denda materi, yang diyakininya malah akan membuat masyarakat menjadi antipati, bukannya mematuhi.

“Sanksi kan bisa dalam bentuk yang lain. misalnya disuruh membersihkan jalan atau pekerjaan sosial lainnya,” Katanya.

Lutfi kuatir jika tetap dipaksakan dengan adanya denda bagi mereka yang tidak pakai masker, bukan tidak mungkin akan muncul gejolak yang malah menyebabkan masalah lain.

Harap Lutfi, pemangku kebijakan dapat lebih bijak mengambil keputusan terkait pemberlakuan sanksi. Tujuannya agar tidak menimbulkan gesekan yang justru berpengaruh pada upaya pencegahan penyebaran Covid-19 yang masih tinggi.

“Masih ada sanksi yang lebih tepat diterapkan agar tidak ada yang dirugikan,” pungkasnya.

Editor: Syarif

Reporter: Rizal Khalqi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Sudah 3 Kali Rotasi Internal KPU Kalsel, Edy: Ini Biasa Saja
apahabar.com

Kalsel

Tingkatkan Kolaborasi dan Sinergitas, Kalsel Upayakan Putus Mata Rantai Covid-19

Kalsel

Hasil Visum Jasad Perempuan Tertutup Karung di HSS
aoahabar.com

Kalsel

KPU Tanbu Terima Kunjungan KPU Banjarbaru, Ada Apa?
apahabar.com

Kalsel

Bawaslu Balangan Serahkan Hasil Pemilu ke Pusat
apahabar.com

Kalsel

Si Tangkai Panjang Jawara Kontes Durian Tanah Laut  
apahabar.com

Kalsel

Geliat Prostitusi Online di Banjarmasin (Bagian 2), Short Time Cuma 200 Ribu
apahabar.com

Kalsel

Penimbunan Solar Batola, Hiswana Migas Sangkal Tudingan Keterlibatan Pihak SPBU
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com