Ibadah Ramadan di Banjarbaru Diperbolehkan dengan Prokes, Petasan Jangan! Bawaslu Kalsel Tanggapi Santai Aduan Denny Indrayana ke Pusat Kronologi Lengkap Penemuan Jasad Tak Utuh di Gang Jemaah II Banjarmasin Mudik Dilarang, Terminal Pal 6 Banjarmasin Tutup Rute Antarkabupaten-kota Mudik Ramadan Dilarang, Pertamina Kalimantan Tambah 3 Persen Pasokan Gas

Di Banjarmasin, Terungkap Sosok Misterius Gilang ‘Bungkus’ Fetish Kain Jarik

- Apahabar.com Senin, 3 Agustus 2020 - 12:12 WIB

Di Banjarmasin, Terungkap Sosok Misterius Gilang ‘Bungkus’ Fetish Kain Jarik

Rekan-rekan sekolahnya di SMA bilang bahwa Gilang pernah diejek sebagai gay. Gilang yang disebut tengah berada di Kalimantan berencana akan disidang secara etik, Senin (3/8) hari ini. Foto: Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Dugaan pelecehan seksual ‘bungkus kain jarik’ oleh Gilang, oknum mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) Surabaya masih hangat diperbincangkan publik.

Sosok satu ini santer dikabarkan pernah bersekolah di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Temuan ini mencuat beriringan dengan kasus predator ‘Fetish Kain Jarik’ dibongkar oleh MFS, seorang mahasiswa semester 3 Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya.

Lewat sebuah akun Twitter, @m_fikris, seorang berinisial MFS mengaku menjadi korban kekerasan seksual Gilang tanpa sentuhan berkedok sebuah riset ilmiah.

Perlahan namun pasti, sosok misterius Gilang kini mulai diketahui. Seorang warganet membanjiri therad MFS dengan informasi tentang Gilang, salah satunya terkait hasil seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) milik Gilang Aprilian Nugraha Pratama.

Dalam informasi itu, Gilang dinyatakan lulus SNMPTN pada 2015 untuk program studi Sastra Indonesia, Unair. Menariknya, disebutkan pula asal sekolah Gilang.

Setelah ditelusuri oleh apahabar.com, rupanya benar bahwa Gilang pernah menimba ilmu di salah satu sekolah negeri terkemuka di kawasan Banjarmasin Tengah itu.

Lantas bagaimana sosok Gilang di mata rekannya sekolahnya?

Menurut rekan sekelasnya semasa SMA, Gilang orang yang lumayan tertutup. Jarang bersosialisasi.

Gilang juga disebut bukan warga Banjarmasin. Di Kota Seribu Sungai, Gilang hanya indekos.

“Dia asal Kapuas (Kalimantan Tengah). Indekos tak jauh dari sekolahnya,” jelas seorang rekan sekelas Gilang sewaktu SMA dihubungi apahabar.com, belum lama tadi.

Dikenal sebagai sosok yang pendiam, kata dia, jumlah teman Gilang bisa dihitung jari.

“Temannya bisa dibilang sedikit,” jelasnya.

Dari sisi akademis di kelas, masih kata dia, Gilang terbilang standar. Prestasinya tak terlalu menonjol.

Namun sejak SMA, Gilang dipandang sedikit ‘lembek’ daripada laki-laki kebanyakan.

“Tapi enggak kemayu banget,” bebernya.

Komunikasi terakhir dirinya dengan Gilang terjadi sekitar 3 tahun yang lalu.

“Sudah lama enggak kontak, terakhir 2017,” ujarnya.

Karenanya, banyak yang tak menyangka jika Gilang memiliki ketertarikan seksual menyimpang.

Sementara lain lagi dengan NR, yang pernah satu ekstrakulikuler dengan Gilang.

Di mata NR, Gilang merupakan sosok yang dikenal baik di lingkungan sekolah.

“Saya memang enggak kenal dekat, tapi pernah satu ekskul. Gilang anaknya baik, mau aja kalau dimintai tolong,” ceritanya.

“Anaknya juga enggak pelit, saya sering pinjam novel dan minta film sama dia,” sambungnya.

Senada, NR pun tidak menyangka jika Gilang terseret dugaan seks menyimpang.

Namun, setahu NR, Gilang memang kerap diejek sebagai penyuka sesama jenis oleh temannya di SMA.

“Tapi waktu itu setahu saya, ia juga pernah naksir cewek, jadi saya kira itu cuma ejekan teman-teman,”

Selain dua sumber itu, adapula salah satu teman yang mengaku kenal baik dengan Gilang. Pernah satu kelas juga. Namun ia enggan banyak bicara soal kejadian ini.

“Udah lama enggak komunikasi, setelah lulus udah enggak komunikasi lagi,” singkatnya.

Ramai diperbincangkan usai sebuah thread berjudul predator Fetish Kain Jarik itu, kini merebak pula akun media sosial mengatasnamakan Gilang.

Di Instagram misalnya. @gilangeizan menuliskan sebuah biografi bahwa Gilang adalah biseksual atau memiliki ketertarikan seks kepada laki-laki maupun perempuan.

Sementara, apahabar.com telah mencoba menghubungi pihak sekolah namun tak kunjung mendapat jawaban.

Hanya, Ketua Pusat Informasi dan Humas (PIH) Unair, Suko Widodo, dilansir CNN Indonesia, membenarkan bahwa nama Gilang benar terdaftar di Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Unair.

“Fakultas Ilmu Budaya Unair telah menggelar sidang komite etik terhadap yang bersangkutan. Pastinya kami akan mengambil tindakan tegas karena sudah menyalahi etika mahasiswa,” ujarnya, akhir pekan kemarin.

FIB Unair, kata dia, telah menghubungi Gilang dan keluarganya. Namun hingga saat ini, Gilang belum bisa dihubungi.

Jika Gilang terbukti melanggar pidana, Suko bilang, pihaknya akan menyerahkan proses hukum kasus ini ke kepolisian.

“Menyerahkan kepada yang berwenang, artinya sikap fakultas tegas, tidak akan melindungi perbuatan yang dinilai bersalah,” kata Suko.

Gilang, kata dia, belakangan diketahui tengah berada di Kalimantan. Unair pun berencana menggelar sidang komisi etik lanjutan via zoom, Senin (3/8) hari ini.

Kronologi Kasus

Jagat dunia maya tengah dihebohkan oleh satu thread Twitter terkait Gilang yang diduga memiliki ketertarikan seksual menyimpang.

Bahkan, beberapa hari lalu, nama Gilang menjadi trending nomor satu di Twitter Indonesia, Kamis (30/7).

Viralnya berawal dari cuitan akun twitter @m_fikris atau Mufis berjudul ‘Predator Fetish Kain Jarik Berkedok Riset Akademik dari Mahasiswa PTN di SBY.’

Mufis mengaku sebagai salah satu korban pelecehan seksual yang dilakukan Gilang. Dalam postingan itu, Mufis membongkar semua screenshot atau tangkapan layar isi chatting-nya dengan Gilang yang mengaku sebagai mahasiswa yang sedang melakukan riset akademis.

Singkat cerita, setelah beberapa waktu menuruti kemauan Gilang, Mufis sadar kalau kedok yang dilakukan mahasiswa Universitas Airlangga angkatan 2015 itu hanya sebagai pemuas hasrat seksnya.

Mufis menyebut jika Gilang melakukan pelecehan seksual tanpa sentuhan. Gilang meminta Mufis untuk mengirimi foto dan video dirinya dalam keadaan terbungkus.

Awalnya Mufis menolak, namun pelaku masih terus meyakinkan korbannya. Setelah kabar ini menjadi viral, ternyata telah banyak yang menjadi korban Gilang.

Gilang disebut mencari para mahasiswa baru untuk bisa memuaskan hasrat seksualnya dengan kedok penelitian.

Karena thread itu banyak korban lain yang muncul dan membagikan kisahnya. Mereka juga mengaku kenal dengan sosok Gilang.

Dari penelusuran ini lah, diketahui jika Gilang ternyata pernah menempuh pendidikan menengah atas di salah satu sekolah negeri terkemuka di Banjarmasin.

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Reporter: Riyad Dafhi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Gugah Kesadaran Warga Pakai Masker, Polsek Banjarbaru Barat Upayakan Segala Cara
apahabar.com

Kalsel

Seorang Pria di Banjarmasin Ditusuk Saat Bersama Kekasih
apahabar.com

Kalsel

Antisipasi Covid-19, PLN Tangguhkan Pencatatan Meter Listrik

Kalsel

Ziarah ke TMP Bumi Tuntung Pandang, Kapolda Kalsel Kagumi Sosok Mathilda Batlayeri
Bawaslu

Kalsel

Jelang Masa Tenang, Bawaslu Kalsel Minta Paslon Copot APK
apahabar.com

Kalsel

Program PLN Peduli: Motoris Kelotok dan Pedagang Pasar Terapung Banjarmasin Terima Ratusan Paket Sembako
Tabalong

Kalsel

Jelang Nataru, Tabalong Kembali Aktifkan 4 Posko Covid-19 di Perbatasan
Kombes

Kalsel

Almarhum Kombes Sapta Dikenal Sebagai Pribadi yang Sederhana
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com