Kecewa, Pengembang Pelaihari City Mall Ngadu ke Menkopolhukam Jalan Berlubang Km 88 Tapin Renggut Nyawa Pemuda HST Ortu Oke, Belajar Tatap Muka di SMP Banjarmasin Dimulai November Menhub Datang, Pengembangan Runaway Bandara Teweh Dibahas Kronologi Lengkap Petaka Lubang Maut di Tapin yang Tewaskan Pemuda HST

Di Pelosok Kotabaru, Harga ‘Si Melon’ Tembus Rp50 Ribu!

- Apahabar.com Rabu, 26 Agustus 2020 - 17:03 WIB

Di Pelosok Kotabaru, Harga ‘Si Melon’ Tembus Rp50 Ribu!

Harga gas elpji 3 Kg di pelosok Kotabaru membikin masyarakat gigit jari. Foto ilustrasi-Istimewa

apahabar.com, KOTABARU – Harga gas elpji 3 Kg di pelosok Kotabaru membikin masyarakat gigit jari.

Berdasar penelusuran apahabar.com, pengecer di sana mematok harga selangit untuk sebuah tabung berisi gas subsidi itu; Rp35ribu, Rp45 ribu, sampai Rp50 ribu.

“Kalau di tempat kami, harga gas melon di eceran Rp50 ribu,” ujar Amirdi, salah satu warga Dusun Lipon, Kecamatan Kelumpang Hulu, kepada apahabar.com, Rabu (26/8) siang.

Menurutnya, harga selangit itu sudah bertahan sepekan terakhir. Pengecer, kata dia, berdalih jarak tempuh yang terlampau jauh.

“Ya, memang kami tinggal di pedalaman. Jauh sekali dari kota. Itulah yang menjadi alasan penjual gas melon mematok harga tinggi,” ujarnya.

Sementara, di Kecamatan Sungai Durian harga eceran ‘si melon’ juga tembus Rp45 ribu/tabung.

“Harga gas melon di toko di desa kami rata-rata Rp45 ribu per tabung,” ujar Samsi, warga setempat.

Di desa lainnya, Berangas di Kecamatan Pulau Laut Timur, harga ‘si melon’ hanya beda tipis, Rp40 ribu/tabung.

“Biasanya, kami beli gas di toko Rp40 ribu. Kalau di pangkalan, harganya Rp25 ribu,” ujar Jiah, warga Berangas.

Sementara itu di wilayah kecamatan dalam kota, Pulau Laut Utara, harga eceran gas melon masih di harga Rp35 ribu/tabung. Harga di pangkalannya mencapai Rp24 ribu, sampai Rp25 ribu/tabung.

“Beli harga eceran gas melon biasanya, Rp35 ribu. Kalau di pangkalan Rp24 ribu,” ujar Khofi, warga Jalan Patmaraga, kepada apahabar.com, siang tadi.

Merespons persoalan itu, Akhmad Rivai, Asisten II, Bidang Perekonomian, dan Pembangunan Setda Kotabaru angkat bicara.

Dirinya tidak menepis adanya lonjakan harga elpiji 3 Kg di pelosok Bumi Saijaan.

Selain letak geografis, menurut Rivai itu lantaran ketiadaan infrasktrukur elpiji berupa pangkalan.

“Jadi, pengecer harus mengeluarkan biaya transportasi tinggi, makanya mereka mematok harga gas melonnya juga tinggi,” ujar Rivai.

Sebagai solusi agar gas melon tak melambung tinggi, mestinya di setiap desa terdapat minimal satu pangkalan.

“Sampai sekarang, baru ada tiga desa pelosok yang sudah mengusulkan pembentukan pangkalan. Itu akan kami fasilitasi,” terangnya.

Sekadar info tambahan, di Kotabaru terdapat sedikitnya tiga agen gas elpji, dengan 313 pangkalan.

Editor: Fariz Fadhillah

Reporter: Masduki - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Catatan WTP, Disdik Kalsel Disinggung Soal Dana BOS
apahabar.com

Kalsel

Jasa Penitipan Hewan Raup Untung Jelang Lebaran
apahabar.com

Kalsel

Sumbang 0,5 Persen, Kanwil DJP Kalselteng Tak Unggulkan Penerimaan Pajak Sektor UMKM

Kalsel

Viralkan Ketupat Kandangan, Via Sitorus Bikin Penasaran Hotman Paris
apahabar.com

Kalsel

Rifqi Prihatin Ketergantungan Fiskal Kalsel Terhadap Pusat Capai 80 Persen
apahabar.com

Kalsel

Instrusi Sungai Barito, Air PDAM Batola Hanya Untuk Cuci Kaki
apahabar.com

Kalsel

Penyerapan Dana Covid-19 di Banjarmasin Terbuka, Simak Rinciannya
apahabar.com

Kalsel

Diduga Gara-Gara Lontong, 6 Rumah dan 1 Indekos di Pelambuan Diamuk Api
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com