Demi Aliran Sungai, Pos Polisi di Jalan Veteran Banjarmasin Dibongkar Lewat Udara, Paman Birin Salurkan Bantuan Korban Banjir dari Jokowi Pekan Ini, Rupiah Berpeluang Tembus Rp 14.000 Dini Hari, Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas Sejauh 1,8 Km Kanada Bakal Cabut Larangan Terbang Boeing 737 Max

Di Tengah Pandemi, Petugas Sensus Mulai Terjun ke Lapangan

- Apahabar.com Senin, 31 Agustus 2020 - 14:54 WIB

Di Tengah Pandemi, Petugas Sensus Mulai Terjun ke Lapangan

Petugas sensus penduduk 2020 kota Sorong saat apel pelepasan untuk melakukan tugas pendataan, Senin (31/8). Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto menyampaikan bahwa Petugas Sensus Penduduk Badan Pusat Statistik (BPS) mulai terjun lapangan untuk mencatat data penduduk di seluruh Indonesia pada Selasa (1/9).

Suhariyanto mengatakan petugas sensus tetap menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat.

“Untuk seluruh penduduk baik yang sudah mengikuti sensus penduduk online maupun yang belum berpartisipasi dalam sensus penduduk online akan dicek kembali keberadaannya oleh petugas sensus,” kata Suhariyanto saat kick off Sensus Penduduk September 2020 secara virtual di Jakarta, Senin (31/8).

Suhariyanto menyampaikan, di tengah pandemi Covid-19 dan dengan adanya efisiensi anggaran, BPS melakukan adaptasi kebiasaan baru melalui penyesuaian proses bisnis sensus penduduk 2020.

Pertama, pelatihan petugas sensus penduduk September 2020 yang biasanya dilakukan tatap muka, diubah menjadi pembelajaran mandiri lewat TVRI dan RRI.

Kedua, BPS sangat memerhatikan keselamatan dan kesehatan petugas sensus maupun responden dengan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat.

“Seluruh petugas sensus harus menjalani rapid test untuk memastikan bahwa kondisi kesehatannya sudah bagus sebelum terjun ke lapangan,” ujar Suhariyanto.

Kemudian, saat terjun ke lapangan, petugas sensus juga wajib menerapkan protokol kesehatan dengan menggunakan masker, face shield, sarung tangan dan penyanitasi tangan, serta wajib menjaga jarak saat bertemu responden.

Protokol kesehatan ini penting dilakukan karena BPS sadar betul bahwa keberhasilan sensus penduduk 2020 sangat tergantung pada petugas dan masyarakat sebagai responden.

“Dengan demikian, kami berharap masyarakat yakin dan dapat menerima petugas sensus tanpa harus merasa takut akan terpapar virus Covid-19 dari petugas yang akan datang untuk mendata.

Selanjutnya, pencacahan lapangan akan disesuaikan dengan kondisi pada tiga zona pendataan, di mana sensus penduduk wawancara, diubah mekanismenya dengan membagi wilayah Indonesia ke dalam tiga zona.

Di zona satu, petugas akan membagikan kuesioner kepada masyarakat yang nantinya akan diambil kembali setelah diisi mandiri oleh masyarakat.

Di zona dua, petugas hanya akan melaksanakan tahap pemeriksaan data penduduk dan data verifikasi lapangan tanpa wawancara secara detil.

Di zona tiga, yaitu di 41 kabupaten kota di Papua dan Papua Barat, petugas sensus akan tetap melaksanakan cacah lapangan melalui wawancara.

“BPS sangat menyadari banyak risiko yang akan terjadi dengan adanya proses bisnis ini. Tetapi, BPS juga menjamin kita telah melakukan berbagai mitigasi risiko untuk meminimalisir risikonya,” ungkap Suhariyanto.

Ia menekankan, BPS akan tetap melakukan penjaminan kualitas di awal September, dan melaksanakan post enumeration survey pada Oktober dan November.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Kiki - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Jokowi Lewatkan Pergantian Tahun Baru di Yogyakarta
apahabar.com

Nasional

Miliarder Ciputra Tutup Usia, Kediaman Dijaga Ketat
apahabar.com

Nasional

Jadi Tersangka Pemerasan, Bupati Cianjur Mundur dari Ormas NasDem
apahabar.com

Nasional

Penjelasan Polri Soal ‘Geng-gengan’ di Tubuhnya
apahabar.com

Nasional

Kapolri: Tunjangan Kinerja Polri jadi 70 Persen
apahabar.com

Nasional

Jemaah Haji Tahun Ini Capai 2,4 Juta Jiwa, Asia Terbanyak
apahabar.com

Nasional

Jokowi Akan Perluas Wilayah Penerapan New Normal
apahabar.com

Nasional

Cegah Penyebaran Covid-19, 18.062 Narapidana dan Anak Sudah Bebas
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com