ga('send', 'pageview');
Jelang Magrib, Api Gegerkan Blok Ikan Pasar Kandangan Peringatan 100 Hari Guru Zuhdi: Makam Ditutup, Streaming Jadi Andalan Covid-19 di Bappeda Kalsel: Puluhan Positif, Satu Meninggal Dunia Tragedi Ledakan Berantai di Beirut: Puluhan Tewas, Ribuan Luka-Luka, Satu WNI Isu Save Meratus Mencuat, Konsesi PT MCM Masih Ada di HST




Home Gaya

Sabtu, 1 Agustus 2020 - 23:52 WIB

Diduga Jadi Otak Peretasan Akun Twitter, Remaja 17 Tahun Diciduk Polisi

Uploader - apahabar.com

Ilustrasi - Seorang peretas sedang melakukan aksinya. Foto-Shutterstock via Antara

Ilustrasi - Seorang peretas sedang melakukan aksinya. Foto-Shutterstock via Antara

apahabar.com, JAKARTA – Seorang remaja asal Tampa, Florida, Amerika Serikat ditangkap kepolisian karena menjadi dalang dibalik peretasan akun-akun tokoh besar di Twitter beberapa waktu lalu.

The New York Times, dikutip Sabtu (1/8), menulis, Graham Ivan Clark, yang baru berusia 17 tahun, ditangkap di apartemennya pada Jumat (31/7) waktu setempat. Clark dikenai 30 tuduhan atas kejahatan besar, termasuk penipuan dan akan dihukum sebagai orang dewasa.

Clark baru saja lulus SMA di Florida. Dia tidak bertindak sendiri dalam peretasan besar ini, melainkan dibantu dua orang masing-masing bernama Mason John Sheppard (19) asal Inggris Raya dan Nima Fazeli (22) dari Orlando, Florida.

Keduanya dituduh membantu Clark, yang menggunakan nama samaran Kirk, dalam peretasan. FBI menyatakan Clark dan Fazeli sudah ditangkap, namun, Sheppard belum dan akan dalam pengawasan.

Baca juga :  Oppo Reno4 Hadir di Indonesia, Berapa Harganya?

Pengacara negara bagian Florida yang menangani kasus tersebut, Andrew Warren, menyebutkan Clark, meski pun baru berusia 17 tahun, cukup berpengalaman hingga berhasil menembus jaringan Twitter tanpa terdeteksi.

Clark menipu dan meyakinkan salah seorang pegawai Twitter bahwa dia salah seorang pekerja di departemen teknologi, memerlukan akses untuk masuk ke portal layanan konsumen, menurut pernyataan resmi Florida.

Para pelaku berafiliasi dengan komunitas peretas spesialisasi mengambil alih akun, menurut pakar keamanan siber, menggunakan metode SIM-swapping. Mereka meretas operator seluler untuk mengambil alih nomor ponsel dan informasi penting.

Baca juga :  Cara Menghilangkan Bau Amis Ikan, Ini Bahannya

Mereka menargetkan pegawai Twitter kemudian mencuri informasi penting agar bisa masuk ke sistem internal platform tersebut. Setelah masuk sistem internal, peretas menyetel ulang kata kunci akun.

Peretas mencuit dari 45 akun yang diretas, mengakses kotak pesan 36 akun dan mengunduh informasi dari tujuh akun.

Peretas meminta pengikut akun-akun terverifikasi, antara lain milik Elon Musk dan Barack Obama, untuk mengirimkan uang dalam bentuk bitcoin. New York Times menuliskan penipuan tersebut menjaring uang senilai lebih dari 180.000 dolar AS.

Sementara laman Cnet, mengutip keterangan dari Departemen Kehakiman AS, melaporkan terdapat lebih dari 400 transfer senilai lebih dari 100.000 dolar AS.(Ant)

Editor: Aprianoor

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

Ada Harley Davidson Murah Versi China
apahabar.com

Gaya

Durian Wajit Khas Pangandaran Jadi Buruan Pencinta Durian
apahabar.com

Gaya

Kiat Bagi Orang Tua Buat Anak Betah Saat #Dirumahaja
apahabar.com

Gaya

Jangan Panik, Ini Tips Turunkan Demam Si Kecil
apahabar.com

Gaya

Suka Minum Kafein Saat Hamil, Bisa Memicu Bayi Lahir Prematur
apahabar.com

Gaya

Sering Makan Kacang, Awas Risiko Kanker Ini Mengintai
apahabar.com

Gaya

Anyaman Kulit Ketupat, Pekerjaan Turun Temurun Warga Desa Kalian  
apahabar.com

Gaya

Bintang Bollywood Amitabh Bachchan dan Putranya Positif Covid-19
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com