Kanada Bakal Cabut Larangan Terbang Boeing 737 Max Peduli Banjir Kalsel, Yayasan H Maming Kirim Bantuan ke Tanah Laut Setelah Tolak Vaksin Covid-19, Ribka Tjiptaning Digeser ke Komisi VII Gugatan 2BHD Diterima MK, SJA-Arul Pede Menangi Pilbup Kotabaru Alhamdulillah, 21 Warga Tanbu Sembuh dari Covid-19

Diduga Jadi Otak Peretasan Akun Twitter, Remaja 17 Tahun Diciduk Polisi

- Apahabar.com Sabtu, 1 Agustus 2020 - 23:52 WIB

Diduga Jadi Otak Peretasan Akun Twitter, Remaja 17 Tahun Diciduk Polisi

Ilustrasi - Seorang peretas sedang melakukan aksinya. Foto-Shutterstock via Antara

apahabar.com, JAKARTA – Seorang remaja asal Tampa, Florida, Amerika Serikat ditangkap kepolisian karena menjadi dalang dibalik peretasan akun-akun tokoh besar di Twitter beberapa waktu lalu.

The New York Times, dikutip Sabtu (1/8), menulis, Graham Ivan Clark, yang baru berusia 17 tahun, ditangkap di apartemennya pada Jumat (31/7) waktu setempat. Clark dikenai 30 tuduhan atas kejahatan besar, termasuk penipuan dan akan dihukum sebagai orang dewasa.

Clark baru saja lulus SMA di Florida. Dia tidak bertindak sendiri dalam peretasan besar ini, melainkan dibantu dua orang masing-masing bernama Mason John Sheppard (19) asal Inggris Raya dan Nima Fazeli (22) dari Orlando, Florida.

Keduanya dituduh membantu Clark, yang menggunakan nama samaran Kirk, dalam peretasan. FBI menyatakan Clark dan Fazeli sudah ditangkap, namun, Sheppard belum dan akan dalam pengawasan.

Pengacara negara bagian Florida yang menangani kasus tersebut, Andrew Warren, menyebutkan Clark, meski pun baru berusia 17 tahun, cukup berpengalaman hingga berhasil menembus jaringan Twitter tanpa terdeteksi.

Clark menipu dan meyakinkan salah seorang pegawai Twitter bahwa dia salah seorang pekerja di departemen teknologi, memerlukan akses untuk masuk ke portal layanan konsumen, menurut pernyataan resmi Florida.

Para pelaku berafiliasi dengan komunitas peretas spesialisasi mengambil alih akun, menurut pakar keamanan siber, menggunakan metode SIM-swapping. Mereka meretas operator seluler untuk mengambil alih nomor ponsel dan informasi penting.

Mereka menargetkan pegawai Twitter kemudian mencuri informasi penting agar bisa masuk ke sistem internal platform tersebut. Setelah masuk sistem internal, peretas menyetel ulang kata kunci akun.

Peretas mencuit dari 45 akun yang diretas, mengakses kotak pesan 36 akun dan mengunduh informasi dari tujuh akun.

Peretas meminta pengikut akun-akun terverifikasi, antara lain milik Elon Musk dan Barack Obama, untuk mengirimkan uang dalam bentuk bitcoin. New York Times menuliskan penipuan tersebut menjaring uang senilai lebih dari 180.000 dolar AS.

Sementara laman Cnet, mengutip keterangan dari Departemen Kehakiman AS, melaporkan terdapat lebih dari 400 transfer senilai lebih dari 100.000 dolar AS.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Uploader - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

Infinix Zero 8 Segera Hadir di Indonesia, Simak bocorannya
apahabar.com

Gaya

Mulai Agustus Ini, Toshiba Resmi Mundur dari Bisnis Laptop
apahabar.com

Gaya

Ini Waktu Olahraga yang Disarankan Saat Ramadan
apahabar.com

Gaya

Sering Lupa? Ini Cara Mudah Meningkatkan Daya Ingat
apahabar.com

Gaya

Ikut Perbarui Fitur Panggilan Video, LINE Tambah Kapasitas hingga 200 Orang
apahabar.com

Gaya

Persis Asli! Vegan Ini Bagikan Resep ‘Telur Ceplok’ Berbahan Labu dan Tepung Beras
apahabar.com

Gaya

Tips Bugar dan Tetap Cantik Saat Puasa
apahabar.com

Gaya

9 Bahaya Minuman Beralkohol bagi Kesehatan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com