Cek ke Lokasi, Ketum BPP HIPMI Mardani H Maming Ingin Vaksinasi di Tanbu Percepat Herd Immunity Kalsel Komandan Macan Kalsel ke Pembunuh Brutal Gambah HST: Serahkan Diri! Keselamatan Dijamin Kebut Herd Immunity Banua, Kadinkes Kalsel Apresiasi Vaksinasi Massal BPP HIPMI Fantastik! Pemkot Banjarmasin Bekali 52 Lurah Motor Listrik Total Rp 1,79 M di Tengah Pandemi Film James Bond ‘No Time To Die’ Tayang di Bioskop, Daniel Craig Antusias

Digandeng Uniska, Desa Danda Jaya Punya ‘Janda Ayu’

- Apahabar.com     Jumat, 28 Agustus 2020 - 14:35 WITA

Digandeng Uniska, Desa Danda Jaya Punya ‘Janda Ayu’

Kepala Desa Danda Jaya, Diyono, menandatangani nota kerjasama dengan Uniska Banjarmasin, Jumat (28/8). Foto-apahabar.com/Bastian Alkaf

apahabar.com, MARABAHAN – Sukses dengan janda, Desa Danda Jaya di Kecamatan Rantau Badauh sedang memprogramkan pengembangan Janda Ayu bersama Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Banjarmasin.

Janda di Danda Jaya bukan perempuan yang sudah ditinggal suami, melainkan kependekan dari jamur danda.

Mulai ditanam selama lima tahun terakhir, jamur dari jenis tiram tersebut cukup sukses memberi pemasukan tambahan untuk petani setempat, selain bertanam padi dan hortikultura lain.

Pencapaian itulah yang menarik Uniska untuk ikut berpartisipasi. Melalui Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip), mereka menjalin kerja sama dalam program Jamur Danda Jaya Berbasis Agrobisnis Yang Unggul atau disingkat Janda Ayu.

“Kerja sama ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat yang menjadi fungsi perguruan tinggi, selain pendidikan dan penelitian,” ungkap Rektor Uniska, Prof Abdul Malik, Jumat (28/8).

“Melalui kerjasama yang sudah ditandatangani bersama, inovasi di kampus dapat ditularkan kepada masyarakat. Tak cuma mahasiswa, dosen-dosen juga dilibatkan,” imbuhnya.

Di antara 195 desa di Barito Kuala, Danda Jaya cukup menonjol. Mereka bahkan mendapat penghargaan Proklim Tingkat Utama 2019 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

“Terdapat beberapa inovasi yang bisa diaplikasikan, seperti packaging, penanaman dan lain-lain agar pengembangan jamur tiram di Danda Jaya semakin baik,” papar Abdul.

“Pun pertanian merupakan salah satu sektor kehidupan yang tak terdampak pandemi, sehingga diperlukan beberapa penguatan agar tetap bisa menopang pendapatan masyarakat,” sambungnya.

Danda Jaya sendiri menjadi salah satu dari puluhan desa binaan pertama Uniska. Namun dalam lingkup Fisip, Danda Jaya menjadi yang perdana.

“Oleh karena kerjasama ini berkelanjutan, fokus kedepan tak cuma jamur tiram. Perhatian juga ditujukan kepada administrasi dan pariwisata,” timpal Murdiansyah Herman, Dekan Fisip Uniska.

“Memang jamur sudah menjadi ikon, tetapi banyak potensi lain yang dapat dikembangkan di Danda Jaya. Salah satunya tanaman hias,” tandasnya.

Editor: Puja Mandela

Editor: Reporter: Bastian Alkaf - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Batola

Kasus Aktif Covid-19 Menurun, Batola Tutup Karantina Mess KTM
apahabar.com

Batola

Hasil Integrasi SKD/SKB Diumumkan, 2 Formasi CPNS di Barito Kuala Tetap Kosong
Banjir

Batola

Curah Hujan Meningkat, Tiga Kecamatan di Batola Dikelilingi Banjir

Batola

Sebelum Hilang, Korban Tenggelam di Desa Batik Batola Berniat Pergi Mendulang Emas
apahabar.com

Batola

Dari 611 Kasus Covid-19 di Batola, Tersisa 49 Pasien Positif

Batola

Selama Libur Panjang, ASN Batola Diimbau Tak Keluar Kota
apahabar.com

Batola

Uji Publik DPS, KPU Barito Kuala Tindaklanjuti Analisis Bawaslu

Batola

Belum Diperbaiki, Kemacetan Mengular di Jalan Gampa Asahi Batola
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com