Pegawainya Mencuri, Pangeran Khairul Saleh Minta KPK Evaluasi Diri Esok, Kemenag Kalsel Gelar Rukyatul Hilal di Puncak Gedung Bank Kalsel Selamat..! Tanah Bumbu Raih Peringkat Tiga MTQ Nasional Tingkat Provinsi XXXIII Polisi Kotabaru Tangkap Otak Pembunuhan Brutal di Mekarpura Pemilu Ulang di Banjarmasin Selatan, Cucu Habib Basirih Pinta Jauhi Politik Uang

Digandeng Uniska, Desa Danda Jaya Punya ‘Janda Ayu’

- Apahabar.com Jumat, 28 Agustus 2020 - 14:35 WIB

Digandeng Uniska, Desa Danda Jaya Punya ‘Janda Ayu’

Kepala Desa Danda Jaya, Diyono, menandatangani nota kerjasama dengan Uniska Banjarmasin, Jumat (28/8). Foto-apahabar.com/Bastian Alkaf

apahabar.com, MARABAHAN – Sukses dengan janda, Desa Danda Jaya di Kecamatan Rantau Badauh sedang memprogramkan pengembangan Janda Ayu bersama Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Banjarmasin.

Janda di Danda Jaya bukan perempuan yang sudah ditinggal suami, melainkan kependekan dari jamur danda.

Mulai ditanam selama lima tahun terakhir, jamur dari jenis tiram tersebut cukup sukses memberi pemasukan tambahan untuk petani setempat, selain bertanam padi dan hortikultura lain.

Pencapaian itulah yang menarik Uniska untuk ikut berpartisipasi. Melalui Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip), mereka menjalin kerja sama dalam program Jamur Danda Jaya Berbasis Agrobisnis Yang Unggul atau disingkat Janda Ayu.

“Kerja sama ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat yang menjadi fungsi perguruan tinggi, selain pendidikan dan penelitian,” ungkap Rektor Uniska, Prof Abdul Malik, Jumat (28/8).

“Melalui kerjasama yang sudah ditandatangani bersama, inovasi di kampus dapat ditularkan kepada masyarakat. Tak cuma mahasiswa, dosen-dosen juga dilibatkan,” imbuhnya.

Di antara 195 desa di Barito Kuala, Danda Jaya cukup menonjol. Mereka bahkan mendapat penghargaan Proklim Tingkat Utama 2019 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

“Terdapat beberapa inovasi yang bisa diaplikasikan, seperti packaging, penanaman dan lain-lain agar pengembangan jamur tiram di Danda Jaya semakin baik,” papar Abdul.

“Pun pertanian merupakan salah satu sektor kehidupan yang tak terdampak pandemi, sehingga diperlukan beberapa penguatan agar tetap bisa menopang pendapatan masyarakat,” sambungnya.

Danda Jaya sendiri menjadi salah satu dari puluhan desa binaan pertama Uniska. Namun dalam lingkup Fisip, Danda Jaya menjadi yang perdana.

“Oleh karena kerjasama ini berkelanjutan, fokus kedepan tak cuma jamur tiram. Perhatian juga ditujukan kepada administrasi dan pariwisata,” timpal Murdiansyah Herman, Dekan Fisip Uniska.

“Memang jamur sudah menjadi ikon, tetapi banyak potensi lain yang dapat dikembangkan di Danda Jaya. Salah satunya tanaman hias,” tandasnya.

Editor: Puja Mandela

Editor: Reporter: Bastian Alkaf - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Batola

Belawang Dongkrak Kasus Positif Covid-19 di Batola

Batola

Pencarian 4 Korban Kelotok Tenggelam di Kuripan Batola Disetop Sementara
apahabar.com

Batola

Jalan Gampa Asahi Batola Rusak Parah, Truk Bertonase Besar Dilarang Melintas
disdukcapil

Batola

Usung Gawi Baimbai, Disdukcapil Batola Ganti Ribuan KK Korban Banjir

Batola

Diterjang Arus Sungai, Jembatan di Terantang Batola Putus
apahabar.com

Batola

Di Tengah Pandemi Covid-19, Begini Protokol Kesehatan Berkurban di Batola
apahabar.com

Batola

Lewat Team Mobile, Kodim 1005 Marabahan Bantu Percepatan Penanganan Covid-19 di Batola
apahabar.com

Batola

Puluhan Tahun Sepi, Murnianti Tetap Berjualan di Pasar Handil Bakti
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com