2021, Kemenhub Kaji Wacana Pembangunan Bandara di Barabai HST Kalsel Cara Nonton Live Streaming El Clasico Barcelona vs Real Madrid di Bein Sport & Vidio.com Malam Ini Jam Tayang & Link Live Streaming UFC 254 Khabib vs Gaethje di ESPN+, Duel Dua Juara! Jadwal Timnas U16 Indonesia vs UEA Malam Ini, Live NET TV & Live Streaming Mola TV, Prediksi Skor! Kontroversi Pencopotan Sekda Tanah Bumbu, Ombudsman: Jangan Lampaui Kewenangan

Dirumahkan, Karyawan PT RTP Ngadu ke Disnaker Tabalong

- Apahabar.com Jumat, 14 Agustus 2020 - 18:56 WIB

Dirumahkan, Karyawan PT RTP Ngadu ke Disnaker Tabalong

Karyawan RTP didampingi DPC FSP-KEP Kabupaten Tabalong saat mengadu ke Depnaker Tabalong. Foto-Istimewa

apahabar.com, TANJUNG – PT Restu Tanjung Permai (RTP) yang bergerak dibidang rental alat berat di Tabalong merumahkan puluhan karyawannya.

Dirumahkannya karyawan tersebut karena kondisi perusahaan yang diputus kontraknya oleh pemberi pekerjaan. Sehingga karyawannya pun juga tidak ada kerjaan.

Salah seorang karyawan PT RTP, Ahmadi, membenarkan dirinya bersama karyawan lainnya sejak dua bulan lalu sudah dirumahkan, dengan pembayaran upah sesuai gajih pokok atau basic.

Namun, yang menjadi persoalan perusahaan mengumumkan mulai tangga 16 Agustus 2020 sampai batas yang tidak ditentukan. Jadi karyawan yang dirumahkan tidak akan dibayarkan lagi upahnya.

“Kita keberatan bila saat dirumahkan gaji pokok tidak dibayarkan lagi,” ucap Ahmadi.

Beberapa kali dilakukan mediasi hingga saat ini juga tidak ada titik temu, sehingga persoalan ini dibawa ke Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Tabalong.

“Karena tidak ada titik temu, maka persoalan ini kami bawa masalah ini ke Disnaker,” ucap Ahmadi didampingi Syahrul dan Riyadi, Ketua dan Wakil Ketua DPC FSP-KEP Kabupaten Tabalong.

Sementara itu, Direktur Utama PT RTP, H Risman Effendi, saat dihubungi melalui telpon membenarkan kalau puluhan karyawannya dirumahkan. “Saat dirumahkan, upah mereka tetap kita bayarkan sesuai gaji pokok,” jelasnya.

Namun, karena kondisi perusahaan yang tidak ada mendapatkan pekerjaan dari pemberi kerja, maka sejak tanggal 16 Agustus 2020 sampai waktu yang tidak bisa dipastikan, terpaksa tidak ada lagi upah yang dibayarkan ke karyawan.

Pihaknya juga berharap para karyawan bisa bekerja seperti biasa, namun bagaimana order pekerjaan yang didapat.

“Kita berharap perusahaan pemberi kerja bisa mempertimbangkan, karena mayoritas karyawan yang kami rumahkan adalah pekerja lokal,” katanya.

Editor: Syarif

Reporter: Ahc26 - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Penghujung 2019, Puluhan Pejabat Eselon III dan IV di HST Digeser Bupati dan Mendagri
apahabar.com

Kalsel

Agen Tour dan Travel Mesti Putar Otak, Apa Penyebabnya? 
apahabar.com

Kalsel

Kontraktor Tuntut Pemkab Kotabaru Bayar Hutang Rp79,8 Miliar
apahabar.com

Kalsel

Sempat Geger, Polisi Pastikan Penyebab Pajero Sport Keluarkan Asap Hitam di Kertak Hanyar
apahabar.com

Kalsel

Sambut HUT RI ke 74, Cafe Plajau Food Court Gelar Lomba Mewarnai
apahabar.com

Kalsel

Geger!!! Buruh Pembuat Bata Tewas Mengapung
apahabar.com

Kalsel

16 Napi Ikuti UAS di Rumah Tahanan
apahabar.com

Kalsel

Warga Kalsel Sediakan Payung Hari Ini
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com