Kepergok Mesum, Dua Sejoli di Tapin Langsung Dinikahkan di Depan Warga Habib Banua Sedih Jokowi Legalkan Produksi Miras, Sentil Para Pembisik Presiden Kronologis Penangkapan Penusuk Wildan, Mahasiswa Tanbu yang Tewas Dikeroyok BRAVO! Para Penusuk Wildan Mahasiswa ULM asal Tanbu Diringkus Polisi Transkrip PPK Banjar Terima Rp10 Juta Beredar, Bawaslu Turun Tangan

Dirumahkan, Karyawan PT RTP Ngadu ke Disnaker Tabalong

- Apahabar.com Jumat, 14 Agustus 2020 - 18:56 WIB

Dirumahkan, Karyawan PT RTP Ngadu ke Disnaker Tabalong

Karyawan RTP didampingi DPC FSP-KEP Kabupaten Tabalong saat mengadu ke Depnaker Tabalong. Foto-Istimewa

apahabar.com, TANJUNG – PT Restu Tanjung Permai (RTP) yang bergerak dibidang rental alat berat di Tabalong merumahkan puluhan karyawannya.

Dirumahkannya karyawan tersebut karena kondisi perusahaan yang diputus kontraknya oleh pemberi pekerjaan. Sehingga karyawannya pun juga tidak ada kerjaan.

Salah seorang karyawan PT RTP, Ahmadi, membenarkan dirinya bersama karyawan lainnya sejak dua bulan lalu sudah dirumahkan, dengan pembayaran upah sesuai gajih pokok atau basic.

Namun, yang menjadi persoalan perusahaan mengumumkan mulai tangga 16 Agustus 2020 sampai batas yang tidak ditentukan. Jadi karyawan yang dirumahkan tidak akan dibayarkan lagi upahnya.

“Kita keberatan bila saat dirumahkan gaji pokok tidak dibayarkan lagi,” ucap Ahmadi.

Beberapa kali dilakukan mediasi hingga saat ini juga tidak ada titik temu, sehingga persoalan ini dibawa ke Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Tabalong.

“Karena tidak ada titik temu, maka persoalan ini kami bawa masalah ini ke Disnaker,” ucap Ahmadi didampingi Syahrul dan Riyadi, Ketua dan Wakil Ketua DPC FSP-KEP Kabupaten Tabalong.

Sementara itu, Direktur Utama PT RTP, H Risman Effendi, saat dihubungi melalui telpon membenarkan kalau puluhan karyawannya dirumahkan. “Saat dirumahkan, upah mereka tetap kita bayarkan sesuai gaji pokok,” jelasnya.

Namun, karena kondisi perusahaan yang tidak ada mendapatkan pekerjaan dari pemberi kerja, maka sejak tanggal 16 Agustus 2020 sampai waktu yang tidak bisa dipastikan, terpaksa tidak ada lagi upah yang dibayarkan ke karyawan.

Pihaknya juga berharap para karyawan bisa bekerja seperti biasa, namun bagaimana order pekerjaan yang didapat.

“Kita berharap perusahaan pemberi kerja bisa mempertimbangkan, karena mayoritas karyawan yang kami rumahkan adalah pekerja lokal,” katanya.

Editor: Syarif

Editor: Reporter: Ahc26 - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Rencana Pelegalan Miras, Dewan Ingin Pemkot Banjarmasin Tegas
apahabar.com

Kalsel

Hari Tani Nasional, Panen Sayur Serentak di Pekarangan Pangan Lestari Banjarbaru
apahabar.com

Kalsel

Sungai Mataraman Meluap, Rendam Desa Tanah Habang Hingga Satu Meter
apahabar.com

Kalsel

Ajarkan Masyarakat Sungai Gampa Trik Hidup Sejahtera
apahabar.com

Kalsel

Pemko Banjarmasin Bagi-Bagi 493 Paket Sembako
apahabar.com

Kalsel

Tak Cuma Lihai Bertempur, Serdadu Koramil 1007-01/BT Juga Peduli
apahabar.com

Kalsel

Klaim Restorasi Ribuan Hektar Gambut Rusak di Kalsel
apahabar.com

Kalsel

5 Penyandang Disabilitas di HST Dapat Bantuan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com