Sederet Prestasi Niha, Hafizah Cilik Kotabaru dari MTQ Tingkat Kabupaten hingga Provinsi Polisi Anulir Pernyataan Status Tersangka Dua Mahasiswa Kalsel 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Paula Verhoeven Hamil, Kiano Bakal Punya Adik, Baim Wong Ingin Mak Beti Ucapkan Selamat ke Sang Istri Hasil Liga Champions, Tanpa Ronaldo Juventus Ditekuk Barcelona, Messi Cetak Gol, Skor Akhir 2-0

Dituding Pelit, Perusahaan Sawit di Kotabaru Buka Suara

- Apahabar.com Rabu, 12 Agustus 2020 - 14:46 WIB

Dituding Pelit, Perusahaan Sawit di Kotabaru Buka Suara

Managemen SKPE telah memasang rambu larangan untuk para sopir melintasi jalan Desa di Sei Kupang Jaya. Foto-Istimewa

apahabar.com, KOTABARU – Pihak perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit, Sungai Kupang Estate (SKPE) akhirnya buka suara.

Sebelumnya, perusahaan ini dituding pelit oleh Kepala Desa (Kades) Sei Kupang Jaya, (SP I), Yanto Saputera.

Dia juga bersama aparatnya mengadang, dan melarang truk armada perusahaan melintasi jalan desa, Selasa (11/8) pagi.

Menyikapi tudingan itu, M Sarjono, Unit Head SKPE menyilakan bahwa perusahaannya dibilang pelit.

Akan tetapi, Sarjono memastikan perusahaannya memenuhi setiap proposal yang disampaikan oleh desa.

“Ya. Silakan aja dibilang pelit. Tapi, setiap proposal yang diminta dari desa ke perusahaan Insyaallah kita penuhi,” ujarnya, kepada apahabar.com, Rabu (12/8) siang.

Selain itu, Sarjono juga mengungkap sederet bantuan yang telah diberikan untuk Desa Sei Kupang Jaya.

Sebagai contoh, perusahaan telah memenuhi permintaan untuk perataan tanah sebagai sarana olahraga seperti lapangan basket, futsal mini, dan perawatan lapangan sepak bola (potong rumput dengan rotary slasher ditarik traktor).

“Bantuan lainnya, berupa perataan jalan yang digunakan untuk motor cross (in progress), juga bantuan konsumsi selama dua bulan jaga pos Covid-19 di Sungai Kupang Jaya (SPI),” ujarnya.

Berkenaan dengan armada truk yang dihentikan, Sarjono juga mengaku tidak pernah menyarankan para sopir melintasi jalan desa di Sei Kupang Jaya, atau SP 1. Sebab, SKPE memiliki jalan sendiri.

Amaran, atau rambu agar sopir tidak melintasi jalan desa telah dibuat. Itu dipasang di jalan simpang tiga Sei Limau, sebelum memasuki SP 1.

“Kalau memang itu terjadi, berarti kan sopir-sopirnya yang nakal. Saya juga sudah koordinasi dengan pihak kontraktor, agar sopir dilarang melewati jalan desa tersebut,” ujar dia, sembari mengirim bukti foto rambu amaran ke apahabar.com.

Editor: Fariz Fadhillah

Reporter: Masduki - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

KPU Banjarbaru Tegaskan Pilkada Serentak 2020 Sesuai Jadwal
apahabar.com

Kalsel

Kabar Covid-19 Tabalong, Ada Penambahan Pasien Positif dan Sembuh
apahabar.com

Kalsel

Awal Tahun Ajaran Baru di Batola, Siswa Hanya Dua Jam di Sekolah
apahabar.com

Kalsel

Dewan Kalsel Gelar Rapat Teleconference, Ada yang Ngaku Kagok
apahabar.com

Kalsel

Disdik Kota Banjarmasin Pasrah Jika Kuota Siswa SMP Tak Terpenuhi
apahabar.com

Kalsel

Waspada Cuaca Ekstrem di Kotabaru Hari Ini, BMKG Juga Ingatkan Gelombang Laut Tinggi!

Kalsel

Waswas Covid-19, RT Surgi Mufti Siasati Pembagian Sembako
apahabar.com

Kalsel

Bakti Sosial Polda Kalsel Adakan SIM Gratis hingga Swab Massal
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com