POPULER SEPEKAN: Viral Penjual Gorengan di Sekumpul, Adaro-Pama Cerai, hingga Transkrip PPK Banjar Tolak KLB, Simak Sikap Demokrat Kalteng Almarhum Kombes Sapta Dikenal Sebagai Pribadi yang Sederhana Mantap! Polsek Tapin Utara Bekuk Kurir Sabu 9,14 Kg asal Kalbar Ratusan Anggota Polisi di Tabalong Jalani Vaksinasi Covid-19

Djoko Tjandra Jalani Pemeriksaan Terkait Surat Jalan Palsu

- Apahabar.com Kamis, 20 Agustus 2020 - 00:04 WIB

Djoko Tjandra Jalani Pemeriksaan Terkait Surat Jalan Palsu

Buronan Koruptor Djoko Tjandra saat serah terima tahanan dari Bareskrim ke Kejaksaan Agung di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Jumat (31/7). Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri memeriksa tersangka Djoko Tjandra, terkait kasus surat jalan palsu.

Djoko Tjandra menjalani pemeriksaan selama empat jam 45 menit dan jumlah 59 pertanyaan.

“Yang bersangkutan dicecar oleh penyidik dengan 59 pertanyaan,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Awi Setiyono di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (19/8).

Dalam pemeriksaan tersebut, Djoko dimintai keterangan dalam statusnya sebagai tersangka. Materi pemeriksaan seputar upaya Djoko yang bisa leluasa keluar dan masuk Indonesia selama ini.

“Keberadaannya di mana selama di Indonesia,” kata Awi.

Kemudian penyidik juga menggali informasi mengenai surat jalan yang dikeluarkan Brigjen Pol Prasetijo Utomo untuk Djoko serta penggunaan surat keterangan sehat bebas COVID-19.

Sementara terkait penyidikan kasus dugaan gratifikasi pengurusan pencabutan “red notice” Djoko Tjandra, materi pemeriksaan seputar penggunaan pesawat jet pribadi saat Djoko masuk dan keluar dari Indonesia.

“Menyewa jet pribadi di mana. Itu didalami,” kata Awi.

Selain memeriksa Djoko, penyidik juga memeriksa SA sebagai saksi dalam kasus dugaan gratifikasi pengurusan pencabutan “red notice” Djoko Tjandra. SA adalah Kepala Kantor Imigrasi Jakarta Utara.

SA dimintai keterangan seputar penerbitan paspor Djoko Tjandra serta kronologi surat menyurat Divhubinter Polri kepada Dirjen Imigrasi yang berujung pada pencabutan “red notice” Djoko dan dihapusnya pencekalan terhadap Djoko.

“Apa betul Djoko Tjandra pernah mengajukan pembuatan paspor? Bagaimana ‘red notice’ sampai dicabut oleh Divhubinter yang mengakibatkan pencekalan terhadap Djoko dicabut sehingga yang bersangkutan leluasa keluar masuk (Indonesia),” katanya.

Dari pemeriksaan terhadap SA, diketahui bahwa ada dua kali surat dari Divhubinter Polri kepada Ditjen Imigrasi.

Sementara itu pada hari yang sama, Divisi Hukum Polri mengadakan rapat untuk mempersiapkan strategi menghadapi upaya praperadilan Anita Dewi Anggraeni Kolopaking.

Dalam kasus gratifikasi pengurusan pencabutan “red notice”, Polri telah menetapkan empat tersangka yakni Djoko Tjandra, Tommy Sumardi, Irjen Pol Napoleon Bonaparte, dan Brigjen Pol Prasetijo Utomo.

Djoko Tjandra dan Tommy diduga berperan sebagai pemberi suap, sedangkan Prasetijo dan Napoleon diduga berperan sebagai penerima suap.

Untuk kasus surat jalan palsu, sejauh ini penyidik Bareskrim telah menetapkan tiga tersangka yakni Djoko Tjandra, Anita Dewi Anggraeni Kolopaking, dan Brigjen Pol Prasetijo Utomo. Anita Kolopaking adalah kuasa hukum Djoko Tjandra.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Uploader - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Terduga Pembunuh Levi Kerap Diminta Sembuhkan Orang Lain
apahabar.com

Nasional

ASN Hamil Dizinkan Tak Bekerja Selama Kabut Asap
apahabar.com

Nasional

Sosiolog: Artis Terjun ke Dunia Prostitusi demi Jaga Eksistensi
Situs Palsu

Nasional

Waspada! Ada Situs Palsu Kartu Prakerja
apahabar.com

Nasional

Remdesivir, Obat Covid-19 Rp 3 Juta Segera Beredar di Indonesia
Mahfud MD

Nasional

Pengancam Mahfud MD Jadi Tersangka, Berkaitan dengan FPI?
apahabar.com

Nasional

Sejarah Masjid Kuno Nusantara Dipamerkan di Yogyakarta
apahabar.com

Nasional

Update Covid-19 di Indonesia: 1.790 Positif, 112 Sembuh, 170 Meninggal
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com