ga('send', 'pageview');
Jelang Magrib, Api Gegerkan Blok Ikan Pasar Kandangan Peringatan 100 Hari Guru Zuhdi: Makam Ditutup, Streaming Jadi Andalan Covid-19 di Bappeda Kalsel: Puluhan Positif, Satu Meninggal Dunia Tragedi Ledakan Berantai di Beirut: Puluhan Tewas, Ribuan Luka-Luka, Satu WNI Isu Save Meratus Mencuat, Konsesi PT MCM Masih Ada di HST




Home Kalsel

Sabtu, 1 Agustus 2020 - 19:02 WIB

DLH Kalsel Imbau Tak Buang Limbah Kurban ke Sungai

Reporter: Musnita Sari - apahabar.com

Ilustrasi. Foto-Istiimewa

Ilustrasi. Foto-Istiimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Kebiasaan membuang limbah hasil pemotongan hewan kurban secara sembarangan kerap terjadi di masyarakat. Untuk menghindari itu, DLH Kalimantan Selatan mengimbau kepada seluruh panitia kurban di Kalsel untuk tidak melakukan hal tersebut, karena berdampak buruk bagi lingkungan.

“Setiap panitia kurban dilarang untuk membuang limbah langsung ke sungai. Karena kemungkinan terdapat bakteri yang bisa saja membahayakan lingkungan,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalimantan Selatan, Hanifah Dwi Nirwana saat dihubungi lewat seluler, Sabtu (1/8) sore.

Baca juga :  Hari ini, 87 Warga Kalsel Dinyatakan Sembuh Covid-19

Untuk diketahui, limbah hewan kurban terbagi menjadi dua yaitu limbah padat seperti bagian jeroan, kulit dan lainnya. Pengelolaan limbah ini dapat dikerjasamakan dengan kegiatan usaha yang terkait dengan limbah padat.

“Bisa memanfaatkan limbah padat hasil pemotongan kurban sebagai bahan baku kegiatan usahanya,” sebutnya

Kemudian, limbah cair seperti darah ataupun hasil pencucian organ tubuh hewan. Panitia kurban di masjid maupun rumah potong hewan (RPH) hendaknya memiliki wadah khusus untuk menampung limbah ini.

“Wajib menyediakan septic tank permanen sebagai wadah menimbun limbah cair, agar tidak mencemari lingkungan. Caranya menutup septic tank dengan tanah,” lanjut Hanifah.

Baca juga :  Ketua DPRD Banjar Blak-blakan Ogah Tes Swab Massal

Sayangnya, sejauh ini Kalsel belum memiliki aturan resmi terkait pengelolaan limbah hasil pemotongan hewan kurban.

“Akan tetapi imbauan untuk mengelola limbah pasca pemotongan hewan kurban tetap disosialisasikan,” katanya

Keterlibatan DLH di kabupaten/kota sangat berperan penting untuk mengajak masyarakat agar menghentikan kebiasaan yang dapat merusak lingkungan.

“Kami sangat berharap teman-teman DLH kabupaten/kota lebih aktif mensosialisasikan ke daerahnya masing-masing,” ujarnya.

Editor: Muhammad Bulkini

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Insiden Pecah Ban Garuda di Bandara Syamsudin Noor Ditangani KNKT
apahabar.com

Kalsel

Reservoir IPA Ahmad Yani Dikuras, Pelanggan PDAM Bandarmasih Siap-Siap Krisis Air
apahabar.com

Kalsel

Waswas Karhutla Tala, Kapolres Langsung Turun Tangan
apahabar.com

Kalsel

Lapas Kalsel “Over Crowded”, Kemenkuham Minta Solusi Dewan
Apahabar.com

Kalsel

Pimpinan Kodim 1022 Tanah Bumbu Berganti
apahabar.com

Kalsel

5 Hari Pengeringan Irigasi, Pembudidaya Ikan “Tepuk Jidat”
apahabar.com

Kalsel

Miris, 2 Bocah di Banjarmasin Diringkus karena Curanmor
apahabar.com

Kalsel

Ma’ruf Amin Buka-bukaan Soal Pencalonannya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com