Geger Pria di Kelumpang Kotabaru Tewas Diduga Disengat Ratusan Lebah Membeludak, Warga Barabai Terobos Kantor Disprindagkop Demi BLT UU Cipta Kerja, Ketum Hipmi Yakin Indonesia Lolos dari Midlle Income Trap Live Streaming Man City vs Porto, Link Siaran Langsung Liga Champions di SCTV-Vidio.com Malam Ini Jembatan Terpanjang Kedua Indonesia di Kaltim Sudah 90 Persen Beres

Dolar AS Tertekan Data Ekonomi, Rupiah Menguat

- Apahabar.com Selasa, 18 Agustus 2020 - 11:45 WIB

Dolar AS Tertekan Data Ekonomi, Rupiah Menguat

Ilustrasi teller sedang menghitung rupiah. Foto: Antara

apahabar.com, JAKARTA – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa pagi menguat seiring tertekannya dolar AS akibat belum membaiknya data ekonomi AS.

Pada pukul 9.37 WIB rupiah menguat 5 poin atau 0,03 persen menjadi Rp14.790 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.795 per dolar AS.

Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra, mengatakan, dolar AS terlihat melemah terhadap nilai tukar regional pagi ini.

“Tekanan terhadap dolar AS disebabkan oleh indikasi ketidakstabilan pemulihan ekonomi di AS dari data ekonomi AS yang dirilis semalam yaitu data indeks aktivitas manufaktur wilayah New York yang dirilis jauh di bawah proyeksi,” ujar Ariston di Jakarta, Senin (18/8).

Selain itu, lanjut Ariston, tingkat imbal hasil obligasi yang rendah juga membuat dolar AS menjadi tidak menarik untuk saat ini.

“Sentimen negatif terhadap dolar AS ini bisa mendorong penguatan ke nilai tukar rupiah pagi ini,” kata Ariston.

Namun di sisi lain, pasar juga perlu mewaspadai faktor-faktor yang bisa menekan rupiah salah satunya ketegangan hubungan AS-China.

“Faktor lainnya yaitu kekhawatiran pandemi yang menekan pemulihan ekonomi dalam negeri dan data neraca perdagangan Indonesia bulan Juli yang di bawah ekspektasi,” ujar Ariston.

Ariston memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp14.650 per dolar AS hingga Rp14.850 per dolar AS.

Pada Jumat (14/8) lalu rupiah ditutup melemah 20 poin atau 0,14 persen menjadi Rp14.795 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.775 per dolar AS.(Ant)

Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Proses Sertifikasi Halal akan Dipermudah
apahabar.com

Ekbis

Dolar Melemah, Pagi Ini di Kisaran Rp 14.550
apahabar.com

Ekbis

Pasar Murah Ditiadakan Sementara
apahabar.com

Ekbis

Mudahkan Belajar Daring, Telkomsel Perluas Inisiatif Paket Ilmupedia
apahabar.com

Ekbis

Deklarasi Repnas Kalsel untuk Jokowi-Ma’ruf, Hadirkan 32 Pelaku UMKM
apahabar.com

Ekbis

Natal dan Tahun Baru: Kiat BI Jaga Inflasi Kalimantan Selatan Aman Terkendali
apahabar.com

Ekbis

Asperindo Surati Presiden Terkait Tarif Bagasi
apahabar.com

Ekbis

Ramadan, Pertamina Prediksi Kebutuhan Elpiji Naik 6 Persen
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com