Mengejutkan, Kakak Haji Isam Ungguli Popularitas Cuncung dan Mila Karmila di Pilbup Tanbu 2020 Kasus Covid-19 Indonesia Tembus 275.213, Letjen Doni Sebut OTG Silent Killer Buron, Suami Penggorok Istri di Kintap Tala Kuasai Medan Pelarian KDRT di Kintap Tala: Cemburu, Suami Tebas Leher Istri Link Live Streaming MotoGP Catalunya 2020, Live Trans7, Kans Rossi Podium

Dolar Tergelincir Saat Menanti Stimulus Washington

- Apahabar.com Rabu, 5 Agustus 2020 - 10:02 WIB

Dolar Tergelincir Saat Menanti Stimulus Washington

Uang dolar AS. Foto: Reuters via Antara

apahabar.com, NEW YORK – Sementara investor menunggu pembicaraan tentang stimulus Covid-19 di Washington, Dolar tergelincir pada Rabu (5/8) pagi.

Setelah penurunan bulanan terbesar dalam satu dekade pada Juli, greenback disebut mengawali Agustus dengan catatan menguat karena beberapa investor memangkas posisi jual.

Tetapi prospek dalam jangka pendek untuk dolar sebagian terkait dengan pembicaraan tentang putaran stimulus berikutnya di Washington dan dampak ekonomi dari kasus baru virus di Amerika Serikat.

Gedung Putih dan para pemimpin kongres Demokrat telah melaporkan beberapa kemajuan dalam pembicaraan mengenai RUU bantuan besar virus corona kelima, tetapi mereka masih terbelah dalam sejumlah masalah.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, melemah 0,16 persen setelah naik 0,6 persen selama dua sesi sebelumnya.

Baca juga :  Update Covid-19 Kalsel 27 September: Banjarbaru Tembus Seribu Kasus

“Sementara konsolidasi atau rebound korektif moderat tidak bisa dihindari setelah penurunan tajam bulan lalu, sentimen pasar terhadap dolar masih negatif karena didominasi kekhawatiran tentang skala pandemi virus corona di AS dan dampaknya yang menghancurkan pada ekonomi,” Piotr Matys, analis valas senior di Rabobank, mengatakan dalam sebuah catatan.

Meskipun terjadi perlambatan dalam kasus baru virus AS dan dorongan data pabrik, investor tetap khawatir tentang ekonomi AS.

“Poin data besar AS berikutnya adalah klaim pengangguran mingguan dan laporan ketenagakerjaan AS Juli minggu ini,” kata Boris Schlossberg, Direktur Pelaksana Strategi Valas di BK Asset Management di New York.

Baca juga :  Tangani Covid-19, Muhadjir Pinta IDI Kerahkan Semua Dokter

Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi 1,1783 dolar AS dari 1,1759 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,3057 dolar AS dari 1,3074 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi 0,7154 dolar AS dari 0,7119 dolar AS.

Dolar AS membeli 105,76 yen Jepang, lebih rendah dari 105,97 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9144 franc Swiss dari 0,9178 franc Swiss dan turun menjadi 1,3342 dolar Kanada dari 1,3385 dolar Kanada. (Ant)

Editor: Fariz Fadhillah

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Diterjang Corona, Denyut PAD Kalsel Melemah
apahabar.com

Ekbis

Ini Estimasi Biaya Perbaikan Mobil yang Terendam Banjir
apahabar.com

Ekbis

Rawan Perampokan Driver Online, Astra: Lengkapi dengan GPS
apahabar.com

Ekbis

Ditutup Menguat, Rupiah Pagi Ini Dibuka Melemah
apahabar.com

Ekbis

Harus Pulih! Pusat Suntik Puluhan Miliar ke Banjarmasin
apahabar.com

Ekbis

Hari Ini, TCASH Berubah Menjadi LinkAja
apahabar.com

Ekbis

Harbolnas, ShopBack Kantongi Transaksi Tertinggi Setahun
apahabar.com

Ekbis

Berkah Harganas 2019 di Kalsel, Hotel Berbintang Laris Manis
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com