Nekat Takbir Keliling di Kalsel, Simak Sanksi yang Bakal Diterapkan Polisi Subuh Hilang Kontak, Seorang Pria di Telaga Biru Banjarmasin Ditemukan Jadi Mayat Dapat Hidayah, Warga Binaan Lapas Balikpapan Ini Ketika Bebas Ingin Jadi Guru Ngaji Simpan Sabu di Lipatan Kasur, Warga Kelayan Banjarmasin Ini Mati-matian Tak Mengaku Lindungi Hak Konsumen, SPBU Banjarmasin Ditera Ulang

Dolar Tergelincir Saat Menanti Stimulus Washington

- Apahabar.com Rabu, 5 Agustus 2020 - 10:02 WIB

Dolar Tergelincir Saat Menanti Stimulus Washington

Uang dolar AS. Foto: Reuters via Antara

apahabar.com, NEW YORK – Sementara investor menunggu pembicaraan tentang stimulus Covid-19 di Washington, Dolar tergelincir pada Rabu (5/8) pagi.

Setelah penurunan bulanan terbesar dalam satu dekade pada Juli, greenback disebut mengawali Agustus dengan catatan menguat karena beberapa investor memangkas posisi jual.

Tetapi prospek dalam jangka pendek untuk dolar sebagian terkait dengan pembicaraan tentang putaran stimulus berikutnya di Washington dan dampak ekonomi dari kasus baru virus di Amerika Serikat.

Gedung Putih dan para pemimpin kongres Demokrat telah melaporkan beberapa kemajuan dalam pembicaraan mengenai RUU bantuan besar virus corona kelima, tetapi mereka masih terbelah dalam sejumlah masalah.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, melemah 0,16 persen setelah naik 0,6 persen selama dua sesi sebelumnya.

“Sementara konsolidasi atau rebound korektif moderat tidak bisa dihindari setelah penurunan tajam bulan lalu, sentimen pasar terhadap dolar masih negatif karena didominasi kekhawatiran tentang skala pandemi virus corona di AS dan dampaknya yang menghancurkan pada ekonomi,” Piotr Matys, analis valas senior di Rabobank, mengatakan dalam sebuah catatan.

Meskipun terjadi perlambatan dalam kasus baru virus AS dan dorongan data pabrik, investor tetap khawatir tentang ekonomi AS.

“Poin data besar AS berikutnya adalah klaim pengangguran mingguan dan laporan ketenagakerjaan AS Juli minggu ini,” kata Boris Schlossberg, Direktur Pelaksana Strategi Valas di BK Asset Management di New York.

Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi 1,1783 dolar AS dari 1,1759 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,3057 dolar AS dari 1,3074 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi 0,7154 dolar AS dari 0,7119 dolar AS.

Dolar AS membeli 105,76 yen Jepang, lebih rendah dari 105,97 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9144 franc Swiss dari 0,9178 franc Swiss dan turun menjadi 1,3342 dolar Kanada dari 1,3385 dolar Kanada. (Ant)

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Tunjang PSBB Banjarmasin, Perum Divre Bulog Kalsel Jamin Pangan Terkendali
apahabar.com

Ekbis

Lenovo Rilis Ponsel Pertama Snapdragon 855 dan RAM 12GB Januari Mendatang

Ekbis

Triwulan I 2021: Bank bjb Catat Kinerja Positif, Laba Bersih Tumbuh 15,2%
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Selasa Pagi Melemah ke Rp13.671/USD
apahabar.com

Ekbis

Ketika Kaltara Memacu Pembangunan via Transportasi Udara
apahabar.com

Ekbis

Bisa Cegah Korupsi, Genbi Kalsel Ajak Pengusaha Gerakkan Pembayaran Nontunai
apahabar.com

Ekbis

Tak Ramah Lingkungan, Ini Alasan Pertamina Berencana Hapus BBM Premium
Lahan Sempit, Begini Cara Rumah Tetap Nyaman Ditinggali

Ekbis

Lahan Sempit, Begini Cara Rumah Tetap Nyaman Ditinggali
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com