Biang Kebakaran Hebat di Patmaraga Kotabaru Mulai Terungkap Nasib Terkini 505 Warga Korban Kebakaran di Patramarga Kotabaru Hari Ini, 30 Warga Balangan Dominasi Kasus Positif Covid-19 di Kalsel [FOTO] Penampakan Ratusan Rumah yang Terbakar di Patmaraga Kotabaru Kena PHP, Buruh Tebar Ancaman ke Wakil Rakyat Kalsel di Senayan

Dongkrak Ekspor Pertanian Lewat Aplikasi i-Mace

- Apahabar.com Senin, 31 Agustus 2020 - 22:09 WIB

Dongkrak Ekspor Pertanian Lewat Aplikasi i-Mace

Penyerahan aplikasi i-Mace dari Balai Karantina Pertanian Banjarmasin kepada Pemerintah Provinsi Kalsel. Foto-apahabar.com/Musnita Sari

apahabar.com, BANJARMASIN – Peluang ekspor membuat pemerintah memaksimalkan potensi produksi komoditas pertanian di Indonesia. Mendorong peningkatan ekspor karet dari Kalimantan Selatan ke berbagai negara tujuan, Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin menghadirkan aplikasi i-Mace untuk menjawab tantangan ini.

“i-Mace ini bisa digunakan untuk instansi pemerintah memberikan atau menentukan kebijakan lebih lanjut, karena di situ ada informasi peluang ekspor kita ke negara mana aja,” ucap Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin drh. Nur Hartanto, MM. kepada awak pers di sela kegiatan Merdeka Ekspor, Senin (31/8) sore

i-MACE (Indonesian Maps of Agricultural Commodities Export) merupakan aplikasi besutan Kementerian Pertanian. Selain akselerasi ekspor, pemerintah daerah juga dapat memetakan sentra dan jenis komoditas unggulan dan negara tujuan ekspor.
“Ekspor apa saja yang ada di tempat kita, berapa jumlahnya, semua tersedia di situ secara real time,” papar dia.

Setelah dilaunching 2019 lalu, aplikasi ini kemudian diserahkan kepada PemProv Kalimantan Selatan untuk membantu dalam mendongkrak ekspor Indonesia ke depan.

Dari aplikasi tersebut dapat diketahui bahwa meski pandemi Covid-19 melanda Kalimantan Selatan, namun kondisinya tidak terlalu berdampak pada komoditas ini, Bahkan dipaparkannya mulai ada tren peningkatan.

“Akhir bulan ini mulai ada peningkatan. Sebagian besar tujuannya ke India dan China untuk industri ban, seperti Bridgestone, Michelin, Goodyear Tire sudah menggunakan karet dari banua,” beber dia

Menurut asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Kalsel, Syaiful Azhari, komoditas karet sempat menurun pada triwulan kedua sebesar 13-14 persen.

“Secara teknis akibat Covid-19. Tetapi bukan hanya kita yang lesu, seluruh dunia memang terjadi penurunan,” kata Syaiful.

Melalui sinergitas ini, Pemprov Kalimantan Selatan berharap ekspor karet dapat meningkatkan kondisi perekonomian pada triwulan berikutnya.

Hal ini dia ungkapkan saat mewakili kedatangan Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor dalam rangkaian acara Merdeka Ekspor di PT. Bumi Asri Pasaman. Pada kegiatan tersebut juga diisi dengan Talkshow “Karet Banua Menembus Dunia” dan diakhiri prosesi pelepasan ekspor karet.

Editor: Syarif

Reporter: Musnita Sari - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Apple MulaiĀ Gak Laku?
apahabar.com

Ekbis

Jika Tidak Menguntungkan, Bank Kalsel Cabang DKI Lebih Baik Tutup
apahabar.com

Ekbis

Kuartal 4-2019, Telkomsel Fokus Infrastruktur Teknologi Broadband Terdepan
apahabar.com

Ekbis

Permintaan Besar di Pasar Global, Pemerintah Bidik Peluang Ekspor Pisang Cavendish Jembrana
apahabar.com

Ekbis

Haul Guru Sekumpul, XL Axiata Upayakan Internet Tidak Lelet
apahabar.com

Ekbis

Kembali Angkut Penumpang, Gojek: Kedepankan Prosedur Kesehatan dan Kebersihan
apahabar.com

Ekbis

3 Bank BUMN Siapkan Rp 85,4 Triliun Hadapi Libur Natal dan Tahun Baru
apahabar.com

Ekbis

Mengintip Perjuangan Peternak Sapi Perah Satu-satunya di Kotabaru
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com