Ibadah Ramadan di Banjarbaru Diperbolehkan dengan Prokes, Petasan Jangan! Bawaslu Kalsel Tanggapi Santai Aduan Denny Indrayana ke Pusat Kronologi Lengkap Penemuan Jasad Tak Utuh di Gang Jemaah II Banjarmasin Mudik Dilarang, Terminal Pal 6 Banjarmasin Tutup Rute Antarkabupaten-kota Mudik Ramadan Dilarang, Pertamina Kalimantan Tambah 3 Persen Pasokan Gas

Dongkrak Ekspor Pertanian Lewat Aplikasi i-Mace

- Apahabar.com Senin, 31 Agustus 2020 - 22:09 WIB

Dongkrak Ekspor Pertanian Lewat Aplikasi i-Mace

Penyerahan aplikasi i-Mace dari Balai Karantina Pertanian Banjarmasin kepada Pemerintah Provinsi Kalsel. Foto-apahabar.com/Musnita Sari

apahabar.com, BANJARMASIN – Peluang ekspor membuat pemerintah memaksimalkan potensi produksi komoditas pertanian di Indonesia. Mendorong peningkatan ekspor karet dari Kalimantan Selatan ke berbagai negara tujuan, Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin menghadirkan aplikasi i-Mace untuk menjawab tantangan ini.

“i-Mace ini bisa digunakan untuk instansi pemerintah memberikan atau menentukan kebijakan lebih lanjut, karena di situ ada informasi peluang ekspor kita ke negara mana aja,” ucap Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin drh. Nur Hartanto, MM. kepada awak pers di sela kegiatan Merdeka Ekspor, Senin (31/8) sore

i-MACE (Indonesian Maps of Agricultural Commodities Export) merupakan aplikasi besutan Kementerian Pertanian. Selain akselerasi ekspor, pemerintah daerah juga dapat memetakan sentra dan jenis komoditas unggulan dan negara tujuan ekspor.
“Ekspor apa saja yang ada di tempat kita, berapa jumlahnya, semua tersedia di situ secara real time,” papar dia.

Setelah dilaunching 2019 lalu, aplikasi ini kemudian diserahkan kepada PemProv Kalimantan Selatan untuk membantu dalam mendongkrak ekspor Indonesia ke depan.

Dari aplikasi tersebut dapat diketahui bahwa meski pandemi Covid-19 melanda Kalimantan Selatan, namun kondisinya tidak terlalu berdampak pada komoditas ini, Bahkan dipaparkannya mulai ada tren peningkatan.

“Akhir bulan ini mulai ada peningkatan. Sebagian besar tujuannya ke India dan China untuk industri ban, seperti Bridgestone, Michelin, Goodyear Tire sudah menggunakan karet dari banua,” beber dia

Menurut asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Kalsel, Syaiful Azhari, komoditas karet sempat menurun pada triwulan kedua sebesar 13-14 persen.

“Secara teknis akibat Covid-19. Tetapi bukan hanya kita yang lesu, seluruh dunia memang terjadi penurunan,” kata Syaiful.

Melalui sinergitas ini, Pemprov Kalimantan Selatan berharap ekspor karet dapat meningkatkan kondisi perekonomian pada triwulan berikutnya.

Hal ini dia ungkapkan saat mewakili kedatangan Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor dalam rangkaian acara Merdeka Ekspor di PT. Bumi Asri Pasaman. Pada kegiatan tersebut juga diisi dengan Talkshow “Karet Banua Menembus Dunia” dan diakhiri prosesi pelepasan ekspor karet.

Editor: Syarif

Editor: Reporter: Musnita Sari - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Raup Belasan Juta dari Perpaduan Jeans dan Kain Etnik Kalimantan
apahabar.com

Ekbis

Bandara Sepinggan Balikpapan Mulai Buka Penerbangan Umrah
apahabar.com

Ekbis

Memasuki Kemarau, Petani Limau Keprok Terancam Gagal Panen
apahabar.com

Ekbis

Dipicu Penjualan Mobil di China Lesu, Harga Batu Bara Turun Lagi
Minyak Goreng Alif

Ekbis

Asli Kalsel, Minyak Goreng Alif Bakal Tingkatkan Produksi dan Ekspansi ke Kaltim
apahabar.com

Ekbis

Penerbangan Subsidi Buntok-Banjarmasin Turun Drastis
apahabar.com

Ekbis

Masyarakat Kalsel Diminta Tidak Ikut Panik Wabah Virus Corona
sektor pertanian

Ekbis

Regenerasi Sektor Pertanian, Bonus Demografi Perlu Dioptimalkan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com