ga('send', 'pageview');
Resmi Sebagai Calon, Sahbirin Noor Lepas Jabatan Gubernur Kalsel Pengundian Nomor Urut Pilwali Banjarmasin, KPU Warning Pasangan Calon Jokowi Ungkap Sederet Masalah Food Estate Penyelamat Pangan RI di Kalteng dan Sumut Klaster Perkantoran Pertama di Tabalong, Belasan Pegawai KPP Pratama Tanjung Terpapar Covid-19 Penetapan Paslon Pilwali Banjarmasin 2020: Didahului Khairul Saleh, Diakhiri Ibnu Sina

Dugaan Korupsi Dana Desa di HST, Jaksa Lidik 6 Aduan

- Apahabar.com Sabtu, 29 Agustus 2020 - 19:22 WIB

Dugaan Korupsi Dana Desa di HST, Jaksa Lidik 6 Aduan

Kejari HST tengah menyelidiki enam laporan terkait dugaan penyalahgunaan dana desa. Foto-Ist

apahabar.com, BARABAI – Bau amis penyalahgunaan anggaran dana sejumlah desa di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) menyeruak ke permukaan. Tim Kejari HST pun turun tangan.

Dugaan rasuah di penggunaan dana desa itu mencuat setelah jaksa menerima laporan melalui Aplikasi Penanganan Aduan Masyarakat (APAM) milik Kajari HST ini.

“Ada 6 laporan,” jelas Kajari HST, Trimo kepada apahabar.com, Sabtu (29/8).

Laporan yang diterima pihak Kejari dari aplikasi andorid itu berupa beberapa kegiatan yang mengarah ke tindak pidana atau melawan hukum. Pelakunya diduga oknum kepala desa.

Perkaranya sendiri berkaitan dengan dengan mark up atau penggelembungan anggaran proyek, proyek fiktif hingga ketidaksesuaian dengan spesifikasi.

Mengambil contoh seperti pengadaan proyek fisik, bantuan ke Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), hingga bantuan langsung tunai (BLT) terkait penanganan Covid-19.

apahabar.com

Kajari HST, Trimo. Foto-apahabar.com/HN Lazuardi

“Kami masih melakukan penyelidikan (lidik). Apakah ini mengarah ke tindak pidana korupsi atau hanya persoalan administrasi,” kata Trimo.

Sebelumnya jaksa sudah menangani 3 aduan dugaan kasus korupsi. Yakni, kasus yang menyeret dua pembakal di HST dan 1 ASN di HST.

Baca juga :  Polisi Beberkan Fakta Terbaru Terkait Mayat di Ilung Hulu Sungai Tengah

Kedua pejabat desa itu Pembakal Desa Pengambau Hilir Luar Kecamatan Haruyan, AS dan Pembakal Desa Binjai Pemangkih Kecamatan Labuan Amas Utara, MS.

“Pekan depan kasus ini disidangkan. Ja─Ćwalnya menyusul. Intinya segera disidangkan agar mendapat kepastian hukum,” ujar Trimo

Terungkapnya kasus ini, kata Trimo, juga berawal dari aduan masyarakat. Keduanya diduga menyalahgunakan dana desa pada 2018 silam.

Diduga dua pembakal ini melakukan penyalahgunaan dana desa terkait proyek yang notabene mark up dan fiktif dan tidak sesuai undang-undang.

Pada 2019, kasus ini ditingkatkan ke tahap penyidikan. Kemudian pada 2020 ini baru ditetapkan sebagai tersangka.

Dari hasil audit BPK ditemukan kerugian negara. Di Desa Pengambau Hilir Luar kerugiannya mencapai Rp272 juta lebih.

“Sedangkan Kepala Desa Binjai Pemangkih menyalahgunakan dana desa mencapai kerugian Rp273 juta lebih,” kata Trimo.

Walau sebagian sudah ada yang mengembalikan dana desa tersebut, terang Trimo, bukan berarti menghapus tindak pidana. Sebab yang bersangkutan melawan hukum bukan kesalahan administrasi.

Dari hasil pengembangan kasus korupsi dana desa dan melakukan pendalaman terhadap AS. Dari hasil pedalaman didapati satu nama yakni MA oknum ASN di HST.

Baca juga :  Terdakwa Pembakar MAN 1 HST Divonis 3 Tahun, PH Pikir-pikir Ambil Upaya Hukum

Dia juga turut terseret dalam kasus itu. “Peran ASN ini sebagai penyedia barang dan jasa,” kata Trimo.

Saat ini, AS dan MA dititipkan di Rutan Barabai dan MS dititipkan di tahanan Polres HST.

Mereka dijerat Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 jo Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 sub Pasal 3 Undang-Undang Nomor 39 jo Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor.

Ancaman hukumannya paling lama 20 tahun minimal 4 tahun. Dendanya mencapai Rp200 juta.

Khusus AS dan MA, ditambahkan Pasal 55 Ayat 1 KUHP.

“Tambahan pasal ini karena mereka melakukan tindakan melawan hukum secara bersama-sama atau menyalahgunakan kewenangan yang merugikan negara secara bersama-sama,” tutup Trimo.

Trimo menegaskan siapa saja yang turut serta memperkaya diri atau menikmati uang korupsi harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Pihaknya siap menindak lanjuti aduan masyarakat.

“Kasus ini diharapkan menjadi pelajaran agar menggunakan dana sebaik mungkin. Untuk kemajuan desa,” tutup Trimo.

Editor: Fariz Fadhillah

Reporter: HN Lazuardi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Ikatan Guru Indonesia Sepakat Penghapusan Tenaga Honorer di Kalsel
apahabar.com

Kalsel

PKBI Kalsel Dorong Organisasi Resmi Waria di Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Duh, Pemko Banjarmasin Belum Juga Usulkan CPNS 2019
apahabar.com

Kalsel

Angin Segar untuk Pembangunan Jembatan Sungai Lulut

Kalsel

Kronologis Perampokan Sadis di Alfa Mart Teluk Tiram Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Hari Ini KPU Umumkan Pasangan Calon di Pilkada Kalsel 2020, Kepatuhan Prokes Diatensi!
apahabar.com

Kalsel

Gelar Salat Gaib, Jemaah Masjid Sabilal Muhtadin Kehilangan Sosok Arifin Ilham
apahabar.com

Kalsel

Perbarui Penyimpanan, Sekdaprov Lirik Pengarsipan Digital
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com