ga('send', 'pageview');
Gali Lubang Buat Kabur, Napi Cina Lapas Tangerang Jadi Buruan Tim Khusus Penabrak Lari yang Ngaku Polisi di Banjarmasin Ternyata Sudah Diamankan Mantan Anggota DPRD Tanbu Mahyudin alias Udin Kocak Tutup Usia Gejolak Harga Elpiji, Polisi Bongkar Aksi Curang 2 Pangkalan di Banjarmasin Menyelisik Ritual Pemakaman Adat Dayak Meratus: Hamburkan Beras Kuning Agar Keburukan Tak Menyertai Peserta Ritual

Dukung Pengembangan Goa Lowo, Indocement Datangkan Tenaga Ahli

- Apahabar.com Kamis, 27 Agustus 2020 - 13:56 WIB

Dukung Pengembangan Goa Lowo, Indocement Datangkan Tenaga Ahli

Dua tenaga ahli ULM memberikan materi Bimtek peningkatan SDM Pokdarwis dalam pengelolaan destinasi goa lowo. Foto-Istimewa

apahabar.com, KOTABARU – Sebagai wujud nyata ikut meningkatkan sektor pariwisata khususnya di kawasan Goa Lowo di Desa Tegalrejo, Kecamatan Kelumpang Hilir Kabupaten Kotabaru, PT. Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk Plant Tarjun kembali mendatangkan dua orang tenaga ahli.

Tenaga ahli itu asal Universitas Lambung Mangkurat (ULM), yakni, Dekan Fakultas Kehutanan ULM yakni Dr. Kissinger, S. Hut, M.Si, serta Dr. Ir. Daniel Itta, M.S selaku Dosen Fakultas Kehutanan ULM.

Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan produsen semen Tiga Roda mendatangkan tenaga ahli itu untuk mengisi pelatihan atau Bimbingan Teknis (Bimtek), kepada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Rabu (26/08).

Dalam materi pelatihan, Dr. Kissinger menyampaikan berbagai hal keilmuan, di antaranya membahas berkaitan dengan aspek lingkungan pengelolaan wisata.

Menurut dia, sektor kepariwisataan dilakukan secara sukarela serta bersifat sementara untuk menikmati obyek dan daya tarik wisata sebegaimana peraturan perundang-undangan Nomor. 90/990 tentang Kepariwisataan.

Ada beberapa hal yang menjadi perhatian seperti halnya pada segi ekonomi, ekologi dan juga sosial, di antaranya adalah berkenaan dengan peningkatan kepuasan pengunjung, peningkatan perekonomian masyarakat, penggunaan produk dan layanan wisata yang berbasis lingkungan, peningkatan kepedulian sosial dan peningkatan konsumsi produk lokal,” tuturnya.

Di”samping itu, ada faktor yang dapat menjadikan desa menjadi kawasan desa wisata yaitu, kerajinan, seni budaya, pertanian, peninggalan tokoh agama yang berbasis ritual dan keindahan alam lingkungan menjadi desa yang berbasis nuansa alam. Tentu hal itu tak lepas dari peran pemerintah, masyarakatnya dan juga pelaksana kawasan wisata tersebut.

“Jadi, yang harus kita perhatikan juga adalah agar para wisatawan bisa betah saat berada di lokasi wisata tersebut, karena itu menjadi faktor pendukung penting dalam pengelolaan pengembangan sektor kepariwisataan. Lokasinya harus nyaman, pelayanan prima terhadap pengunjung yang datang, dan lain sebagainya,” terangnya.

Disimpulkannya, parawisata berkelanjutan merupakan manifestasi melindungi dan menjaga lingkungan dan dari sisi kreatifitas, inovasi merupakan hal yang sangat penting dalam mencapai keberhasilan pengelolaan lingkungan berbasis wisata ramah lingkungan.

“Intinya, dalam pengelolaan konsep kepariwisataan tetap mengedepankan konsep lingkungan yang baik. Sehingga, ekosistem alam dapat berjalan sebagaimana mestinya dan juga dari segi pelayanan yang diberikan kepada pengunjung harus baik sehingga selain lokasi wisatanya, masyarakat juga merasa nyaman saat berada di kawasan tersebut,” katanya.

Salah satu peserta Bimtek, H. Rafiansyah sangat apresiasi atas terselenggaranya pelatihan yang diprakarsai oleh Indocement dalam rangka peningkatan sumber daya manusia dan pengembangan sektor pariwisata Goa Lowo.

“Dari beberapa pemaparan yang disampaikan oleh narasumber, utamanya terkait beberapa lokasi wisata di Indonesia yang memiliki keunikan tersendiri seperti Bali, Danau Toba, Bunaken dan lain sebagainya, sangat memberikan kesan bagi para pelancong yang berkunjung dan itu menjadi salah satu perhatian kami,” ujarnya.

Kendati demikian, pengelolaan kawasan wisata serta pelayanan terhadap pengunjng juga menjadi hal penting untuk dilakukan agar pengelolaannya semakin baik. Ia sangat mengapresiasi dengan kegiatan Bimtek Goa Lowo yang di fasilitasi oleh Indocement dan berharap kedepannya akan ada lagi pelatihan yang menunjang wisata Goa Lowo seperti kuliner, makanan khas daerah, dan lainnya.

“Di samping itu, management pengelolaan kawasan wisata yang di dalamnya mencakup integritas, ketersediaan kuliner khas Goa Lowo serta kebersihan lingkungan utamanya sampah harus menjadi atensi,” tambahnya.

Camat Kelumpang Hilir, Johanuddin menuturkan, Bimtek pengelolaan wisata berkelanjutan yang dilaksanakan oleh Indocement pihaknya sangat apresiasi dengan baik, dan salah satu penunjangnya adalah sumber daya manusianya yang menjadi perhatian.

Dia berharap, seluruh peserta dapat mengikutinya sehingga dapat diterapkan dalam mengelola Goa Lowo yang menjadi salah satu destinasi andalan Kecamatan Kelumpang Hilir khsusunya, serta di Kabupaten Kotabaru pada umumnya.

“Tentu, saya atas nama Pemerintah Kecamatan mengucapkan terimakasih kepada Indocement yang telah mengadakan Bimtek semacam ini. Hal itu merupakan wujud perhatian mereka kepada masyarakat dan utamanya dalam peningkatan dan pengembangan wisata Goa Lowo,” ujarnya.

Mewakili management Indocement, Agus Rifani menjelaskan, dengan melihat antusias peserta pelatihan dan masyarakat Desa Tegalrejo, ia merasa bangga dengan kemajemukan warga setempat bersatu ikut memajukan wisata Goa Lowo sehingga nampak terlihat hasilnya hingga saat ini.

“Kemajuan suatu kawasan wisata pastinya tergantung dari masyarakat sekitarnya untuk melakukan pengelolaannya sehingga bukan hanya mendatangkan nilai positif bagi masyarakat saja, namun juga bagi daerah, baik itu dari segi ekonomi, sumber daya manusianya dan pengembangannya ke depan,” imbuhnya.

Agus berharap, pelaksanaan Bimtek ini dapat benar-benar diikuti dengan baik. Menjadi hal penting adalah kawasan objek wisata Goa Lowo dapat selalu terjaga sebagaimana harapan, dan seperti event-event sebelumnya, pihaknya tetap menjaga dan mentaati anjuran pemerintah berkenaan dengan protokol kesehatan dikarenakan wabah Pandemi Covid-19.

“Goa Lowo tentu dapat dijadikan sebagai destinasi wisata andalan bagi daerah. Dengan begitu, akan mampu menjadi nilai plus bagi kemajuan pembangunan daerah, kawasan Goa Lowo juga harus tetap terjaga keasriannya,” ujar Agus mengakhiri.

Editor: Muhammad Bulkini

Reporter: Masduki - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Pemkab Kotabaru

Update Covid-19 di Kotabaru: Pengidap Tambah Enam, Dua Sembuh
apahabar.com

Pemkab Kotabaru

PT Sebuku Bayar Rp 700 M, Bangun Embung hingga RS di Kotabaru
Tangkal Covid-19, Kurir Nelayan di Kotabaru Pun Diawasi

Pemkab Kotabaru

Tangkal Covid-19, Kurir Nelayan di Kotabaru Pun Diawasi
apahabar.com

Kota Baru

Benahi Permukiman Kumuh di Kotabaru, Pemerintah Pusat Kucurkan Rp 54 Miliar
apahabar.com

Kota Baru

Lestarikan Budaya Nenek Moyang, Pemkab Kotabaru Gelar Lomba Perahu Katir
apahabar.com

Kota Baru

Bupati Kotabaru Sayed Jafar Sambut Hangat MoU PT PLN dengan PT SDE
apahabar.com

Kota Baru

Putus Diterjang Banjir, Jembatan Gantung Jadi Objek Selfie Warga
apahabar.com

Pemkab Kotabaru

Pelajar Tanbu Dikenalkan Sistem Navigasi Kapal Angkatan Laut
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com