Link Live Streaming MotoGP Catalunya 2020, Live Trans7, Kans Rossi Podium Hasil Kualifikasi MotoGP Catalunya 2020, Morbidelli Pole Position, Rossi Start Ketiga, Live Trans7 KDRT di Kintap Tala: Cemburu, Suami Tebas Leher Istri Tiga Jadwal Krusial Persib di Liga 1 2020 Bulan Oktober, Madura vs Persib, Persib vs Bali United, PSM Makassar vs Persib Resmi, Mendagri Tunjuk Dua Pjs Wali Kota Banjarbaru dan Bupati Kotabaru

Ekonomi Jeblok, Presiden Bertekad Pacu Pariwisata

- Apahabar.com Kamis, 6 Agustus 2020 - 12:56 WIB

Ekonomi Jeblok, Presiden Bertekad Pacu Pariwisata

Petugas mengalungkan bunga untuk menyambut penumpang pesawat rute domestik yang tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali. Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo menginginkan lompatan di sektor pariwisata Indonesia dengan dukungan manajemen terintegrasi.

“Agar terjadi sebuah lompatan di sektor pariwisata juga pengelolaan ekosistem pariwisata dan pendukungnya,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Rapat Terbatas dengan topik Penggabungan BUMN di Sektor Aviasi dan Pariwisata di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (6/8).

Ia menekankan pentingnya dukungan dari dunia aviasi atau penerbangan yang betul-betul harus didesain dengan manajemen yang lebih terintegrasi.

Menurut dia, penerbangan harus lebih terkonsolidasi dari hulu sampai hilir.

“Ini yang tidak pernah dilakukan, mulai dari manajemen airlines, manajemen bandaranya, manajemen pelayanan penerbangannya,” kata presiden.

Ia menginginkan agar hal itu tersambung dengan manajemen destinasi, termasuk juga tersambung dengan manajemen hotel dan perjalanan.

“Dan bahkan sampai kepada manajemen produk-produk lokal dan industri kreatif yang kita miliki,” katanya.

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal kedua jatuh berada di angka minus 5,32.

“Dan saya melihat sektor yang terdampak, terkonstraksi sangat dalam yaitu di sektor pariwisata dan sektor penerbangan,” kata Presiden Jokowi.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo memerintahkan penataan sistem di sektor pariwisata dan penerbangan agar dapat lebih efektif.

Momentum penataan itu terjadi khususnya saat pandemi karena terjadi kontraksi yang mendalam di kedua sektor tersebut pada triwulan II 2020.

“Penurunan ini justru menjadi momentum kita untuk konsolidasi, untuk transformasi di bidang pariwisata dan juga di bidang penerbangan melalui penataan yang lebih baik mengenai rute penerbangan, penentuan ‘hub’, penentuan ‘super hub’ kemudian juga kemungkinan untuk menyatukan BUMN penerbangan dan pariwisata sehingga arahnya semakin kelihatan,” ujar Presiden. (Ant)

Editor: Fariz Fadhillah

Uploader - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Demi Penanganan Covid-19, Cuncung Siap Potong Gaji 50 Persen

Nasional

Demi Penanganan Covid-19, Cuncung Siap Potong Gaji 50 Persen
apahabar.com

Nasional

Ikut Kawal TPS, BKD Prabowo-Sandi Kalsel Pastikan Tak Ada Gesekan
apahabar.com

Nasional

Covid-19 Mewabah, Jumlah Keluarga Penerima Manfaat Ditingkatkan
apahabar.com

Nasional

Jadi Ketua Watimpres, Wiranto: Saya Paham Obsesi Kenegaraan Jokowi
apahabar.com

Nasional

93 Kematian Baru di Hubei Akibat Virus Corona
apahabar.com

Nasional

Jokowi Minta Masyarakat Tetap Tenang Namun Waspada Tsunami
apahabar.com

Nasional

Jadi Menko PMK, Muhadjir Fokus Pembukaan Lapangan Kerja
apahabar.com

Nasional

Peselancar AS Tewas Diserang Hiu
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com