Banjir Belum Reda, Warga Desa Bincau Terancam Kekurangan Makanan Update Covid-19: Belasan Warga Kapuas Sembuh, 1 Positif H2D Sidang Perdana di MK, Bawaslu RI ‘Turun Gunung’ ke Kalsel 4.840 Vial Vaksin Covid-19 Tiba di Tanah Bumbu Pengungsi Banjir Bertambah, Kalsel Perpanjang Status Tanggap Darurat

Erick Thohir Nilai Keputusan Pemerintah Tidak Lockdown Tepat

- Apahabar.com Sabtu, 15 Agustus 2020 - 19:36 WIB

Erick Thohir Nilai Keputusan Pemerintah Tidak Lockdown Tepat

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat (17/7). Foto-Antara/Dhemas Reviyanto

apahabar.com, JAKARTA – Menteri BUMN Erick Thohir menilai keputusan pemerintah tidak melakukan lockdown sudah tepat guna menyeimbangkan antara pemulihan kesehatan dan ekonomi.

“Kebijakan Presiden enggak lockdown itu tepat, ada gas dan ada rem. Ya, harus seiring kesehatan dan ekonomi, bukan kebalik,” kata Erick Thohir dalam diskusi virtual bertajuk “Kesehatan Pulih, Ekonomi Bangkit” di Jakarta, Sabtu (15/8).

Erick Thohir menjelaskan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II/2020 yang minus 5,32 persen lebih baik dibandingkan dengan Singapura yang minus 12,6 dan negara-negara lainnya.

“Kebijakan Presiden sudah sangat tepat. Kita juga enggak usah debat lagi. Sekarang kita bicara seperti Presiden kemarin tekankan dua hal bijak untuk melakukan lompatan kemajuan,” kata Erick Thohir.

Sektor yang ditekankan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pidato RUU APBN 2021 untuk melakukan lompatan kemajuan yakni kesehatan, pangan, dan energi.

“Dua poin ini jadi dasar Indonesia tumbuh. Data prediksi World Bank 4,8 persen pertumbuhan ekonomi kita ke depan. ADB 5,5 persen, IMF 6,1 persen, kita jelaskan lagi kalau bangsa luar percaya, masa bangsa kita pesimistis. Karena itu Indonesia targetkan pertumbuhan ekonomi 4,5-5,5. persen. Sayang sekali kalau kegiatan yang dilakukan pemerintah baik melalui kementerian, pemda, Pemulihan Ekonomi Nasional, tidak mentransformasi dari strategi besar bangsa,” kata Erick Thohir.

Dia menyebutkan Indonesia mempunyai dua modal dasar yang kuat untuk bangkit yakni jumlah penduduk besar dan sumber daya alam yang kaya.

“Kita sudah berkali-kali diuntungkan dengan siklus ekonomi yang dulu minyak kayu, batu bara, kelapa sawit, sekarang nikel, bauksit, dan lainnya,” ujar Erick Thohir.

Presiden Jokowi dalam Pidato RUU APBN 2021 menyampaikan seiring dengan pentingnya kelanjutan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), pada RAPBN tahun 2021 dialokasikan anggaran sekitar Rp356,5 triliun yang diarahkan.

Pertama, penanganan kesehatan dengan anggaran sekitar Rp25,4 triliun untuk pengadaan vaksin antivirus, sarana dan prasarana kesehatan, laboratorium, litbang, serta bantuan iuran BPJS untuk PBPU.

Kedua, perlindungan sosial pada masyarakat menengah ke bawah sekitar Rp110,2 triliun, melalui program keluarga harapan, kartu sembako, kartu pra kerja, serta bansos tunai.

Ketiga, sektoral kementerian/lembaga dan pemda dengan anggaran sekitar Rp136,7 triliun, yang ditujukan untuk peningkatan pariwisata, ketahanan pangan dan perikanan, kawasan industri, pengembangan ICT, pinjaman ke daerah, serta antisipasi pemulihan ekonomi.

Keempat, dukungan pada UMKM sekitar Rp48,8 triliun, melalui subsidi bunga KUR, pembiayaan UMKM, penjaminan serta penempatan dana di perbankan.

Kelima, pembiayaan korporasi sekitar Rp14,9 triliun, yang diperuntukkan bagi lembaga penjaminan dan BUMN yang melakukan penugasan.

Keenam, insentif usaha sekitar Rp20,4 triliun, melalui pajak ditanggung pemerintah, pembebasan PPh impor, dan pengembalian pendahuluan PPN.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Uploader - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Kartu Prakerja Diluncurkan April, Dimulai dari Jabodetabek
apahabar.com

Nasional

Jokowi Sebut 290 Juta Vaksin Siap Diproduksi hingga Akhir 2021
apahabar.com

Nasional

Ini Cerita Lengkap Hasil Rekonstruksi Penembakan Laskar FPI
apahabar.com

Nasional

Hasil Autopsi Mahasiswa ITB yang Tewas Saat Penelitian di Kotabaru
apahabar.com

Nasional

Subsidi ‘Si Melon’ Segera Disetop, Gas Industri Jadi Murah
apahabar.com

Nasional

Chairawan: Tim Mawar Sudah Bubar
apahabar.com

Nasional

Divonis Gagal Jantung, Berikut Tips Menjaga Kesehatan
apahabar.com

Nasional

Tanggapi Isu kebangkitan PKI, Jenderal (Purn) Agum Gumelar: Basi!
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com