Varian Baru Corona B117 Sudah Masuk Kalsel, Banjarmasin Belum Ada Temuan Satu Warga Kalsel Tertular Corona B117, Pj Safrizal Imbau Perketat Prokes Resmi, Kejari Tanbu Tetapkan Tersangka Kasus Pengadaan Kursi Peserta KLB Demokrat Dijanjikan Rp 100 Juta, Ternyata Hanya Terima Rp 5 Juta Polisi Bakal Tindak Parkir Sembarangan di Kawasan Taman Kota-Masjid Raya Kotabaru

Erick Thohir: Setelah Vaksin Covid-19 Ditemukan, Imunisasi Massal Awal 2021

- Apahabar.com Sabtu, 15 Agustus 2020 - 18:51 WIB

Erick Thohir: Setelah Vaksin Covid-19 Ditemukan, Imunisasi Massal Awal 2021

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Erick Thohir ingin imunisasi massal segera dilakukan begitu vaksin virus corona ditemukan. Foto-Kementerian BUMN via Republika.co.id

apahabar.com, JAKARTA – Menteri BUMN sekaligus Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Erick Thohir menyebut, imunisasi massal akan dilakukan setelah vaksin ditemukan.

Erick berharap vaksin virus corona dapat ditemukan dan diproduksi pada awal 2021.

“Setelah berjalan tetap gerakan stimulus ekonomi dan penemuan vaksin yang nantinya diharapkan awal tahun depan imunisasi massal,” kata Erick dalam diskusi virtual yang bertajuk “Kesehatan Pulih, Ekonomi Bangkit” di Jakarta, Sabtu (15).

Erick berharap setelah ditemukan vaksin dan imunisasi massal, perekonomian Indonesia perlahan bisa bangkit.

“Karena itu kemarin saya ketemu Kadin, kita sampaikan, sabar karena setelah ini dilakukan, baru kita bicara Indonesia tumbuh,” katanya.

Menurut dia, langkah pemerintah Indonesia dalam menangani pandemi Covid-19 lebih baik dari negara-negara tetangga, bahkan negara maju lainnya.

“Kalau bicara pesimistis, kita lihat data-data kita dibanding negara tetangga. Kalau dibanding negara lain jauh, jelas jauh,” katanya.

Dia menyebutkan tingkat penyembuhan pasien Covid-19, yakni 65-69 persen di mana dinilai masih jauh lebih baik dibanding negara lain, termasuk Amerika Serikat, India dan Rusia.

“Enggak ada yang sama Indonesia. Kadang-kadang asumsi di luar negeri kita gagal total kalau dilihat dari data real, kita sama baiknya. Kalau mau debat tingkat yang meninggal kita balikkan datanya jumlah meninggal dengan jumlah populasi. Kita jauh lebih baik dari Amerika Serikat Rusia, India,” katanya.

Menurut Erick, Indonesia memiliki karakteristik negara kepulauan, jadi tidak adil apabila penanganan dibandingkan dengan negara-negara daratan.

“Kalau dibandingkan dengan negara yang populasi sepersepuluh ya enggak fair apalagi kita negara kepulauan. Karena itu program Indonesia sehat harus jalan awal, baru bicara bantuan produktif untuk jaga bantuan kepada masyarakat termiskin, mikro, UMKM agar menjaga daya beli daripada keseluruhan rakyat Indonesia,” ujarnya.

Dia menambahkan semuanya menjadi prioritas, baik pemulihan kesehatan maupun ekonomi, untuk itu diperlukan aksi strategis yang didukung semua pihak.

“Sesuai slogan, kesehatan pulih ekonomi bangkit itu enggak bisa dibalik-balik, sama juga dengan prioritas Indonesia Sehat Indonesia Kerja Indonesia Tumbuh itu enggak bisa dibalik-balik. Strategi yang akan kita lakukan bersama-sama, dengan komite terkait, dengan kepala daerah terkakt, kami harapkan aksi strategis didukung semua pihak. Kami di komite tugasnya percepatan, dukung, dan yang penting sinkronisasi. Program Indonesia Bekerja, Indonesia Sehat dibantu banyak pihak,” kata Erick.

Salah satu aksinya, yakni kampanye sosialisasi peningkatan kedisiplinan yang tertuang dalam Impres 6/2020, seperti memakai masker dan lainnya sesuai protokol kesehatan.

“Yang oleh masyarakat yang cinta pada dirinya dan keluarganya. Kalau enggak cinta atas dirinya, enggak cinta keluarganya, program ini enggak mungkin berhasil. Kita ingin pastikan testing, treatment yang enggak kalah penting. Treatment juga macam-macam, yang penting mau terapi penyembuhan secara herbal, secara kimia, enggak udah didebatkan, yang penting sesuai protokol yang ditetapkan lembaga-lembaga yang sah,” katanya.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Uploader - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Sepekan Penerapan PSBB di Jakarta, Kasus Harian Covid-19 di Atas 1.000
apahabar.com

Nasional

Diguncang Gempa M 5,1, Warga Nias Utara Berhamburan ke Luar Rumah
apahabar.com

Nasional

Satu Lagi, Pelaku UMKM Kalsel Dukung Mardani H Maming Jabat Ketua BPP HIPMI
apahabar.com

Nasional

Jokowi: Pemerintah Terus Perhatikan Kondisi WNI di Diamond Princess
apahabar.com

Nasional

Jokowi Bantu Istri Ajudan Pribadi Presiden Soekarno
apahabar.com

Nasional

Penyaluran Khusus ke Nelayan: Pertamina Siapkan 1.114 Tabung di Samarinda
apahabar.com

Nasional

Pemindahan Ibu Kota Perlu Dukungan Politik
apahabar.com

Nasional

KPK OTT Bupati Mesuji Terkait Proyek PUPR
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com