Mengejutkan, Kakak Haji Isam Ungguli Popularitas Cuncung dan Mila Karmila di Pilbup Tanbu 2020 Kasus Covid-19 Indonesia Tembus 275.213, Letjen Doni Sebut OTG Silent Killer Buron, Suami Penggorok Istri di Kintap Tala Kuasai Medan Pelarian KDRT di Kintap Tala: Cemburu, Suami Tebas Leher Istri Link Live Streaming MotoGP Catalunya 2020, Live Trans7, Kans Rossi Podium

Fenomena Kluster Perkantoran, Dewan Kalsel Sebut Pemerintah Lalai

- Apahabar.com Rabu, 5 Agustus 2020 - 18:10 WIB

Fenomena Kluster Perkantoran, Dewan Kalsel Sebut Pemerintah Lalai

Ilustrasi Covid-19. Foto-Pixabay

apahabar.com, BANJARMASIN – Covid-19 di Kalsel belum ada tanda-tanda penurunan drastis. Bahkan kluster baru bermunculan. Kini fenomena kluster perkantoran yang menjadi sorotan publik.

Kantor Pemerintah Kota Banjarbaru misalnya. Sang Wali Kota, Nadjmi Adhani, terkonfirmasi positif bersama pejabat lainnya, seperti Sekda, Said Abdullah, dan Kepala Bappeda, Kanafi.

Lalu Kabupaten Banjar, Kepala Dinas Pendidikan, Maidi Armansyah, terkonfirmasi positif. Bahkan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, HM. Fachri, meninggal dunia akibat terinfeksi virus tersebut pada 27 Juli lalu.

Sementara di lingkungan Balai Kota Banjarmasin, sejumlah pegawai dan juga unsur pejabat juga terkonfirmasi positif meskipun sudah sembuh dan kembali bekerja.

Wakil Ketua DPRD Kalimantan Selatan, Muhammad Syaripuddin, secara tegas menilai pemerintah daerah sudah lalai menjaga lingkungan kerjanya sendiri.

“Ini yang menjadi masalah, seyogyanya pemerintahan lebih patuh dengan protokol kesehatan, dan seharusnya ini tidak terjadi di perkantoran,” tutur wakil rakyat yang akrab disapa Bang Dhin ini.

Selama ini gencarnya sosialisasi terkesan hanya kepada masyarakat, yakni untuk menjaga jarak, memakai masker, cuci tangan pakai sabun dan juga menghindari keramaian.

Ia menilai ada yang salah dengan protokol kesehatan yang diterapkan di kawasan perkantoran yang dinilai cukup longgar. Sehingga tidak dapat menghalau masuknya virus Corona di kalangan pegawai, bahkan juga pejabat tinggi di sejumlah SKPD.

“Harus ada perbaikan dalam penerapan protokol kesehatan yang diterapkan,” tambahnya lagi.

Bang Dhin menilai, seharusnya untuk lingkungan perkantoran dapat lebih ketat dalam menerapkan proteksi para pegawainya untuk menghindari meluasnya penyebaran virus.

Namun yang terjadi saat ini justru sebaliknya, di mana pascadihentikannya mekanisme bekerja dari rumah atau Work From Home, malah muncul kluster perkantoran.

Peningkatan kedisiplinan diri masing-masing dinilai menjadi satu-satunya solusi untuk menekan risiko penyebaran virus Corona. Terutama dalam benar-benar menerapkan pemakaian masker yang sesuai aturan dan juga tidak lalai untuk menjaga jarak aman dengan orang lain ketika berada di luar ruangan.

Editor: Syarif

Reporter: Rizal Khalqi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Kisah Penjaga Pos Mapolda Kalsel, Kehilangan Momen Bakar Sate Demi Tugas
apahabar.com

Kalsel

Dekrit 5 Juli 1959 Silam di Kalsel, Kediaman Bupati HSU Dilempar Granat!
apahabar.com

Kalsel

Abadikan Perjalanan Hidupnya, Bang Dhin Akan Tulis Buku Biografi
apahabar.com

Kalsel

Bocah Tenggelam Ditemukan Tak Bernyawa
apahabar.com

Kalsel

Cerita Siska, Pemilik Mobil Ertiga yang Dibawa Kabur Temannya
apahabar.com

Kalsel

Dandim Martapura Tinjau Lokasi TMMD di Desa Biih
apahabar.com

Kalsel

Mulai ‘Blusukan’ di Kotabaru, Sudian Noor Bikin Ujang Terharu
apahabar.com

Kalsel

Buaya Liar Muncul Lagi di Kotabaru, Jadi Tontontan Warga Lalapin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com