Mengejutkan, Kakak Haji Isam Ungguli Popularitas Cuncung dan Mila Karmila di Pilbup Tanbu 2020 Kasus Covid-19 Indonesia Tembus 275.213, Letjen Doni Sebut OTG Silent Killer Buron, Suami Penggorok Istri di Kintap Tala Kuasai Medan Pelarian KDRT di Kintap Tala: Cemburu, Suami Tebas Leher Istri Link Live Streaming MotoGP Catalunya 2020, Live Trans7, Kans Rossi Podium

Fenomena Kluster Perkantoran, Waspada Bahaya Covid-19 di Ruang Tertutup

- Apahabar.com Senin, 3 Agustus 2020 - 17:36 WIB

Fenomena Kluster Perkantoran, Waspada Bahaya Covid-19 di Ruang Tertutup

Ilustrasi. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Risiko penularan Covid-19 di ruangan tertutup lebih tinggi daripada tempat terbuka. Mulai dari area perkantoran, sekolah hingga rumah ibadah, diklaim lebih berpotensi terjadinya penyebaran virus Corona.

“Tempat-tempat orang berkumpul di ruangan tertutup lebih berbahaya dibanding ruang terbuka. Walau tidak menutup kemungkinan, tetapi potensi ruang tertutup lebih besar,” ucap Ketua Tim Pakar Percepatan Penanganan Covid-19 Universitas Lambung Mangkurat, Dr H Iwan Aflanie melalui sambungan telepon kepada apahabar.com, Senin (3/8).

Sejak awal masyarakat mengetahui penularan melalui kontak fisik dan droplet (percikan air liur).

Virus yang diderita oleh penular dapat terbawa melalui partikel-partikel cairan yang keluar saat berbicara atau bernafas kemudian menempel pada permukaan benda.

“Berikutnya ditemukan ketika melakukan tindakan-tindakan kedokteran yang menghasilkan aerosol. Hal itu memungkinkan muncul aerosol yang menyebabkan virus berterbangan di udara,” paparnya.

Hingga kini, belum dilaporkan penelitian yang mengklaim penularan lewat udara (airbone).

Namun, potensi tersebut memungkinkan terjadi di tempat-tempat tertentu seperti rumah sakit atau ruangan yang memiliki sirkulasi udara buruk.

“Kuncinya adalah waspada. Baik itu melalui droplet, aerosol atau airbone,” kata Iwan mengingatkan.

Untuk meminimalisir penularan, maka protokol kesehatan baik secara individu maupun kondisi ruangan perlu diperhatikan.

Pada kasus penyebaran Covid-19 di area tertutup seperti perkantoran, dia menghimbau untuk menata ulang desain ruangan khususnya sirkulasi udara.

“Masuk kantor justru meningkatkan risiko transmisi Covid-19, jadi harus dipersiapkan sedemikian rupa sehingga sirkulasi udara di kantor menjadi lebih baik,” kata dia.

Salah satunya yaitu exhaust fan yang diklaim efektif meminimalisir penyebaran partikel Covid-19 agar tidak bertahan di udara.

Kemudian lagi, membatasi penggunaan ruangan tertutup untuk agenda rapat atau lainnya.

“Otomatis setting rapat juga jangan terlalu lama, maksimal 30 menit lebih baik,” imbuhnya.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Reporter: Musnita Sari - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Dapat Remisi, 11 Napi di Tabalong Gagal Bebas
apahabar.com

Kalsel

Jelang Ramadan, Stok Daging Sapi di Banjarmasin Aman
apahabar.com

Kalsel

Seleksi Penugasan ke Sudan dan Afrika Dimulai, Karo SDM Polda Kalsel Pantau Tes Psikologi Peserta

Kalsel

Video: Pengakuan Penggorok Leher Remaja Martapura
apahabar.com

Kalsel

Ketua DPRD Kotabaru Turun Tangan, Cegah Covid-19 Mewabah ke Desa
apahabar.com

Kalsel

Intip Lalu Lalang Kendaraan Saat Lebaran, Melonjak 100 Persen
apahabar.com

Kalsel

Anak Yatim di Banjarmasin Doakan Kesembuhan Ani Yudhoyo­no
apahabar.com

Kalsel

Resmi Diujicoba Smart Presensi ASN Batola Terganggu
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com