Subuh Hilang Kontak, Seorang Pria di Telaga Biru Banjarmasin Ditemukan Jadi Mayat Dapat Hidayah, Warga Binaan Lapas Balikpapan Ini Ketika Bebas Ingin Jadi Guru Ngaji Simpan Sabu di Lipatan Kasur, Warga Kelayan Banjarmasin Ini Mati-matian Tak Mengaku Lindungi Hak Konsumen, SPBU Banjarmasin Ditera Ulang KMP JM II Nyaris Tenggelam, Tim SAR Gabungan Kotabaru Bersiap Evakuasi

Fenomena Kluster Perkantoran, Waspada Bahaya Covid-19 di Ruang Tertutup

- Apahabar.com Senin, 3 Agustus 2020 - 17:36 WIB

Fenomena Kluster Perkantoran, Waspada Bahaya Covid-19 di Ruang Tertutup

Ilustrasi. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Risiko penularan Covid-19 di ruangan tertutup lebih tinggi daripada tempat terbuka. Mulai dari area perkantoran, sekolah hingga rumah ibadah, diklaim lebih berpotensi terjadinya penyebaran virus Corona.

“Tempat-tempat orang berkumpul di ruangan tertutup lebih berbahaya dibanding ruang terbuka. Walau tidak menutup kemungkinan, tetapi potensi ruang tertutup lebih besar,” ucap Ketua Tim Pakar Percepatan Penanganan Covid-19 Universitas Lambung Mangkurat, Dr H Iwan Aflanie melalui sambungan telepon kepada apahabar.com, Senin (3/8).

Sejak awal masyarakat mengetahui penularan melalui kontak fisik dan droplet (percikan air liur).

Virus yang diderita oleh penular dapat terbawa melalui partikel-partikel cairan yang keluar saat berbicara atau bernafas kemudian menempel pada permukaan benda.

“Berikutnya ditemukan ketika melakukan tindakan-tindakan kedokteran yang menghasilkan aerosol. Hal itu memungkinkan muncul aerosol yang menyebabkan virus berterbangan di udara,” paparnya.

Hingga kini, belum dilaporkan penelitian yang mengklaim penularan lewat udara (airbone).

Namun, potensi tersebut memungkinkan terjadi di tempat-tempat tertentu seperti rumah sakit atau ruangan yang memiliki sirkulasi udara buruk.

“Kuncinya adalah waspada. Baik itu melalui droplet, aerosol atau airbone,” kata Iwan mengingatkan.

Untuk meminimalisir penularan, maka protokol kesehatan baik secara individu maupun kondisi ruangan perlu diperhatikan.

Pada kasus penyebaran Covid-19 di area tertutup seperti perkantoran, dia menghimbau untuk menata ulang desain ruangan khususnya sirkulasi udara.

“Masuk kantor justru meningkatkan risiko transmisi Covid-19, jadi harus dipersiapkan sedemikian rupa sehingga sirkulasi udara di kantor menjadi lebih baik,” kata dia.

Salah satunya yaitu exhaust fan yang diklaim efektif meminimalisir penyebaran partikel Covid-19 agar tidak bertahan di udara.

Kemudian lagi, membatasi penggunaan ruangan tertutup untuk agenda rapat atau lainnya.

“Otomatis setting rapat juga jangan terlalu lama, maksimal 30 menit lebih baik,” imbuhnya.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Reporter: Musnita Sari - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Kirim Paket dari Rumah, Kantor Pos Kembangkan Layanan Oranger
apahabar.com

Kalsel

Setop Aktivitas Peti di Cagar Budaya Benteng Madang HSS, Masyarakat Harus Ikut Terlibat
apahabar.com

Kalsel

Polisi Belum Pecahkan Misteri Temuan Mayat Orok di Sungai Martapura
apahabar.com

Kalsel

Pedagang Pasar Malam Eks Bajuin Plaza Eksodus ke RTH Hasan Basri
apahabar.com

Kalsel

Asap Hitam Terlihat di Lantai Atas Hotel Rattan Inn
apahabar.com

Kalsel

Kalsel Hujan Lagi Siang Ini, BMKG: Tetap Waspada Kilat dan Angin Kencang
apahabar.com

Kalsel

Komentar Cuncung H. Maming Setelah Dipastikan Maju di Pilkada Tanbu
Kejar Api, Mobil BPK Japan Rescue Hantam Tembok Rumah Warga

Kalsel

Kejar Api, Mobil BPK Japan Rescue Hantam Tembok Rumah Warga
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com