Geger Pria di Kelumpang Kotabaru Tewas Diduga Disengat Ratusan Lebah Membeludak, Warga Barabai Terobos Kantor Disprindagkop Demi BLT UU Cipta Kerja, Ketum Hipmi Yakin Indonesia Lolos dari Midlle Income Trap Live Streaming Man City vs Porto, Link Siaran Langsung Liga Champions di SCTV-Vidio.com Malam Ini Jembatan Terpanjang Kedua Indonesia di Kaltim Sudah 90 Persen Beres

Ganja Jadi Komoditas Binaan Tanaman Obat, Apa Maksudnya?

- Apahabar.com Sabtu, 29 Agustus 2020 - 15:08 WIB

Ganja Jadi Komoditas Binaan Tanaman Obat, Apa Maksudnya?

Ganja. Foto-ABC Australia

apahabar.com, JAKARTA – Ganja jadi salah satu komoditas binaan tanaman obat. Hal ini tertuang dalam Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 104/KPTS/HK.140/M/2/2020 tentang Komoditas Binaan Kementerian Pertanian yang ditandatangani Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementan Tommy Nugraha menjelaskan tanaman ganja adalah jenis tanaman psikotropika dan selama ini telah masuk dalam kelompok tanaman obat sejak tahun 2006 dengan Kepmentan 511/2006.

“Pada tahun 2006, pembinaan yang dilakukan adalah mengalihkan petani ganja untuk bertanam jenis tanaman produktif lainnya, dan memusnahkan tanaman ganja yang ada saat itu,” kata dia dalam keterangan resmi, Sabtu (29/8).

Dia menjelaskan pengaturan ganja sebagai kelompok komoditas tanaman obat, hanya bagi tanaman ganja yang ditanam untuk kepentingan pelayanan medis dan atau ilmu pengetahuan, dan secara legal oleh UU Narkotika.

“Saat ini belum dijumpai satu pun petani ganja yang menjadi petani legal, dan menjadi binaan Kementan. Pada prinsipnya Kementerian memberikan izin usaha budidaya pada tanaman sebagaimana dimaksud pada Kepmentan 104/2020, namun dengan tetap memperhatikan ketentuan dalam Peraturan Perundang-undangan,” ujar dia.

Menurut Tommy penyalahgunaan tanaman menjadi bagian tersendiri dan tentunya ada pengaturannya tersendiri. Di dalam Undang-Undang No 13 Tahun 2010 tentang Hortikultura menyebutkan di Pasal 67 dijelaskan budidaya jenis tanaman hortikultura yang merugikan kesehatan masyarakat dapat dilakukan untuk kepentingan pelayanan kesehatan dan/atau ilmu pengetahuan, kecuali ditentukan lain oleh undang-undang.

Tommy menegaskan, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo konsisten dan berkomitmen mendukung pemberantasan penyalahgunaan narkoba.

Kepmentan 104/2020 tersebut sementara akan dicabut untuk dikaji kembali dan segera dilakukan revisi berkoordinasi dengan stakeholder terkait (BNN, Kemenkes, LIPI).

“Komitmen Mentan SYL dalam hal ini di antaranya memastikan pegawai Kementan bebas narkoba, serta secara aktif melakukan edukasi bersama BNN (Badan Narkotika Nasional) terkait pengalihan ke pertanian tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan, pada daerah-daerah yang selama ini menjadi wilayah penanaman ganja secara ilegal,” ujar dia. (Dtk)

Editor: Syarif

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hukum

Imam Masjid Ditusuk di Dada, Pisau Pelaku Ditemukan Bengkok
apahabar.com

Nasional

Bantah Dahlan, Dahnil Sebut Prabowo Tak Punya Lahan di Kaltim
apahabar.com

Nasional

Diusulkan Masuk PSN, Kalsel Jadi Pusat Pengembangan Bajakah?
apahabar.com

Nasional

Ormas FPI Ajukan Perpanjangan Izin, Kemendagri: Ada Prosesnya
apahabar.com

Nasional

Mengerikan, Virus Corona Sudah Tewaskan 724 Korban
apahabar.com

Nasional

Kabupaten PPU dan Kukar Jadi Ibu Kota, Isran Koordinasi dengan Wali Kota
apahabar.com

Nasional

Gempa 6,1 SR Guncang Manokwari
Polda Jateng Tangkap Tiga Tersangka Penolak Jenazah Covid-19

Nasional

Polda Jateng Tangkap Tiga Tersangka Penolak Jenazah Covid-19
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com