Geger Pria di Kelumpang Kotabaru Tewas Diduga Disengat Ratusan Lebah Membeludak, Warga Barabai Terobos Kantor Disprindagkop Demi BLT UU Cipta Kerja, Ketum Hipmi Yakin Indonesia Lolos dari Midlle Income Trap Live Streaming Man City vs Porto, Link Siaran Langsung Liga Champions di SCTV-Vidio.com Malam Ini Jembatan Terpanjang Kedua Indonesia di Kaltim Sudah 90 Persen Beres

Gemar dengan Ilmu, Ulama Ini Masih Sempat Diskusi Menjelang Ajal

- Apahabar.com Selasa, 25 Agustus 2020 - 06:30 WIB

Gemar dengan Ilmu, Ulama Ini Masih Sempat Diskusi Menjelang Ajal

Ilustrasi. Foto-Net

apahabar.com, JAKARTA — Keilmuan menjadi hal yang manis dibicarakan bagi pencintanya, seperti para ulama. Bahkan menjelang akhir hayat, ada sajadi antara mereka yang masih sempat berdiskusi.

Namanya adalah Qadhi. Beliau adalah salah satu murid Abu Hanifah, yang merupakan pembesar ulama Mazhab Hanafi sekaligus penyebar mazhab tersebut.

Beliau adalah orang yang pertama dijuluki Qadi Al-Qudat (hakimnya para hakim) dan menjabat sebagai qadi pada masa pemerintahan Al-Hadi, Al-Mahdi, dan Ar-Rosyid, tiga sultan Dinasti Abbasiyah.

“Beliau dikenal sebagai orang yang sangat menghargai waktu dan tidak menyia-nyiakan waktu untuk belajar,” kata Khaeron Sirin dalam bukunya “Ketawa Sehat Bareng Para Ahli Fiqih”.

Dikisahkan murid beliau, qadhi Ibrahim bin al-Jarrah Al-Kufi Al-Mishriy, “Saat Abu Yusuf sedang sakit aku menjenguknya, saat aku sampai ternyata beliau sedang tak sadarkan diri, ketika beliau sudah sadar, beliau berkata kepadaku: Hai Ibrahim bagaimana pendapatmu tentang masalah ini?”

Aku berkata, “Anda bertanya, padahal kondisi anda seperti ini”?

“Tidak apa-apa, siapa tahu dari hasil diskusi kita bisa membantu orang yang punya masalah seperti ini,” kata Imam Abu Yusuf.

Imam Abu Yusuf berkata lagi, “Hai Ibrahim, mana yang lebih utama, melempar jumrah (dalam manasik haji) dengan berjalan atau menunggang binatang?”

Aku menjawab “Dengan berjalan.”

“Salah,” kata beliau.

Aku jawab, “Dengan menunggang.”

“Salah,” kata beliau.

Aku bertanya, “Lalu bagaimana yang benar? Semoga Allah meridhai anda?

Beliau berkata, “Jika orang tersebut ingin berhenti dan berdoa, maka lebih afdhal ia berjalan, namun, apabila ia tidak berhenti untuk berdoa maka lebih baik ya naik tunggangan.”

Setelah itu, aku beranjak dari tempat beliau dirawat, saat aku berjalan dan belum sampai pintu rumah, aku mendengar suara jeritan. Lalu aku bergegas mendatanginya, dan ternyata beliau sudah meninggal dunia, semoga Allah merahmati beliau.

Khaeron mengatakan, kisah ini bersumber dari kitab Qimat az-Zaman Indal Ulama hal 28 sampai 29.(Rep)

Editor: Muhammad Bulkini

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hikmah

Apakah Amal yang Ditunjukkan Berarti Riya? Simak Penjelasan Imam Al Ghazali
apahabar.com

Habar

Diam-Diam Ikut Haul, Jonri yang Non-Muslim Mulai Tertarik dengan Islam
apahabar.com

Religi

Guru Zuhdi: Seberapa Besar Dosamu, Lebih Besar Keampunan Tuhan
apahabar.com

Habar

Termasuk Sepuluh Murid Pertama Guru Sekumpul, Ulama Ini Menyimpan Hadiah Berharga
apahabar.com

Religi

Mengenang Sosok Ulama Sepuh HSS Guru Pahampangan yang Kini Telah Tiada
apahabar.com

Sirah

Ternyata Tradisi “Bagarakan Sahur” Sudah Ada di Zaman Rasulullah SAW
apahabar.com

Habar

Shane Elson Asal Australia Tergugah Jadi Relawan Haul Guru Sekumpul
apahabar.com

Habar

Pengurus PCNU Banjar Kembali Diisi Habaib dan Ulama, Sepupu Abah Guru Masih di Puncak Pimpinan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com