Kronologi Lengkap Ambruknya Pilar Jembatan HKSN Banjarmasin Versi Pemerintah VIDEO: Detik-Detik Evakuasi Pekerja Proyek Jembatan HKSN Banjarmasin Pilar Ambruk, Jembatan HKSN Banjarmasin Jadi Tontonan Warga Pilu Bocah Difabel Yatim di Kotabaru, Sekolah Lagi Berkat Bantuan Polisi Dermawan Breaking News: Pengundian Nomor Urut Pilkada Tanbu, Cuncung-Alpiya Datang Paling Awal

Gilang Bungkus Tidak Dijerat Pasal Pencabulan

- Apahabar.com Sabtu, 8 Agustus 2020 - 23:22 WIB

Gilang Bungkus Tidak Dijerat Pasal Pencabulan

Kepala Polrestabes Surabaya, KomisPolisi Jhonny E Isir (kanan), di sela konferensi pers kasus fetish kain jarik yang dilakukan pelaku berinisial G (dua kanan) di Markas Polrestabes Surabaya, Sabtu (8/8). Foto-Antara/Didik Suhartono

apahabar.com, SURABAYA – Polisi tidak menjerat Gilang Aprilian atau Gilang Bungkus tersangka fetish kain jarik dengan pasal pencabulan.

Polisi menjerat Gilang dengan pasal berlapis, di antaranya 335 KHUP tentang perbuatan tidak menyenangkan.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Jhonny E Isir, mengungkapkan Gilang juga dijerat Pasal 27 ayat 4 juncto Pasal 45 ayat4 dan Pasal 29 juncto Pasal 45B UU Nomor 19/2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

“Namun, pelaku belum memenuhi unsur untuk dijerat pasal 292 KUHP tentang pencabulan dengan sesama jenis,” ujarnya Isir, saat konferensi pers di Markas Polrestabes Surabaya, Sabtu (8/8).

Kendati demikian, penyidik sampai sekarang masih terus mengkaji pasal sangkaan yang terkait dengan dugaan pencabulan seperti yang ramai dibicarakan di media sosial.

Gilang ditangkap di rumahnya, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, pada Kamis (6/8).

Kasusnya pertama kali diungkap melalui “kicauan ulir” di media sosial Twitter pada 29 Juli 2020 oleh seorang pemilik akun @m_fikris yang mengaku sebagai korbannya.

Kicauannya itu sempat menjadi trending beberapa hari dan memunculkan pengakuan dari banyak pemilik akun lainnya, yang juga menempatkan diri sebagai korban, dengan menunjuk pada seorang pelaku yang sama.

Modusnya adalah dengan mengirim pesan melalui media sosial WhatsApp kepada setiap korbannya yang kebanyakan laki-laki, dan meminta membungkus diri menggunakan kain hingga menyerupai mayat, untuk kemudian difoto dan direkam menggunakan video telepon seluler.

“G mengakui dari foto-foto dan video yang dikirim para korban atas permintaannya ini untuk, maaf, merangsang hasrat seksualnya,” ucap Isir.

Kepada polisi, Gilang mengaku telah melakukan perbuatan ini kepada 25 korban dalam rentang waktu mulai 2015 sampai 2020, atau selama dia berstatus sebagai mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga Surabaya.

Menurut Isir, penyidik masih mendalami lebih lanjut apakah ada korban lainnya.

Sementara sejumlah barang bukti yang disita polisi antara lain lain dua unit telepon seluler beserta dua kartu SIM, tiga lembar kain jarik, seutas tali rafia dan dua lakban hitam dari pihak korban antara.

Sedangkan dari Gilang polisi menyita barang bukti berupa masing-masing satu lembar kain putih, kain jarik, serta tali benang hitam dan putih.(Ant)

Editor: Aprianoor

Uploader - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Tata Lingkungan, Siapkan Penambahan Armada Pengangkut Sampah
apahabar.com

Nasional

Ini Upaya Pemerintah Mendongkrak Harga Karet di Indonesia
apahabar.com

Nasional

Ketua DPRD Banjar Berang, Pesepeda Pun Mau Dipajak
apahabar.com

Nasional

Jokowi: 99 Persen Karhutla Ulah Manusia, Penegakan Hukum Harus Tanpa Kompromi
apahabar.com

Nasional

Bangkit dari Pandemi, Jokowi Ajak Bangsa Indonesia Berdikari
apahabar.com

Nasional

Dua ABK MV Vega Rose Sudah Bisa Dijenguk Tanpa APD
apahabar.com

Nasional

Gugatan atas PT MCM Ditolak, Walhi Daftarkan Kasasi
apahabar.com

Nasional

Gerhana Matahari Cicin Terlihat Sempurna di Simeulue
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com