Indef: Setahun Jokowi-Ma’ruf Amin ULN Melonjak, Setiap Penduduk Warisi Utang Rp 20,5 juta Demo di Pelaihari Berbuntut Laporan Polisi, Sekda Tala Minta Maaf Harga Tiket Bioskop XXI Duta Mall Banjarmasin Turun, Simak Daftar Lengkapnya Kedai Terapung, Unggulan Wisata Baru di Barito Kuala Alasan FM, Oknum ASN Banjarbaru Tuduh Polisi Provokator Demo Omnibus Law

GMI Deklarasikan Dukungan untuk Denny-Difri di Pilgub Kalsel

- Apahabar.com Minggu, 9 Agustus 2020 - 21:35 WIB

GMI Deklarasikan Dukungan untuk Denny-Difri di Pilgub Kalsel

Gerakan Milenial Indonesia (GMI) Kalsel mendeklarasikan diri memenangkan pasangan Denny-Difri. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARBARU – Dukungan terhadap pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Kalsel Denny Indrayana-Difriadi terus mengalir.

Kini, giliran anak-anak muda yang tergabung dalam Gerakan Milenial Indonesia (GMI) Kalsel mendeklarasikan diri memenangkan pasangan Denny-Difri di Pilgub Kalsel, Desember 2020 nanti.
Ketua GMI Kalsel, Rahmat Kamaruddin mengatakan terdapat kegelisahan besar anak muda khususnya milenial menyikapi kondisi Banua saat ini.

Di mana berbagai potensi yang dimiliki Kalsel, baik dari sisi sumber daya manusia (SDM) dan sumber daya alam (SDA) tidak maksimal dikelola untuk kemaslahatan masyarakat.

“Ini menjadi kegelisahan bagi pemuda, terutama terkait kurangnya kesempatan yang diberikan kepada milineal untuk berkiprah di berbagai sektor,” ucap Rahmat Kamaruddin melalui siaran pers yang diterima apahabar.com, Minggu (9/8) malam.

Munculnya Haji Denny di tengah kegelisahan para pemuda, kata Rahmat, menjadi harapan baru untuk membawa perubahan Kalsel ke arah yang lebih baik.

Selanjutnya, Wakil Ketua GMI Andi Amryl menambahkan, mimpi anak-anak muda untuk bisa berperan lebih besar dalam kemajuan Banua, ternyata tak sebagaimana diharapkan.

Alumnus salah satu universitas luar negeri ini berharap bisa berkontribusi bagi kemajuan daerah. Khususnya di bidang teknologi digital.

“Smart City misalnya, tak pernah menjadi hal yang serius, baru sebatas simbol bagi pimpinan daerah saja. Kenyataannya di Banjarmasin atau Kalsel saat ini belum memiliki semacam Bandung

Teknopolis yang menjadi silicon valley-nya Indonesia. Di mana bisa menjadi pusat teknologi digital yang mendorong kemajuan Banua,” katanya. Menurutnya, anak muda yang ingin maju justru harus dihadapkan pada kebijakan dan aturan lama.

Misalnya, untuk mengikuti sebuah tender, harus diwajibkan membuat CV terlebih dahulu dan berbagai macam persyaratan.

“Bagaimana anak muda mampu membuat CV yang memerlukan modal besar hingga ratusan juta. Ini akhirnya mematikan semangat anak-anal muda yang ingin menjadi pengusaha,” bebernya.

Menanggapi berbagai curahan hati milenial ini, Haji Denny mengatakan bersyukur bisa mendapatkan dukungan dan kepercayaan anak muda.

Menurut eks Wakil Menteri Hukum dan HAM ini, milenial menjadi salah satu kunci perubahan Kalsel ke arah yang lebih baik.

“Terutama terkait perhatian dalam pendidikan, kesempatan kerja, hingga peran yang lebih strategis untuk peningkatan indeks pembangunan manusia dan ekonomi Banua,” katanya.

Haji Denny mengatakan sokongan milenial menjadi darah segar dan semangat baru bagi dirinya bersama Difriadi, untuk lebih maksimal melakukan sosialisasi ke lapisan masyarakat.

“Sebab waktu kita memang harus berpacu dengan waktu. Tak bisa berleha-leha, sebab sembilan bulan terakhir waktu tersita untuk memastikan kendaraan politik. Yang Alhamdulillah saat ini sudah kita dapatkan lewat komitmen dari Gerindra dan Demokrat,” tegasnya.

Walau demikian, semangat untuk memberikan ruang lebih bagi milenial ke depan harus tetap mengacu pada kondisi riil ekonomi politik saat Pandemi Covid-19.

“Kita harus realistis ke depan, seandainya saya dipercaya sebagai gubernur maka harus tahu bagaimana postur anggaran atau APBD pasca-pandemi Covid-19. Soalnya satu atau dua tahun akan datang, pasti masih akan terdampak,” katanya.

Sehubungan hal tersebut, dalam berbagai kesempatan Haji Denny tidak bisa memberikan garansi atau janji, sebelum tahu postur anggaran.

“Banyak di berbagai kesempatan saya disodori komitmen, baik terkait jaminan pendidikan, kesejahteraan pendidik, dan lainnya. Saya tidak mau politik obral janji hanya demi mendapatkan suara. Semua harus sejak awal dipastikan dulu, untuk itu ke depan saya juga memiliki waktu lebih untuk memperdalam visi dan misi Cagub sebelum diserahkan ke KPU. Tentunya, masukan dari teman-teman milenial saat ini menjadi sangat berharga,” pungkasnya.

Editor: Syarif

Reporter: Muhammad Robby - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Politik

Partisipasi Pemilu Serentak, Tempat Tinggal Jadi Problem Utama

Politik

Gerindra Buka Pendaftaran Bacalon di Pilgub 2020, Denny Indrayana Tancap Gas!
apahabar.com

Politik

Rindu Bertemu Mardani, 2 Pedagang Ini Rela Cari-cari Lokasi Kampanye SHM-MAR
apahabar.com

Politik

Gusti Sulaiman Razak Lakukan Komunikasi Politik Dengan PDIP Kalsel
apahabar.com

Politik

Hasil Verfak KPU Banjar, Semua Calon Belum Langsung Lulus
Partai Demokrat Bakal Uji Calon untuk Pilwali Banjarmasin  

Politik

Partai Demokrat Bakal Uji Calon untuk Pilwali Banjarmasin  
apahabar.com

Politik

Pengamat Prediksi Silaturahmi Politik 4 Tokoh Berkaitan Pemilu 2024
apahabar.com

Politik

Bupati Kotabaru Ungkap Sosok Pendampingnya di Pilbup 2020
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com