Resmi, Hakim Vonis Pemilik Gudang Sabu di Banjarmasin Penjara Seumur Hidup! Remaja Korban Tabrakan di Tabalong Akhirnya Diamputasi, Keluarga Pilih Ikhlas Periksa 16 Mahasiswa, Polisi Terbitkan SPDP untuk Korwil BEM Kalsel Dapat Lampu Hijau, SMA di Kalsel Belum Berani Buka Sekolah Netizen Gagal Paham Soal Bingkisan SHM-MAR, Bawaslu: Sarung Boleh

Gunakan Data BPJS Ketenagakerjaan untuk Subsidi Gaji, Simak Alasan Menaker

- Apahabar.com Selasa, 11 Agustus 2020 - 14:15 WIB

Gunakan Data BPJS Ketenagakerjaan untuk Subsidi Gaji, Simak Alasan Menaker

Menaker Ida Fauziyah dalam dialog dengan pelaku sektor pariwisata di Jakarta pada Selasa (11/8). Foto-Kementerian Ketenagakerjaan via Antara

apahabar.com, JAKARTA – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah mengatakan alasan memakai BPJS Ketenagakerjaan sebagai sumber data program subsidi gaji adalah demi mengapresiasi para pekerja yang telah setia menggunakan layanan asuransi itu.

“Kami ingin memberikan apresiasi kepada teman-teman yang selama ini mempercayakan asuransi ketenagakerjaannya kepada BPJS Ketenagakerjaan,” kata Ida ketika membuka dialog dengan komunitas pariwisata yang diadakan di Jakarta pada Selasa (12/8).

Ida berharap dengan langkah itu, para pekerja semakin menyadari dan merasakan pentingnya BPJS Ketenagakerjaan, juga mendorong kepesertaan karena data menunjukkan kurang dari separuh pekerja menggunakan layanan asuransi itu.

Selain itu pemakaian data BPJS Ketenagakerjaan agar pemberian bantuan subsidi secara cepat dan tepat sasaran karena data tersebut dinilai paling akurat dan lengkap, sehingga akuntabel dan valid.

Sebelumnya pemerintah akan memberikan subsidi gaji sebesar Rp600.000 per bulan selama empat bulan kepada pekerja dengan upah di bawah Rp5 juta.

Bantuan untuk meningkatkan laju ekonomi masyarakat itu akan bersumber dari data peserta BPJS Ketenagakerjaan yang telah terverifikasi dan tervalidasi.

Data penerima bantuan diambil dari peserta yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan sampai dengan 30 Juni 2020 sebagai yang memenuhi syarat untuk mendapatkan subsidi tersebut.

Pemerintah awalnya merencanakan 13.870.496 orang akan menerima bantuan tersebut, tapi diputuskan untuk memperbanyak jumlah penerima subsidi menjadi 15.725.232 orang.

Dalam kesempatan tersebut, Menaker Ida meminta agar para pelaku sektor pariwisata untuk menyosialisasikan perihal subsidi gaji itu kepada para pekerjanya.

“Semakin cepat data itu tersampaikan, maka semakin cepat perputaran ekonomi terjadi karena segera kami akan mentransfer uang langsung ke rekening masing-masing penerima program,” pungkas Ida.(Ant)

Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Timses Jokowi Gelar Nobar, Kubu Prabowo Lihat Bocoran Pertanyaan Debat
apahabar.com

Nasional

IPC Bertekad Jadi Pengelola Pelabuhan Kelas Dunia
apahabar.com

Nasional

Tahun 2019, 164 Ribu Rumah Kesulitan Bayar Biaya Sambungan Listrik
apahabar.com

Nasional

Penyerang Novel Ditangkap, Jokowi Apresiasi Polisi
apahabar.com

Nasional

Pengusaha Minta Jokowi Reformasi Segala Bidang
apahabar.com

Nasional

Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Maluku Utara
apahabar.com

Nasional

Jokowi Sampaikan 3 Perintah Atasi Banjir di Jabodetabek
apahabar.com

Nasional

Ahok Digadang Kuat Jadi Bos Pertamina!
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com