Awal Usul Buka Investasi Miras di 4 Provinsi, Berikut Penjelasan Bahlil Heboh, Hujan Es Terjadi di Long Ikis Paser Izin Investasi Miras Dicabut, Bahlil Yakin Kepercayaan Investor Masih Baik Detik-Detik Kaburnya 4 Napi Kandangan, Jebol Teralis hingga Panjat Genteng BREAKING! Polisi Tangkap 2 Narapidana Kabur dari Rutan Kandangan

Gunakan Data BPJS Ketenagakerjaan untuk Subsidi Gaji, Simak Alasan Menaker

- Apahabar.com Selasa, 11 Agustus 2020 - 14:15 WIB

Gunakan Data BPJS Ketenagakerjaan untuk Subsidi Gaji, Simak Alasan Menaker

Menaker Ida Fauziyah dalam dialog dengan pelaku sektor pariwisata di Jakarta pada Selasa (11/8). Foto-Kementerian Ketenagakerjaan via Antara

apahabar.com, JAKARTA – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah mengatakan alasan memakai BPJS Ketenagakerjaan sebagai sumber data program subsidi gaji adalah demi mengapresiasi para pekerja yang telah setia menggunakan layanan asuransi itu.

“Kami ingin memberikan apresiasi kepada teman-teman yang selama ini mempercayakan asuransi ketenagakerjaannya kepada BPJS Ketenagakerjaan,” kata Ida ketika membuka dialog dengan komunitas pariwisata yang diadakan di Jakarta pada Selasa (12/8).

Ida berharap dengan langkah itu, para pekerja semakin menyadari dan merasakan pentingnya BPJS Ketenagakerjaan, juga mendorong kepesertaan karena data menunjukkan kurang dari separuh pekerja menggunakan layanan asuransi itu.

Selain itu pemakaian data BPJS Ketenagakerjaan agar pemberian bantuan subsidi secara cepat dan tepat sasaran karena data tersebut dinilai paling akurat dan lengkap, sehingga akuntabel dan valid.

Sebelumnya pemerintah akan memberikan subsidi gaji sebesar Rp600.000 per bulan selama empat bulan kepada pekerja dengan upah di bawah Rp5 juta.

Bantuan untuk meningkatkan laju ekonomi masyarakat itu akan bersumber dari data peserta BPJS Ketenagakerjaan yang telah terverifikasi dan tervalidasi.

Data penerima bantuan diambil dari peserta yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan sampai dengan 30 Juni 2020 sebagai yang memenuhi syarat untuk mendapatkan subsidi tersebut.

Pemerintah awalnya merencanakan 13.870.496 orang akan menerima bantuan tersebut, tapi diputuskan untuk memperbanyak jumlah penerima subsidi menjadi 15.725.232 orang.

Dalam kesempatan tersebut, Menaker Ida meminta agar para pelaku sektor pariwisata untuk menyosialisasikan perihal subsidi gaji itu kepada para pekerjanya.

“Semakin cepat data itu tersampaikan, maka semakin cepat perputaran ekonomi terjadi karena segera kami akan mentransfer uang langsung ke rekening masing-masing penerima program,” pungkas Ida.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Kemenkes: Belum Ada Kasus Positif Corona di Indonesia
apahabar.com

Nasional

Pupuk Subsidi Over Stock, Kalsel Bisa Jadi Penyangga Daerah Lain
apahabar.com

Nasional

“Seandainya Semua Orang Paham Kesetaraan Gender”
apahabar.com

Nasional

Tabur Bunga Harumkan Peringatan Hari Ibu Ke-90
apahabar.com

Nasional

Menkes Terawan Trending di Twitter Gara-gara Kursi Kosong di Talk Show Mata Najwa
apahabar.com

Nasional

Kagumi Ketokohan MHM, Founder Muda Penggerak Kemajuan: Beliau Riil dan Keren
apahabar.com

Nasional

Erick Panggil Mantan Komisioner KPK ke Kementerian BUMN
Video Syur

Nasional

Polisi: Gisel dan Nobu Berhubungan Intim karena Suka Sama Suka
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com