Begal Sadis Mengintai Sopir Travel, Simak Imbauan Tim Macan KalselĀ  Vonis Mati Pembawa Sabu Ratusan Kilo di Tabalong, Terdakwa Langsung Banding Dihantam Covid-19, Pajak Hiburan Kota Banjarmasin 0 Persen! Pembantaian Sekeluarga di Sigi Sulteng, TNI Terjunkan Pasukan Khusus Berjuang untuk Keluarga, Legimin Tetap Semangat Jualan Kerupuk di Tengah Pandemi

Harapan untuk Seniman Banua di Era Digital

- Apahabar.com Rabu, 5 Agustus 2020 - 20:00 WIB

Harapan untuk Seniman Banua di Era Digital

Dialog Seni Rupa di Taman Budaya Kalsel. Foto-apahabar.com/Musnita Sari

apahabar.com, BANJARMASIN – Era digital membuat pelaku seni budaya dituntut agar lebih mandiri untuk bisa eksis di tengah masyarakat. Sebagai wadah dalam menyalurkan aspirasi, Taman Budaya Kalimantan Selatan menggelar dialog seni rupa bersama seniman Banua, Rabu (5/8) siang.

“Karena dalam beberapa tahun ini dan sudah sangat lama sekali tidak mengumpulkan perupa-perupa di Kalsel,” ucap Kepala Taman Budaya Kalsel, Suharyanti kepada apahabar.com

Tak hanya mengumpulkan puluhan seniman, acara ini juga disiarkan secara langsung melalui kanal Youtube Taman Budaya Kalsel. Salah satu yang menarik perhatian adalah pemilihan Kepala Galeri Nasional Indonesia, Pustanto sebagai pembicara.

“Harapannya perupa-perupa di Kalsel setelah diskusi ini menjadi semangat dan sebagai langkah awal untuk lebih giat berkarya lagi,” lanjut dia

Salah satu keinginan Pustanto yang disampaikan adalah agar para seniman dapat mandiri tanpa berharap lebih kepada bantuan pemerintah. Melalui keterbatasan, langkah mereka tidak boleh terhenti untuk dapat membuat karya baru.

“Taman Budaya mendapat PR juga untuk lebih memperhatikan lagi, khususnya seni rupa di Kalsel,” imbuhnya

Taman Budaya Kalsel diharapkan dapat menjadi pionir untuk mewadahi seniman banua dalam menampilkan hasil karya mereka melalui galeri dan pameran seni.

“Taman Budaya Kalsel setiap tahun selalu mengadakan pameran seni rupa, sedangkan taman budaya lain belum. Harapannya perupa-perupa di Kalsel lebih aktif untuk berdiri sendiri dengan semangat dan bisa eksis lagi,” pungkasnya

Senada, salah satu seniman rupa asal Banjarmasin, Nanang M Yus, merasakan hal yang sama. Meski permintaan untuk diadakan galeri khusus belum dikabulkan oleh pemerintah, tidak mengurangi antusiasnya untuk menampilkan lukisan hasil karyanya sendiri.

“Akhirnya aku mengolah galeri sendiri di rumah, kurang lebih ada 120 lukisan,” sebut Nanang.

Lewat acara diskusi terbuka ini kata dia, dapat membuka wawasan para seniman. Serta melahirkan gagasan-gagasan baru untuk memajukan budaya di Kalsel khususnya.

“Mereka dapat masukan dengan berkumpul, lalu timbul suatu gagasan. Tanpa ada gagasan, maka tidak ada kegiatan,” katanya

Dia sendiri berharap, acara kesenian dengan konsep diskusi dapat dilakukan lebih rutin ke depannya. Sehingga, tidak menutup kemungkinan akan lebih banyak menarik minat para seniman-seniman muda.

apahabar.com

Kepala Taman Budaya Kalsel, Suharyanti. Foto-apahabar.com/Musnita Sari

Editor: Syarif

Editor: Reporter: Musnita Sari - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Kebakaran di Mekarsari, Pasar Jumat Nyaris Terpapar
apahabar.com

Kalsel

Update 13 April, Positif Covid-19 Banjarbaru Bertambah Satu
apahabar.com

Kalsel

Kisah Pilu Sarinah, Pemulung dengan Tiga Anak di Pundaknya
apahabar.com

Kalsel

Koleksi Buku Minim, Kepala PSBR Harapkan Hibah Dispersip Kalsel
apahabar.com

Kalsel

BI Kalsel Beri Bantuan APD untuk Tim Medis Melalui IDI Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Paman Birin Pukul Gong, Debat Bahasa Indonesia 2019 Resmi Dibuka
apahabar.com

Kalsel

Bawaslu Tempel Ketat Valentine Day
apahabar.com

Kalsel

Polisi Selidiki Insiden Ambruknya Jembatan HKSN Banjarmasin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com