Gubernur Sahbirin Mau Digugat karena Banjir Terparah, Walhi-Jatam Sepakat Class Action Data Lengkap Korban Longsor Mantewe Tanah Bumbu, Dari Amuntai hingga Kapuas Banjir Kalsel Berbuntut Panjang, Lawyer Banua Ancam Gugat Paman Birin Banjir Kalsel, Warga Kompleks Elite Nyinyir Rumah Miliaran “Calap Jua” Berakhir Hari Ini, Pembatasan Banjarmasin Ambyar Diterjang Banjir

Harga Gas Turun, Pupuk Indonesia Apresiasi Kementerian ESDM

- Apahabar.com Senin, 31 Agustus 2020 - 13:32 WIB

Harga Gas Turun, Pupuk Indonesia Apresiasi Kementerian ESDM

Ilustrasi pabrik Pupuk Indonesia Grup. Foto: Pupuk Indonesia via Antara

apahabar.com, JAKARTA – PT Pupuk Indonesia (Persero) mengapresiasi langkah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang telah menetapkan penyesuaian harga gas bagi sejumlah sektor industri, termasuk industri pupuk.

Penyesuaian harga gas itu akan berdampak pada penghematan subsidi pupuk hingga Rp1,4 triliun per tahun.

Seperti diketahui, pemerintah melalui Kementerian ESDM telah menerbitkan Peraturan Menteri No 8 Tahun 2020 tentang Cara Penetapan Pengguna dan Harga Gas Bumi Tertentu di Bidang Industri dan Keputusan Menteri ESDM No 89K/10/MEM/2020, yang mengatur penyesuaian harga gas untuk beberapa sektor industri.

Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Bakir Pasaman mengatakan bahwa penyesuaian harga gas akan berdampak positif bagi industri pupuk.

Kebijakan tersebut memberi manfaat efisiensi yang cukup signifikan terhadap ongkos produksi, yang pada akhirnya dapat mengurangi beban subsidi Pemerintah untuk komoditas pupuk.

“Penyesuaian harga gas dapat meningkatkan daya saing industri pupuk. Maka dari itu, Pupuk Indonesia Grup sangat berterima kasih kepada Menteri ESDM atas kebijakan tersebut,” kata Bakir di Jakarta, Senin (31/8).

Hal itu disampaikan Bakir usai menyaksikan Penandatanganan Perjanjian Jual Beli Gas antara PT Pupuk Kujang dengan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk dan PT Pupuk Iskandar Muda dengan PT Pertagas Niaga, pada Senin.

Selain disaksikan secara virtual oleh Dirut Pupuk Indonesia beserta jajaran, penandatanganan kontrak jual beli tersebut juga disaksikan oleh Menteri ESDM Arifin Tasrif, Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati, dan Direktur Utama PT PGN Tbk Suko Hartono.

Menurut Bakir, penyesuaian harga gas kali ini merupakan penuntasan dari persoalan yang sudah bertahun-tahun dialami terkait dengan harga dan pasokan gas bagi industri pupuk.

Perlu diketahui, gas merupakan bahan baku utama dan sangat krusial terhadap kelangsungan industri pupuk di Tanah Air.

“Jaminan pasokan gas dengan harga yang lebih kompetitif dari sebelumnya, memberikan kontribusi efisiensi terhadap beban subsidi Pemerintah. Penghematan subsidi yang dihasilkan dari kebijakan harga gas ini bisa mencapai Rp1,4 triliun per tahun, belum termasuk efisiensi-efisiensi operasional lainnya yang selalu kami tingkatkan,” kata Bakir.

Dari perjanjian jual beli gas ini, PT Pupuk Iskandar Muda kini dapat memperoleh tambahan pasokan gas dan harga gas yang lebih kompetitif dari sebelumnya sehingga operasional pabrik bisa lebih optimal dan efisien.

Begitu juga dengan Pupuk Kujang, yang mendapatkan tambahan pasokan dari realokasi gas dari Sumatera Selatan.

“Hal ini sangat menggembirakan bagi kami karena berarti kami bisa menjalankan pabrik dengan lebih baik dan dengan biaya yang lebih kompetitif dari sebelumnya,” tutup Bakir.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Kiki - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Apple Tembus Nilai Pasar 2 Triliun Dolar AS
Rupiah

Ekbis

Pasar Cermati Perkembangan Stimulus AS, Rupiah Ditutup Melemah Tipis

Ekbis

Selama 2020, Peredaran Uang Palsu di Kalsel Menurun
apahabar.com

Ekbis

Harga Naik, Pemilik Emas di Tabalong Masih Wait and See
apahabar.com

Ekbis

BI Akui Pertumbuhan Kredit Perbankan Masih Loyo
apahabar.com

Ekbis

Harga Minyak Naik, Ditopang Langkah Stimulus AS
apahabar.com

Ekbis

Analis Menilai Saham BUMN Lebih Sulit Pulih dari Dampak Covid-19
Layanan Bank Indonesia Tetap Jalan Selama PSBB

Ekbis

Layanan Bank Indonesia Tetap Jalan Selama PSBB
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com