VIDEO: Polisi Rilis Tersangka Pencurian Hp Rosehan di Pesawat Sengketa Kepemilikan Kampus Achmad Yani, Gugatan Adik Berlanjut di PN Banjarmasin Magrib, Mayat di Jembatan Kayu Tangi Gegerkan Warga Sekolah Tatap Muka di Banjarmasin: Waktu Belajar Dipangkas, Sehari Hanya 5 Jam Sehari Jelang Penutupan, Pendaftar BLT UMKM di Batola Capai 5.000 Orang

Hari Ini Terakhir Perusahaan Serahkan Nomor Rekening untuk Subsidi Gaji

- Apahabar.com Senin, 31 Agustus 2020 - 11:59 WIB

Hari Ini Terakhir Perusahaan Serahkan Nomor Rekening untuk Subsidi Gaji

Ilustrasi. Foto: Pixabay

apahabar.com, JAKARTA – Hari ini, Senin (31/8) batas terakhir bagi perusahaan menyetor nomor rekening untuk dapat subsidi gaji dari pemerintah.

Untuk itu, perusahaan atau pemberi kerja diminta untuk segera menyerahkan nomor rekening pekerja yang akan menerima bantuan subsidi gaji sebesar Rp600.000 per bulan.

Nomor rekening pekerja itu harus segera diberikan kepada BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek).

Dilansir dari tribunnews, Deputi Direktur Humas dan Antar Lembaga BPJamsostek, Irvansyah Utoh Banja meminta pemberi kerja dapat segera menyetor data untuk mempercepat proses validasi.

“Kami masih mendorong pemberi kerja untuk segera menyampaikan no rekening sampai hari ini dan mempercepat penyampaian data yang dikonfirmasi ulang,” kata Irvansyah, Senin (31/8).

Dijelaskannya, sampai saat ini nomor rekening pekerja yang dikumpulkan pihaknya telah mencapai 14 juta penerima dari target calon penerima 15,7 juta.

Sementara, nomor rekening yang tervalidasi sebanyak 11,3 juta.

“Posisi saat ini sudah terkumpul 14 juta nomor rekening dari target calon penerima 15,7 juta dan sudah tervalidasi sebanyak 11,3 juta, selebihnya sedang dikonfirmasi ulang ke pemberi kerja,” jelas dia.

Irvansyah mengatakan, bagi perusahaan yang belum juga menyetorkan data nomor rekening karyawan sampai hari ini, pihaknya akan melakukan evaluasi apakah akan memperpanjang atau tidak masa penyetoran.

Kemnaker percepat penyaluran bantuan subsidi gaji tahap II

Kementerian Ketenagakerjaan terus berupaya mempercepat penyaluran bantuan subsidi upah tahap kedua bagi pekerja atau buruh yang menerima gaji di bawah Rp5 juta.

“Minggu ini kami minta 3 juta data pekerja penerima untuk kami proses selanjutnya, mudah-mudahan tidak hanya 2,5 juta data saja, tapi menjadi 3 juta data biar mempercepat penyerapan (bantuan subsidi upah),” kata Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah di Semarang, Minggu (30/8) malam.

Hal tersebut disampaikan Menaker usai penandatangan perjanjian kerja bersama penerimaan bantuan pembangunan gedung workshop peralatan pelatihan vokasi BLK Komunitas dan penyerahan bantuan Program Perluasan Kesempatan Kerja di Hotel Horison Nindya Semarang.

Menaker menjelaskan bahwa pemerintah menganggarkan Rp37,7 triliun pada program bantuan subsidi upah dengan jumlah target penerima sebanyak 15,7 juta pekerja.

Para pekerja yang ditargetkan mendapatkan subsidi upah itu memang masih berstatus sebagai karyawan. Akan tetapi, penghasilan mereka berkurang atau bahkan tidak mendapatkan gaji sebagai dampak pandemi Covid-19.

“Kami sedang kumpulkan nomor rekening pekerja penerima, data yang sudah masuk sebanyak 13,8 juta pekerja dan sekarang dalam proses validasi teman-teman BPJS Ketenagakerjaan,” ujarnya.

Menaker menambahkan bahwa pekerja penerima bantuan subsidi upah tidak harus mempunyai rekening di bank-bank milik pemerintah, tetapi rekening yang masih aktif di bank mana pun.

“Bank pemerintah hanya sebagai penyalur bantuan saja, bantuan subsidi upah selanjutnya ditransfer sesuai dengan nomor rekening pekerja penerima,” katanya.

Pencairan bantuan subsidi upah dilakukan oleh Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara) seperti BNI, BRI, Mandiri, dan BTN.

Pada program bantuan subsidi upah, para pekerja penerima akan mendapatkan Rp600 ribu per bulan selama 4 bulan atau total Rp2,4 juta yang akan dikirimkan langsung ke nomor rekening penerima.(Tbn/Ant)

Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Upaya Tingkatkan PAD, PT Ambapers Siap Buka Jasa Layanan Pelabuhan
apahabar.com

Ekbis

Di Pontianak, Hadi Mulyadi Sebut Dominasi Migas Segera Tergantikan
apahabar.com

Ekbis

Omzet Jeblok, Rocket Chicken Keluhkan Tapping Box
apahabar.com

Ekbis

Olahan Gula Aren dan Jahe dari Tabalong Dicari Pembeli
apahabar.com

Ekbis

Dukung Pendidikan Era New Normal, Acer Berbagi Beasiswa Internasional
apahabar.com

Ekbis

Saham Regional Asia Naik, IHSG Ikut Menguat
apahabar.com

Ekbis

Bayar SPP Pakai Gopay dan Ovo Bukan Lagi Lelucon
apahabar.com

Ekbis

BI: Bandara Internasional Syamsudin Noor Buka Peluang Bisnis Baru
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com