Perhatian! PT KPP Rantau Ngutang Pajak Alat Berat Rp 1,8 M Warung Jablay di HSS Meresahkan, MUI Ngadu ke DPRD Jelang Pencoblosan, Warga Kalsel Diimbau Jangan Telan Mentah-Mentah Berita Medsos Disbudpar Banjarmasin Rilis Dua Wisata Baru, Cek Lokasinya Otsus Jilid Dua, Semangat Baru Pembangunan Papua

Hasil Swab Masif di Batola, Penyebaran Covid-19 di Bawah Ambang Batas Aman

- Apahabar.com Senin, 17 Agustus 2020 - 19:12 WIB

Hasil Swab Masif di Batola, Penyebaran Covid-19 di Bawah Ambang Batas Aman

Bupati Barito Kuala, Hj Noormiliyani AS, menjelaskan situasi terkini dalam penekanan penularan Covid-19 kepada Kepala Dinkes Kalimantan Selatan dan Liaison Officer BNPB. Foto-apahabar.com/Bastian Alkaf

apahabar.com, MARABAHAN – Seiring pelaksanaan swab masif sejak awal Agustus 2020, perkembangan kasus positif Covid-19 di Barito Kuala untuk sementara masih di bawah ambang batas aman.

Pelaksanaan swab masif dengan target 10.000 spesimen sedianya dicanangkan Gubernur Kalimantan Selatan sejak 14 Agustus 2020.

Namun demi menekan penyebaran, program ini sudah dijalankan Satuan Tugas Covid-19 Batola mulai awal Agustus 2020.

Hingga menginjak pertengahan Agustus 2020, program tersebut sudah mendapatkan 59 persen target, baik dari perkantoran, tempat pelayanan kesehatan hingga lingkungan masyarakat.

“Dari pencapaian 59 persen pemeriksaan, temuan kasus atau positivity rate di Batola adalah 8,9 persen,” papar Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, HM Muslim, seusai monitoring swab masif di Rutan Marabahan, Senin (17/8).

Positivity rate merupakan rasio antara jumlah kasus positif dengan total tes yang dilaksanakan. Semakin kecil angka positivity rate, maka berbanding lurus dengan penurunan kemungkinan kasus baru.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sendiri menyarankan agar positivity rate suatu negara maksimal 10 persen.

“Kami berharap positivity rate di Batola terus menurun, sehingga selanjutnya adalah membenahi bagian hulu melalui pendisiplinan penerapan protokol kesehatan dan memperkuat imunitas,” tegas Muslim.

Penerapan protokol kesehatan diyakini menjadi kunci penting dalam menekan penyebaran Covid-19, sepanjang vaksin definitif belum ditemukan.

“Upaya-upaya pencegahan tetap harus dilakukan, mengingat manusia yang menularkan Covid-19,” timpal Brigjen (Purn) Syahyudi, Liaison Officer Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Dulu untuk mematikan flu burung, bisa saja burung yang menularkan dimusnahkan. Demikian pula dengan flu babi. Sekarang tak mungkin manusia yang dimusnahkan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19,” tegasnya.

Sejak kasus pertama ditemukan 7 April 2020, jumlah pasien konfirmasi Covid-19 di Batola sudah berjumlah 501 kasus. 369 di antaranya sudah sembuh, 6 meninggal dan 126 masih dalam perawatan maupun pemantauan.

Dari 13 kabupaten/kota di Kalsel, Batola menempati peringkat keempat dalam kasus positif terbanyak. Situasi ini sedikit banyak dipengaruhi peningkatan jumlah tes yang selalu digenjot setiap hari.

Editor: Syarif

Editor: Reporter: Bastian Alkaf - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Tambah 20 Pasien Positif, Covid-19 Kalsel Capai 11.508 Kasus
apahabar.com

Kalsel

Mengejutkan, PLN Putus Listrik Disdik Kalsel dan 3 Sekolah
Tapin

Kalsel

Nikah Massal di Tapin, Jangan Lagi Ada Pasangan Tak Berdokumen
apahabar.com

Kalsel

Angkot di Kabupaten Banjar Nasibnya Kini, Makin Terpuruk Bersaing dengan Angkutan Online
apahabar.com

Kalsel

Bupati HST Santuni 19 KK Korban Kebakaran dan Bencana
apahabar.com

Kalsel

FKS Kembali Gelar Sedekah Sampah, Kali Ini untuk Anak Jalanan
apahabar.com

Kalsel

Hujan Berpetir Siang Ini, BMKG Ingat Warga Kalimantan Selatan
apahabar.com

Kalsel

Bhabinkamtibmas Polres HST Sambangi Ponpes Ibnul Amin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com