ga('send', 'pageview');
Jokowi Ungkap Sederet Masalah Food Estate Penyelamat Pangan RI di Kalteng dan Sumut Klaster Perkantoran Pertama di Tabalong, Belasan Pegawai KPP Pratama Tanjung Terpapar Covid-19 Penetapan Paslon Pilwali Banjarmasin 2020: Didahului Khairul Saleh, Diakhiri Ibnu Sina Dugaan Penyiksaan Bocah Sungai Bilu yang Dikira Diculik Makhlus Halus Rumah di Mantuil Banjarmasin Amblas ke Sungai, Pemilik Luka-Luka

Hasil Swab Masif di Batola, Positivity Rate Naik Lagi

- Apahabar.com Rabu, 26 Agustus 2020 - 16:35 WIB

Hasil Swab Masif di Batola, Positivity Rate Naik Lagi

Ditemukan 97 pasien konfirmasi positif pasca-swab masif yang dilakukan 1 hingga 23 Agustus 2020. Foto-apahabar.com/Bastian Alkaf

apahabar.com, MARABAHAN – Kendati sejumlah kecamatan berada di zona abu-abu, positivity rate Covid-19 di Barito Kuala naik lagi.

Kenaikan tersebut diperoleh pasca-pelaksanaan swab masif yang berlangsung dalam rentang 1 hingga 23 Agustus 2020.

Dari 756 spesimen yang diperiksa, ditemukan 97 pasien konfirmasi positif, terbanyak dari Kecamatan Marabahan. Jumlah temuan itu membuat positivity rate Batola mencapai 12,5 persen.

Angka itu selayaknya menjadi peringatan, mengingat positivity rate Batola sempat turun hingga 8,9 persen, ketika swab masif sudah berjalan 59 persen.

Positivity rate merupakan rasio antara jumlah kasus positif dengan total tes yang dilaksanakan. Semakin kecil angka positivity rate, maka berbanding lurus dengan penurunan kemungkinan kasus baru.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sendiri menyarankan agar positivity rate suatu negara maksimal 10 persen.

Baca juga :  Kebagian Bantuan Kuota Internet, Guru di Batola Bernapas Lega

“Peningkatan positivity rate ini juga disebabkan tracking agresif yang dilakukan. Ketika seorang dinyatakan positif, berarti kontak erat yang diperiksa harus sebanyak-banyaknya,” sahut Kepala Dinas Kesehatan Batola, dr Azizah Sri Widari, Rabu (26/8).

“Namun demikian, positivity rate pasca swab masif masih bisa ditoleransi. Sebelumnya positivity rate Batola pernah mencapai 20 persen,” sambungnya.

Sebagai langkah tindak lanjut, semua pasien konfirmasi positif hasil swab masif diarahkan memasuki karantina khusus, kendati tidak memperlihatkan gejala.

“Bisa saja melakukan isolasi mandiri diri di rumah. Namun terdapat sejumlah persyaratan yang dipenuhi agar orang lain dalam rumah itu tak tertular,” tukas Azizah.

Baca juga :  Kebagian Bantuan Kuota Internet, Guru di Batola Bernapas Lega

“Di antaranya di dalam rumah tersebut terdapat kamar yang terpisah dengan anggota keluarga lain. Memiliki toilet sendiri dan tak keluar rumah dengan alasan apapun,” imbuhnya.

Sejak kasus pertama ditemukan 7 April 2020, jumlah pasien konfirmasi Covid-19 di Batola sudah berjumlah 537 orang. 406 di antaranya sudah sembuh, 6 meninggal dan 125 orang masih dalam perawatan.

Dari 125 konfirmasi positif, 33 pasien dirawat di rumah sakit rujukan dan karantina khusus. Sedangkan 92 pasien lain masih menjalani isolasi mandiri.

Pasien dalam perawatan masing-masing ditempatkan di RSUD Abdul Aziz sebanyak 2 orang, RSUD Ansari Saleh 2 orang, RS Bhayangkara 4 orang, RS Ulin 2 orang, SKB Batola 1 orang dan karantina provinsi 22 orang.

Editor: Syarif

Reporter: Bastian Alkaf - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Wali Kotanya Gugur, Sekda Banjarbaru Tegaskan Para Pejabat Bebas Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Hanya Sekejap, 1.400 Tabung ‘Melon’ di Rantau Ludes Diborong Pemesan
apahabar.com

Kalsel

Kreatif, Damkar Banjar Buat Disinfektan Sendiri Antisipasi Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Tinggalkan Tanah Bumbu, AKBP Kus Subiyantoro Dihadiahi Karikatur “Iron Man”
apahabar.com

Kalsel

Dituding Mencaplok Lahan Pemkot Banjarmasin, Manajemen Duta Mall Bereaksi
apahabar.com

Kalsel

Dinkes Banjarbaru Gencar Tekan Penularan Hepatitis A
apahabar.com

Kalsel

Tak Keluarkan Peringatan Dini, BMKG Prakirakan Sebagian Kalsel Cerah Berawan
apahabar.com

Kalsel

Satpol PP Siap Kawal Perda Ramadhan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com