Sekolah Tatap Muka di Kalsel, Banyak Laporan Kekhawatiran Ortu Rontok Lagi! Bawaslu RI Tolak Laporan Keberatan Denny Indrayana Kronologi Lengkap 2 Bocah asal Benawa HST Tewas Diduga Dibunuh Ibu Depresi Belum Tentu Dibekap Sang Ibu, Biang Kematian 2 Bocah Benawa HST Jadi Misteri 16 Hari Anti-Kekerasan, Aktivis Perempuan Kampanyekan Kesetaraan Gender di Banjarmasin

Hasto Bantah Berselisih dengan Risma Terkait Pilkada Surabaya

- Apahabar.com Minggu, 30 Agustus 2020 - 23:37 WIB

Hasto Bantah Berselisih dengan Risma Terkait Pilkada Surabaya

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, saat menyampaikan sambutan pembukaan Konsolidasi Organisasi Internal Partai di Kantor DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, di Surabaya, Minggu (30/8) sore. Foto-Antara/Fiqih Arfani

apahabar.com, SURABAYA – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto membantah informasi bahwa dia berselisih dengan Tri Rismaharini terkait Pilkada Surabaya 2020.

“Saya tidak tahu informasinya dari mana karena tak ada yang wawancara. Tapi isu itu berkembang di media,” ujar dia, di sela Konsolidasi Organisasi Internal Partai di Kantor DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, di Surabaya, Minggu (30/8) sore.

Ia juga menegaskan di dalam tubuh PDI Perjuangan tidak ada tarik-menarik antarinternal, terutama terkait belum diumumkannya pasangan calon wali kota Surabaya.

“Tidak ada ‘tarik tambang’ politik di internal Partai. Yang ada adalah menarik rakyat agar bebas dari belenggu kemiskinan, ketidakadilan, dan kebodohan. Semua taat sepenuhnya kepada keputusan ketua umum Megawati Soekarnoputri,” ucapnya.

Khusus untuk Pilkada Surabaya, politikus senior itu mengakui memang menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian khusus dari ketua umum, terlebih Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, akan mengakhiri masa jabatan dua periode.

Pengganti Risma sekaligus figur calon kepala daerah dari PDI Perjuangan, kata dia, harus memenuhi kriteria ideologis Pancasilais serta memiliki kemampuan teknokratis guna menyelesaikan masalah rakyat.

“Atas dasar hal tersebut, PDI Perjuangan tidak ingin Surabaya jatuh ke tangan salah dan jatuh kepada mereka yang hanya mengandalkan modal besar, bahkan di belakangnya berdiri mereka yang ingin mengubah tata kota hanya karena berburu kepentingan kapital,” kata Hasto.

Pada kesempatan sama, Risma yang juga ketua DPP PDI Perjuangan menegaskan untuk menang di Surabaya maka dibutuhkan modal sosial, yang jauh lebih penting ketimbang uang.

“Dan ciri kepemimpinan PDI Perjuangan adalah selalu menyatu dengan rakyat di Surabaya,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPP PDI Perjuangan, Djarot Saiful Hidayat, menegaskan rekomendasi untuk pasangan calon wali kota dari partainya akan diumumkan dalam waktu dekat ini.

“Yang pasti sebelum 4 September 2020 atau masa pendaftaran calon. Semuanya selesai dan diumumkan bersamaan daerah lain yang belum,” tuturnya.

Selain Pilkada Surabaya, dari 19 Pilkada serentak di Jawa Timur masih ada empat kabupaten belum diumumkan DPP PDI Perjuangan, yakni Sidoarjo, Jember, Situbondo, dan Pacitan.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Uploader - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Indikasi Money Politics

Politik

Cium Indikasi Money Politics di Pilwali Banjarmasin, HMI Ancam Lapor ke Bawaslu
apahabar.com

Politik

Tak Bisa Jawab Kuis Berhadiah, Marlina Ngeblank Lihat Kegantengan Mardani H Maming
apahabar.com

Politik

Ingin Program Mardani Kembali, Warga Barokah Siap Menangkan SHM-MAR
apahabar.com

Politik

Demokrat Jagokan Ibnu Sina di Pilwali Banjarmasin, Bambang: Belum Positif
apahabar.com

Politik

Nomor Urut 2 Sesuai Jargon Pasangan ANIS, Lanjutkan Dua Periode
apahabar.com

Politik

Bawaslu Tindaklanjuti Laporan BPN Prabowo-Sandi Situng KPU
apahabar.com

Politik

Hatijah Rindu Program Kesehatan Gratis Era Mardani H Maming
apahabar.com

Politik

Dilema Golkar di Perang Bintang Pilwali Banjarmasin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com