Mengejutkan, Kakak Haji Isam Ungguli Popularitas Cuncung dan Mila Karmila di Pilbup Tanbu 2020 Kasus Covid-19 Indonesia Tembus 275.213, Letjen Doni Sebut OTG Silent Killer Buron, Suami Penggorok Istri di Kintap Tala Kuasai Medan Pelarian KDRT di Kintap Tala: Cemburu, Suami Tebas Leher Istri Link Live Streaming MotoGP Catalunya 2020, Live Trans7, Kans Rossi Podium

Hewan Kurban Bisa Jadi Haram, Jika Tidak Disembelih Secara Syar’i

- Apahabar.com Minggu, 2 Agustus 2020 - 16:10 WIB

Hewan Kurban Bisa Jadi Haram, Jika Tidak Disembelih Secara Syar’i

ilustrasi Sumber: net

apahabar.com, BANJARMASIN – Hewan halal yang disembelih tidak mesti halal dikonsumsi. Dia hanya halal apabila disembelih secara syar’i.

Menurut Direktur Halal Research Centre Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM) Nanung Danar Dono, ada beberapa sebab daging sapi, kerbau, kambing, maupun domba yang dikurbankan menjadi haram.

Pertama, papar Nanung, daging hewan qurban bisa menjadi haram jika saat disembelih tidak dibacakan asma Allah (basmallah) atau disembelih dengan menyebut nama selain Asma Allah SWT.

Allah SWT berfirman: “Dan janganlah kalian memakan daging hewan-hewan yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah sebuah kefasikan.” (QS al-An’aam: 121).

Allah SWT juga berfirman: “Katakanlah, ‘Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi, karena sesungguhnya semua itu kotor, atau hewan yang disembelih atas nama selain Allah’.” (QS al-An’aam: 145)

Lalu bagaimana caranya kita bisa mengetahui bahwa daging kurban yang kita terima berasal dari daging hewan hidup yang dibacakan basmallah apa tidak? Hal ini karena seringkali, kata Nanung, kita tidak mengetahui dan tidak dapat memastikan si penyembelih membaca basmallah saat menyembelih.

Dalam konteks ini, maka Rasulullah memberikan solusi untuk membaca basmallah sesaat sebelum menyantap masakan daging kurban tersebut.

Sebagaimana hadits berikut: Dari Aisyah RA, sesungguhnya ada seseorang yang berkata, “Ya Rasulullah SAW, ada suatu kaum yang memberi kami daging, tapi kita tak tahu apakah mereka menyebut nama Allah (saat menyembelihnya) atau tidak.” Rasulullah SAW kemudian mengatakan, “Bacalah basmallah kemudian makanlah.” (HR Bukhari, Abu Daud, Ibnu Majah, Daruqudni, dan Ad Darimi)

Kedua, lanjut Nanung, Rasulullah SAW memerintahkan kita berbuat baik kepada seluruh makhluk.

Tidak boleh kita berbuat aniaya (zalim), begitu pula kepada hewan kurban. Maka, pada saat akan menyembelih hewan kurban, kita diwajibkan mengasah pisau setajam mungkin untuk meringankan beban hewan yang akan kita sembelih.

“Kita tidak diperkenankan menyembelih menggunakan pisau yang tumpul, apalagi pisau yang bergerigi,” kata Nanung.

Menyembelih menggunakan pisau yang bergerigi saja tidak boleh, apalagi menggunakan gergaji. “Jika pisau yang kita pakai bergerigi, maka hewan qurban bisa mati bukan karena disembelih, tapi karena kesakitan yang luar biasa,” katanya.

Dari Syadad bin Aus RA, Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah memerintahkan agar berbuat ihsan (baik) terhadap segala sesuatu. Jika kalian hendak membunuh, maka bunuhlah dengan cara yang baik. Jika kalian hendak menyembelih (hewan), maka sembelihlah dengan cara yang baik. Hendaklah kalian menajamkan pisau kalian untuk meringankan beban hewan yang akan disembelih.” (HR Muslim no 1955)

Yang ketiga, kata Nanung, daging yang terpotong ketika hewannya masih hidup, maka diharamkan memakannya. Rasulullah SAW menyebutnya sebagai bangkai. Abu Waqid al-Laitsi berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Bagian tubuh bahiimah (hewan ternak) yang terpotong ketika hewannya masih hidup, maka ia adalah bangkai.” (HR Ibnu Majah no 2606 dan II/1072, no 3216; Abu Dawud VIII/60, no 2841).

Nanung mengungkapkan, jika hewan belum mati, tapi sudah dipotong kakinya atau dipotong ekornya atau malahan dikuliti, maka artinya kita memotong kaki binatang atau memotong ekornya atau mengulitinya dalam keadaan hewannya masih hidup. Tentu itu sakit sekali.

“Hewan bisa mati bukan karena disembelih, tapi karena kesakitan yang luar biasa! Dagingnya bisa haram,” jelas Nanung.

Editor: Muhammad Bulkini

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Habar

‘Studi Banding’ ke PCNU Banjar, Rais Syuriah NU HST: Kami Datang ke Tempat yang Tepat
apahabar.com

Religi

Jelang Natal dan Tahun Baru, MUI Pusat Keluarkan Imbauan
apahabar.com

Habar

Panitia Rilis Jalur yang Dilewati Para Jemaah Haul Abah Guru Sekumpul
apahabar.com

Habar

Pengobatan untuk Relawan dan Jemaah Haul Guru Sekumpul Digratiskan
apahabar.com

Religi

Perempuan Terlihat Dagu saat Salat, Apa Hukumnya?
apahabar.com

Habar

Update Haul Sekumpul; 40 Toko di Pasar Sekumpul Ludes, Penginapan Lain Masih Terbuka
apahabar.com

Habar

Tablig Akbar Dan Maulid Nabi Muhammad di RTH Ratu Zalecha Dihadiri Ratusan Umat
apahabar.com

Habar

Ramadan di Negeri Tirai Bambu, Munif Semula Diragukan Bisa Puasa
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com