Nekat Takbir Keliling di Kalsel, Simak Sanksi yang Bakal Diterapkan Polisi Subuh Hilang Kontak, Seorang Pria di Telaga Biru Banjarmasin Ditemukan Jadi Mayat Dapat Hidayah, Warga Binaan Lapas Balikpapan Ini Ketika Bebas Ingin Jadi Guru Ngaji Simpan Sabu di Lipatan Kasur, Warga Kelayan Banjarmasin Ini Mati-matian Tak Mengaku Lindungi Hak Konsumen, SPBU Banjarmasin Ditera Ulang

Hewan Kurban Bisa Jadi Haram, Jika Tidak Disembelih Secara Syar’i

- Apahabar.com Minggu, 2 Agustus 2020 - 16:10 WIB

Hewan Kurban Bisa Jadi Haram, Jika Tidak Disembelih Secara Syar’i

ilustrasi Sumber: net

apahabar.com, BANJARMASIN – Hewan halal yang disembelih tidak mesti halal dikonsumsi. Dia hanya halal apabila disembelih secara syar’i.

Menurut Direktur Halal Research Centre Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM) Nanung Danar Dono, ada beberapa sebab daging sapi, kerbau, kambing, maupun domba yang dikurbankan menjadi haram.

Pertama, papar Nanung, daging hewan qurban bisa menjadi haram jika saat disembelih tidak dibacakan asma Allah (basmallah) atau disembelih dengan menyebut nama selain Asma Allah SWT.

Allah SWT berfirman: “Dan janganlah kalian memakan daging hewan-hewan yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah sebuah kefasikan.” (QS al-An’aam: 121).

Allah SWT juga berfirman: “Katakanlah, ‘Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi, karena sesungguhnya semua itu kotor, atau hewan yang disembelih atas nama selain Allah’.” (QS al-An’aam: 145)

Lalu bagaimana caranya kita bisa mengetahui bahwa daging kurban yang kita terima berasal dari daging hewan hidup yang dibacakan basmallah apa tidak? Hal ini karena seringkali, kata Nanung, kita tidak mengetahui dan tidak dapat memastikan si penyembelih membaca basmallah saat menyembelih.

Dalam konteks ini, maka Rasulullah memberikan solusi untuk membaca basmallah sesaat sebelum menyantap masakan daging kurban tersebut.

Sebagaimana hadits berikut: Dari Aisyah RA, sesungguhnya ada seseorang yang berkata, “Ya Rasulullah SAW, ada suatu kaum yang memberi kami daging, tapi kita tak tahu apakah mereka menyebut nama Allah (saat menyembelihnya) atau tidak.” Rasulullah SAW kemudian mengatakan, “Bacalah basmallah kemudian makanlah.” (HR Bukhari, Abu Daud, Ibnu Majah, Daruqudni, dan Ad Darimi)

Kedua, lanjut Nanung, Rasulullah SAW memerintahkan kita berbuat baik kepada seluruh makhluk.

Tidak boleh kita berbuat aniaya (zalim), begitu pula kepada hewan kurban. Maka, pada saat akan menyembelih hewan kurban, kita diwajibkan mengasah pisau setajam mungkin untuk meringankan beban hewan yang akan kita sembelih.

“Kita tidak diperkenankan menyembelih menggunakan pisau yang tumpul, apalagi pisau yang bergerigi,” kata Nanung.

Menyembelih menggunakan pisau yang bergerigi saja tidak boleh, apalagi menggunakan gergaji. “Jika pisau yang kita pakai bergerigi, maka hewan qurban bisa mati bukan karena disembelih, tapi karena kesakitan yang luar biasa,” katanya.

Dari Syadad bin Aus RA, Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah memerintahkan agar berbuat ihsan (baik) terhadap segala sesuatu. Jika kalian hendak membunuh, maka bunuhlah dengan cara yang baik. Jika kalian hendak menyembelih (hewan), maka sembelihlah dengan cara yang baik. Hendaklah kalian menajamkan pisau kalian untuk meringankan beban hewan yang akan disembelih.” (HR Muslim no 1955)

Yang ketiga, kata Nanung, daging yang terpotong ketika hewannya masih hidup, maka diharamkan memakannya. Rasulullah SAW menyebutnya sebagai bangkai. Abu Waqid al-Laitsi berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Bagian tubuh bahiimah (hewan ternak) yang terpotong ketika hewannya masih hidup, maka ia adalah bangkai.” (HR Ibnu Majah no 2606 dan II/1072, no 3216; Abu Dawud VIII/60, no 2841).

Nanung mengungkapkan, jika hewan belum mati, tapi sudah dipotong kakinya atau dipotong ekornya atau malahan dikuliti, maka artinya kita memotong kaki binatang atau memotong ekornya atau mengulitinya dalam keadaan hewannya masih hidup. Tentu itu sakit sekali.

“Hewan bisa mati bukan karena disembelih, tapi karena kesakitan yang luar biasa! Dagingnya bisa haram,” jelas Nanung.

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Religi

Beruntungnya Berteman Orang Baik, Abu Darda Mengalaminya
apahabar.com

Religi

Catatan Bedah Buku Sultan Suriansyah, Pioneer Dakwah Islam di Tanah Banjar
apahabar.com

Religi

Persekongkolan Bani Israil dan Iblis Ketika Membunuh Nabi Zakariya AS
apahabar.com

Habar

Kemenag Kalsel Imbau Tak Sebar Kotak Amal ‘Saat’ Salat Ied
apahabar.com

Habar

Jelang Haul ke 15 Guru Sekumpul,  Peziarah Makin Membludak
apahabar.com

Habar

Khatib Jumat Ajak Ribuan Jemaah Masjid Sabilal Muhtadin Perbanyak Istigfar Tangkal Corona
apahabar.com

Habar

Arab Saudi Tingkatkan Pengamanan di 10 hari Terakhir Ramadan
apahabar.com

Habar

Situasi Terkini Jelang Haul Sekumpul 14; Jemaah Mulai Berdatangan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com