Bank Data Pilkada Kalsel 2020: 1 Pilgub, 2 Pilwali, 5 Pilbup, Peta Kekuatan 24 Paslon Misteri KDRT Berdarah di Kintap Tala, Polisi Selisik Jejak Suami Pandemi Covid-19, Air-Listrik Balai Karantina Banjarmasin Malah Nunggak! Akun Ilegal Paslon di Banjarmasin, Bawaslu Gandeng Kepolisian Dikira Diare, Wakil Gubernur Kalbar Ternyata Positif Covid-19

Hingga Juli, Uang Beredar Meningkat 10,5 Persen Jadi Rp6.567,7 triliun

- Apahabar.com Senin, 31 Agustus 2020 - 12:44 WIB

Hingga Juli, Uang Beredar Meningkat 10,5 Persen Jadi Rp6.567,7 triliun

Ilustrasi-Petugas menata tumpukan uang kertas saat melakukan persiapan pengisian ATM. Foto-Antara/Dhemas Reviyanto/foc

apahabar.com, JAKARTA – Likuiditas nasional atau uang beredar dalam arti luas (M2) sebesar Rp6.567,7 triliun pada Juli 2020. Jumlah itu meningkat 10,5 persen secara tahunan dibandingkan Juli 2019 lalu.

“Likuiditas perekonomian pada Juli itu didukung komponen uang beredar dalam arti sempit (M1) dan uang kuasi,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Onny Widjanarko dalam info terbarunya di Jakarta, Senin (31/8).

Dijelaskan, pertumbuhan M1 tercatat sebesar 13,1 persen (yoy) pada Juli 2020, lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada Juni 2020 sebesar 8,2 persen (yoy), didorong oleh peningkatan uang kartal dan giro rupiah.

Baca juga :  Berlaku Besok, Penukaran Uang Rp75.000 di Seluruh Bank

Pertumbuhan uang kuasi juga meningkat, dari 8,1 persen (yoy) pada bulan sebelumnya menjadi 9,7 persen (yoy) pada Juli 2020.

Sementara itu surat berharga selain saham tumbuh 4,9 pers (yoy) pada Juli 2020, lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 31,4 persen (yoy).

Berdasarkan faktor yang mempengaruhi, kata Onny, peningkatan M2 pada Juli 2020 disebabkan oleh kenaikan aktiva luar negeri bersih.

Baca juga :  Berlaku Besok, Penukaran Uang Rp75.000 di Seluruh Bank

Peningkatan aktiva luar negeri bersih tercatat sebesar 17,6 persen (yoy) pada Juli 2020, lebih tinggi dibandingkan dengan kenaikan pada Juni 2020 sebesar 12,1 persen (yoy).

Penyaluran kredit pada Juli 2020 tercatat tumbuh stabil 1,0 persen (yoy).

Sementara itu keuangan pemerintah tumbuh positif, meskipun mengalami perlambatan yang tercermin pada pertumbuhan tagihan bersih kepada pemerintah pusat yang melambat dari 43,0 persen (yoy) pada Juni 2020 menjadi 40,8 persen (yoy) pada Juli 2020.(Ant)

Editor: Aprianoor

Uploader - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Harga Minyak Dunia Anjlok, Pertamina Optimalkan Efisiensi Hulu Migas
apahabar.com

Ekbis

PHE-Medco E&P Simenggaris Teken Perjanjian Jual Beli Gas
apahabar.com

Ekbis

Ganti Jadwal Penerbangan, AirAsia Gratiskan Biaya
apahabar.com

Ekbis

8.823 MW Pembangkit Listrik Beroperasi 2020
apahabar.com

Ekbis

Terdampak Corona dan Isu Resesi, Rupiah Melemah Lagi
apahabar.com

Ekbis

Petani Kalbar Optimistis B30 Buat Harga Sawit Menanjak
Luas Lahan Sawah Indonesia Terverifikasi 7,4 Juta Ha

Ekbis

Luas Lahan Sawah Indonesia Terverifikasi 7,4 Juta Ha
apahabar.com

Ekbis

AS Tahan Suku Bunga, Rupiah Loyo
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com