Mengejutkan, Kakak Haji Isam Ungguli Popularitas Cuncung dan Mila Karmila di Pilbup Tanbu 2020 Kasus Covid-19 Indonesia Tembus 275.213, Letjen Doni Sebut OTG Silent Killer Buron, Suami Penggorok Istri di Kintap Tala Kuasai Medan Pelarian KDRT di Kintap Tala: Cemburu, Suami Tebas Leher Istri Link Live Streaming MotoGP Catalunya 2020, Live Trans7, Kans Rossi Podium

Hipmi Usul Pemerintah Kembali Buka Ekspor Nikel

- Apahabar.com Jumat, 7 Agustus 2020 - 18:41 WIB

Hipmi Usul Pemerintah Kembali Buka Ekspor Nikel

Ketua Badan Pengurus Pusat (BPP) Hipmi Mardani H Maming. Foto:Instagram/mardani-maming

apahabar.com, JAKARTA – Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi) Mardani H Maming (MHM) mengusulkan pemerintah untuk kembali membuka keran ekspor bijih nikel guna memperbaiki kinerja ekonomi.

“Untuk mendongkrak investasi dan pemasukan negara, mungkin yang dulunya nikel disetop, tidak diekspor untuk sementara ada Covid-19, mungkin bisa dibuka lagi untuk kadar rendah supaya negara bisa mendapatkan dana dengan lebih cepat,” kata MHM dalam diskusi daring “Strategi Menarik Investasi”, baru tadi.

Menurut MHM, strategi membuka kembali ekspor bijih nikel jadi cara cepat untuk mendongkrak ekspor dan membantu pemulihan ekonomi yang terkontraksi.

Baca juga :  Habib Banua Sebut Tanbu Beruntung Punya Cuncung, Begini Alasannya

Padahal sesuai aturan yang ada larangan ekspor bijih nikel mulai berlaku pada 1 Januari 2020, sejalan dengan diterbitkannya Permen ESDM Nomor 11 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua Atas Permen ESDM Nomor 25 Tahun 2018 tentang Pengusahaan Pertambangan Mineral dan Batu bara.

Sebelumnya diberitakan Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadinya kontraksi dalam perekonomian Indonesia sehingga tumbuh minus 5,32 persen pada triwulan II-2020.

Berdasarkan struktur PDB, komponen konsumsi rumah tangga masih dominan menjadi penyumbang terbesar ekonomi hingga 57,85 persen, diikuti PMTB 30,61 persen serta ekspor 15,69 persen.

Baca juga :  Dirjen Pengelolaan Ruang Laut KKP Meninggal Akibat Covid-19

Konsumsi rumah tangga tercatat tumbuh negatif 5,51 persen pada triwulan II-2020. Kelompok pengeluaran lainnya yang juga mengalami kontraksi adalah Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB), yang merupakan komponen investasi dengan tumbuh negatif 8,61 persen.

Sementara itu konsumsi pemerintah juga terkontraksi 6,9 persen, ekspor barang dan jasa tumbuh minus 11,66 persen serta impor barang dan jasa tumbuh negatif 16,96 persen.(Ant)

Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

AirAsia Indonesia Hentikan Seluruh Layanan Penerbangan Per 1 April 2020
apahabar.com

Ekbis

Ria Lestari Baso, Raup Jutaan Rupiah lewat Bisnis Desain Grafis
apahabar.com

Ekbis

Aksi Buru Saham Murah, Simak Dampaknya pada IHSG Hari Ini
apahabar.com

Ekbis

Hingga Juli, Uang Beredar Meningkat 10,5 Persen Jadi Rp6.567,7 triliun
apahabar.com

Ekbis

Hari Ini, Rupiah Kembali Diprediksi Melemah
apahabar.com

Ekbis

Wuih! Harga Emas di Pegadaian Naik Hampir Rp 29 Juta

Ekbis

Jasa Perkapalan Sumbang Defisit Terbesar
apahabar.com

Ekbis

Jelang Rilis Data Persediaan AS, Harga Minyak Dunia Naik Tipis
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com