Simpan Sabu di Lipatan Kasur, Warga Kelayan Banjarmasin Ini Mati-matian Tak Mengaku Lindungi Hak Konsumen, SPBU Banjarmasin Ditera Ulang KMP JM II Nyaris Tenggelam, Tim SAR Gabungan Kotabaru Bersiap Evakuasi Diajak Sabung Ayam, ODGJ Bawa Sajam Berhasil Diamankan di Sungai Raya HSS Edarkan Sabu, Pria Martapura Ditangkap di Banjarbaru

Hipmi Usul Pemerintah Kembali Buka Ekspor Nikel

- Apahabar.com Jumat, 7 Agustus 2020 - 18:41 WIB

Hipmi Usul Pemerintah Kembali Buka Ekspor Nikel

Ketua Badan Pengurus Pusat (BPP) Hipmi Mardani H Maming. Foto:Instagram/mardani-maming

apahabar.com, JAKARTA – Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi) Mardani H Maming (MHM) mengusulkan pemerintah untuk kembali membuka keran ekspor bijih nikel guna memperbaiki kinerja ekonomi.

“Untuk mendongkrak investasi dan pemasukan negara, mungkin yang dulunya nikel disetop, tidak diekspor untuk sementara ada Covid-19, mungkin bisa dibuka lagi untuk kadar rendah supaya negara bisa mendapatkan dana dengan lebih cepat,” kata MHM dalam diskusi daring “Strategi Menarik Investasi”, baru tadi.

Menurut MHM, strategi membuka kembali ekspor bijih nikel jadi cara cepat untuk mendongkrak ekspor dan membantu pemulihan ekonomi yang terkontraksi.

Padahal sesuai aturan yang ada larangan ekspor bijih nikel mulai berlaku pada 1 Januari 2020, sejalan dengan diterbitkannya Permen ESDM Nomor 11 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua Atas Permen ESDM Nomor 25 Tahun 2018 tentang Pengusahaan Pertambangan Mineral dan Batu bara.

Sebelumnya diberitakan Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadinya kontraksi dalam perekonomian Indonesia sehingga tumbuh minus 5,32 persen pada triwulan II-2020.

Berdasarkan struktur PDB, komponen konsumsi rumah tangga masih dominan menjadi penyumbang terbesar ekonomi hingga 57,85 persen, diikuti PMTB 30,61 persen serta ekspor 15,69 persen.

Konsumsi rumah tangga tercatat tumbuh negatif 5,51 persen pada triwulan II-2020. Kelompok pengeluaran lainnya yang juga mengalami kontraksi adalah Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB), yang merupakan komponen investasi dengan tumbuh negatif 8,61 persen.

Sementara itu konsumsi pemerintah juga terkontraksi 6,9 persen, ekspor barang dan jasa tumbuh minus 11,66 persen serta impor barang dan jasa tumbuh negatif 16,96 persen.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Indonesia Disarankan Ikuti Jerman Libatkan Industri untuk Produksi Alkes
apahabar.com

Ekbis

Umrah Distop, Puluhan Jemaah Kalsel Terancam Gagal Berangkat
apahabar.com

Ekbis

Pandemi Belum Usai, Perusahaan Cina Mau Nambang di Kotabaru
apahabar.com

Ekbis

Optimisme Terhadap Stimulus AS, Rupiah Awal Pekan Berpeluang Menguat
apahabar.com

Ekbis

Pertamina Jamin Pasokan BBM Malam Pergantian Tahun Aman
apahabar.com

Ekbis

Ekonom Kalsel: Penurunan Harga Pertamax Cs Kurang Tepat
apahabar.com

Ekbis

Jelang Pidato Gubernur The Fed, Rupiah Ditutup Menguat
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Makin Anjlok Terpapar Virus, Dekati Level Rp 16.000 per Dolar
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com