Usai Beasiswa 1000 Doktor, SHM Bakal Cetak Ribuan Sarjana Baru di Tanah Bumbu Sederet Prestasi Niha, Hafizah Cilik Kotabaru dari MTQ Tingkat Kabupaten hingga Provinsi Polisi Anulir Pernyataan Status Tersangka Dua Mahasiswa Kalsel 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Paula Verhoeven Hamil, Kiano Bakal Punya Adik, Baim Wong Ingin Mak Beti Ucapkan Selamat ke Sang Istri

HUT RI, MUI Tegaskan Peneguhan Pancasila Ideologi Final

- Apahabar.com Minggu, 16 Agustus 2020 - 19:23 WIB

HUT RI, MUI Tegaskan Peneguhan Pancasila Ideologi Final

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Zainut Tauhid Saadi. Foto-Kementerian Agama

apahabar.com, JAKARTA – Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Zainut Tauhid Saadi mengajak semua komponen bangsa meneguhkan kembali komitmen kebangsaan dan mengokohkan konsensus nasional Pancasila dalam momentum HUT RI.

“Bahwa NKRI yang berdasarkan Pancasila adalah bentuk final dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” kata Zainut, Minggu (16/8).

Dia mengatakan, kemerdekaan Indonesia dicapai atas upaya bersama seluruh rakyat Indonesia yang ingin hidup bebas merdeka dari segala bentuk penindasan dan penjajahan. Sehingga kemerdekaan harus dapat dinikmati dan dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia.

“Kemerdekaan Indonesia harus dapat menyatukan keanekaragaman budaya, bahasa, etnis, suku, ras, golongan dan agama,” kata dia.

Kebhinnekaan, kata dia, merupakan kekayaan bangsa Indonesia yang harus terus dipelihara dan dijaga dengan semangat persaudaraan kebangsaan yang hakiki.

MUI, kata dia, mendorong pemerintah untuk terus melakukan ikhtiar mewujudkan cita-cita proklamasi dan tujuan bernegara.

Mewujudkan proklamasi, kata dia, bisa dengan melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi serta keadilan sosial.

Dia menilai saat ini mulai terjadi gejala memudarnya semangat nasionalisme, patriotisme dan persaudaraan di kalangan warga bangsa.

Hal tersebut, kata Zainut, ditandai dengan menguatnya sikap individualistik dan perilaku eksklusif kelompok yang mengusung tema primordialisme.

Contoh lain, kata dia, termasuk sikap permisif masyarakat terhadap paham radikal yang menentang Pancasila dan simbol-sombol negara dengan dalih agama.

Dia mengatakan di sisi lain ada gejala merasuknya paham liberalisme dan sekularisme dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dengan dalih kebebasan demokrasi dan hak asasi manusia (HAM). Semuanya itu merupakan ancaman bagi kelangsungan NKRI dan Pancasila.

“Hendaknya tokoh agama, tokoh politik dan tokoh masyarakat menjadi negarawan yang dapat merekatkan perbedaan dan merajut persaudaraan. Menjadi teladan dalam menerapkan etika politik kesantunan, akhlakul karimah dan berkeadaban dengan tidak mengumbar rasa kebencian dan permusuhan yang dapat memecah belah bangsa Indonesia,” kata dia.

Zainut juga mengajak semua pihak untuk kembali kepada semangat perjanjian luhur bangsa Indonesia yang telah meletakkan dasar-dasar berdirinya NKRI yaitu Pancasila, UUD Negara RI Tahun 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, agar bangsa Indonesia selamat dan terhindar dari bahaya perpecahan dan tetap berdiri tegak hingga akhir zaman.(Ant)

Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Lawan Covid-19, Inggris Uji Coba Keampuhan Plasma Darah
apahabar.com

Nasional

Cuaca Buruk, Helikopter Jokowi Batal Mendarat di Sukajaya
apahabar.com

Nasional

Polisi Periksa Puluhan Pekerja Proyek RS Siloam
apahabar.com

Nasional

Berikut Alasan Presiden Kembali Naikkan Iuran BPJS
apahabar.com

Nasional

Pemilu 2019, Intelijen Negara Mesti Netral
apahabar.com

Nasional

Tak Ada Rekrutmen CPNS 2020-2021, Simak Penjelasan BKN
apahabar.com

Nasional

Dua Penyerang Novel Baswedan Dituntut 1 Tahun Penjara
apahabar.com

Nasional

Bakal Calon Ibu Kota, Harga Tanah di Gunung Mas Naik 4 Kali Lipat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com