Satu Warga Kalsel Tertular Corona B117, Pj Safrizal Imbau Perketat Prokes Resmi, Kejari Tanbu Tetapkan Tersangka Kasus Pengadaan Kursi Peserta KLB Demokrat Dijanjikan Rp 100 Juta, Ternyata Hanya Terima Rp 5 Juta Polisi Bakal Tindak Parkir Sembarangan di Kawasan Taman Kota-Masjid Raya Kotabaru Kemenkes Sebut 4 Pasien yang Terserang Corona B117 Tak Bergejala Berat

Imam Syafi‘ie dan Imam Ats Tsauri Debat, Endingnya Tak Terduga

- Apahabar.com Sabtu, 22 Agustus 2020 - 05:30 WIB

Imam Syafi‘ie dan Imam Ats Tsauri Debat, Endingnya Tak Terduga

Ilustrasi Sumber: net

apahabar.com, JAKARTA— Antara dua ulama besar ahli fiqih, Imam Syafiíe dan Imam Tsauri pernah terjadi perdebatan. Menariknya di penghujung perdebatan mereka, keduanya menarik pendapat mereka. Kok bisa?

Cerita ini diambil dari Syarh Al-Yaqutun Naf, Juz 1 Hal 90, karya Syekh Muhammad bin Ahmad Asy Syatiri yang dialihbahasakan Khaeron Sirin menjadi judul buku “Ketawa Sehat Bareng Para Ahli Fiqih.”

Khaeron Sirin menuliskan, ketika itu yang didiskusikan dua imam tersebut seputar hukum kulit bangkai dan penyuciannya dengan cara disamak.

Imam Syafii berpendapat, kulit bangkai selamanya tak bisa disucikan meskipun dengan cara di samak. “Beliau mendasarkan pendapatnya pada surat yang dikirim Nabi kepada Juhaimah,” katanya.

Nabi bersabda. “Sesungguhnya aku telah memberi kemudahan kepada kamu pada kulit bangkai, maka apabila sampai surat ini kepadamu, maka jangan kamu ambil manfaat dari kulit bangkai, baik dengan disamak atau dengan membalut.” (Mujam Al-Ausath, No, 104).

Sedangkan Imam Sufyan Ats-Tsauri berpendapat bahwa kulit bangkai bisa disucikan dengan cara disamak. Dalil yang beliau gunakan sebagai dasar pendapat tersebut adalah hadits Nabi.

Dari Ibnu Abbas RA ia berkata Nabi SAW menemukan bangkai domba yang diberikan kepada maulah (bekas budak) Maimunah sebagai sedekah, lalu Nabi SAW bersabda:

“Mengapa kulitnya tidak engkau memanfaatkan?” Mereka berkata: “Itu bangkai, wahai Rasulullah.” Beliau menjawab: “Sesungguhnya yang haram itu hanya memakannya.” (HR BUkhari)

Singkat cerita, diskusi tersebut berakhir dan kedua Imam tersebut menarik kembali pendapatnya. Imam Sufyan Ats-Tsauri yang akhirnya mengikuti pendapat Imam Syafii yang menyatakan bahwa kulit bangkai selamanya tak bisa disucikan. “Begitupun Imam Syafi’i ini justru malah mengikuti pendapat Imam Ats-Tsauri bahwa kulit bangkai bisa disucikan dengan cara disamak,” katanya.

Ke-legowo-an dua imam agung itu, kata Khaeron, mesti menjadi perhatian, bagaimana ulama tidak fanatik dengan pendapat mereka.

“Mereka mengikuti pendapatnya yang terbukti benar. Sebab masing-masing mempunyai sudut pandang berbeda dan hanya mantap dengan adanya dalil,” katanya.

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Religi

6 Amalan Mujarab Penghapus Dosa
apahabar.com

Habar

Aktris Chacha Frederica Ungkap Alasan Mantap Memeluk Islam
apahabar.com

Religi

Mengenal Nu’aiman, Sahabat Nabi yang Masuk Surga dengan Tertawa
jenis air

Habar

4 Jenis Air untuk Bersuci dalam Islam
apahabar.com

Habar

Begini Cara Menentukan Arah Kiblat
apahabar.com

Habar

‘Bagarakan Sahur’ Ternyata Sudah Ada di Zaman Rasulullah
apahabar.com

Hikmah

Surat At-thur Buat Umar bin Khattab Selalu Menangis, Simak Kisahnya
apahabar,com

Religi

Jelang Haul Abah Guru Sekumpul, Panitia Ungkap Hal yang Dilarang
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com