Daftar Bersamaan dengan KIB, PSI: Tanda-Tanda Alam Nih! Banjarbaru Ibu Kota Baru, Ovie Minta Petani Tak Tergiur Alihfungsi Lahan Datangi KPU, PSI Selipkan Aspirasi Rakyat melalui Tulisan di Kaos Polda Kalsel Respons Desakan IPW Copot AKBP AB Dkk Dukung Perubahan Iklim, PSI Apresiasi Pendaftaran Parpol melalui Sipol
agustus

Imbas Pandemi Covid-19, Penari Suluh Banua Tabalong Sepi Job

- Apahabar.com     Sabtu, 15 Agustus 2020 - 16:43 WITA

Imbas Pandemi Covid-19, Penari Suluh Banua Tabalong Sepi Job

Penari Sanggar Suluh Banua saat menampilkan tarian Radap Rahayu di depan Kapolda Kalsel Irjen Nico Afinta, Bupati Tabalong H Anang Syakhfiani dan pejabat lainnya. Foto- apahabar.com/ahc26

apahabar.com, TANJUNG – Penari Suluh Banua Tabalong tak lagi lenggak-lenggok di atas panggung. Pun dengan seniman musiknya, tak bisa unjuk kebolehan.

Pasalnya, selama pandemi Covid-19 nyaris tak ada pementasan. Sanggar seni itu benar-benar sepi job.

Sejak Maret hingga kini, hanya dua kali baru menerima job. Itu pun sudah lama.

Pertama, di acara acara Kadin. Lalu yang kedua saat acara Kampung Tangguh Banua. Itu pun jumlah penari dan durasi mereka tampil dibatasi.

Akibatnya, berdampak pula pada keuangan sanggar yang dikelola. “Sepinya job membuat penghasilan kas sanggar kosong, sehingga berimbas kepenghasilan penari dan pemusik di sanggar kami,” kata Dedy Rahnoni, Pimpinan Sanggar Suluh Banua, Sabtu (15/8).

Padahal, ungkap Dedy, dalam sebulan pihaknya menerima job dari instansi pemerintah dan swasta, hingga 4 kali. Artinya dalam sepekan sekali manggung.

Kini, untuk Hari Jadi Kabupaten Tabalong pun belum ada kepastian, apakah mendapat job atau tidak. “Kita juga belum dikontak panitia, apakah akan tampil atau tidak. Biasanya bulan ini sudah diberi tahu,” ujar Dedy.

Dedy menyebutkan, setiap tampil para penari biasanya mendapatkan insentif mulai Rp100-200 ribu. “Tapi karena kita sepi job penghasilan mereka pun juga tidak ada,” jelas Dedy.

Belum lagi saat ini untuk perawatan perlengkapan dan kostum. Semunya membutuhkan uang tak sedikit, dan terpaksa mengeluarkan kocek pribadi.

Jika ini terus terjadi, Dedy khawatir tidak sanggup lagi merawatnya. “Kami berharap pandemi ini cepat berlalu, sehingga perekonomian kita mulai menggeliat kembali. Kalau pun masih, kita harapkan ada job buat anak-anak, meski menerapkan protokol kesehatan,” harapnya.

Sekadar diketahui, Sanggar Seni Suluh Banua dibentuk tahun 2009. Saat ini anggotanya 30 orang, baik anak-anak maupun dewasa. Sedangkan pemain musik panting 20 orang.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Reporter: Ahc26 - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Tak Berkategori

Keluar dari LP Banjarbaru, Pelaku Penganiayaan Dijemput Polsek Martapura Kota
apahabar.com

Tak Berkategori

Beri Santunan Ratusan Ahli Waris, Pemkab Tabalong Sediakan Dana Rp 2 Miliar
Pelaku KU menunjukkan barang bukti hasil curian yang dilakukannya bersama komplotannya kepada Kapolres Tabalong AKBP Riza Muttaqin dan jajarannya. Foto - apahabar.com/M.Al-Amin.

Tak Berkategori

Satu DPO, Tiga Komplotan Pencuri Mesin Traktor Berhasil Diringkus di Tabalong
Vaksin

Tak Berkategori

Usai Diberi Vaksin Uji Coba, Menkes India Positif Covid-19
apahabar.com

Tak Berkategori

SMAN 5 Banjarmasin Harapkan Lahirkan Lulusan Berdaya Saing
apahabar.com

Tak Berkategori

Jasa Raharja Keluarkan Rp3 Miliar Untuk Korban Meninggal di Jalan Raya
apahabar.com

Tak Berkategori

Benih Bermutu, Penentu Hasil Produksi Cabai
apahabar.com

Tak Berkategori

Forum Sineas Banua Kembali Gelar Aruh Film Kalimantan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com