VIDEO: Polisi Rilis Tersangka Pencurian Hp Rosehan di Pesawat Sengketa Kepemilikan Kampus Achmad Yani, Gugatan Adik Berlanjut di PN Banjarmasin Magrib, Mayat di Jembatan Kayu Tangi Gegerkan Warga Sekolah Tatap Muka di Banjarmasin: Waktu Belajar Dipangkas, Sehari Hanya 5 Jam Sehari Jelang Penutupan, Pendaftar BLT UMKM di Batola Capai 5.000 Orang

Indeks Demokrasi Kalsel Menurun, KPU-Bawaslu Diminta Berbenah

- Apahabar.com Jumat, 7 Agustus 2020 - 17:00 WIB

Indeks Demokrasi Kalsel Menurun, KPU-Bawaslu Diminta Berbenah

KPU dan Bawaslu diminta berbenah untuk memperbaiki indeks demokrasi Kalsel yang merosot jelang Pilkada. Foto-Istimewa

apahahabar.com, BANJARMASIN – Kabar kurang mengenakkan menerpa Kalsel. Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) menurun jelang Pilkada 2020.

Meminjam data Badan Pusat Statistik (BPS), IDI Kalsel 2019 turun 0,45 poin dibanding tahun sebelumnya.

Direktur Eksekutif Institut Demokrasi dan Pemerintahan Daerah, Muhammad Erfa Redhani miris melihat pencapaian tersebut.

“Setidaknya IDI merupakan indikator yang menjadi acuan daerah untuk mengukur tingkat demokrasi di Banua (sebutan Kalsel, red),” kata Erfa kepada apahabar.com, Jumat (7/8) pagi tadi.

Menurut Dosen FH ULM ini, terdapat 3 aspek yang diukur dalam menentukan IDI di Kalsel.

Di antaranya Kebebasan Sipil (Civil Liberty), Hak-Hak Politik (Political Rights), dan Lembaga Demokrasi (Institution of Democracy).

“Ketika kita melihat hasil riset IDI terhadap demokrasi di Kalsel, kita miris karena terjadi penurunan,” beber Erfa.

Terlebih, penurunan indeks demokrasi ini, kata dia, terjadi pada Lembaga Demokrasi yakni sebesar 5,70 poin.

“Dari 88,37 pada tahun 2018 menjadi 82,67 pada tahun 2019 kemarin,” jelasnya.

Berdasarkan variabel yang tercantum dalam laporan IDI, sambung dia, seperti kebebasan berkumpul berserikat, peran partai politik, serta Pemilu yang bebas dan adil juga mengalami penurunan.

“Di mana masing-masing penurun sebesar 76,56 poin, 38,57 poin, dan 17,69 poin,” cetusnya.

Kondisi ini, tentu menjadi catatan serius bagi perkembangan demokrasi di tingkat lokal.

Sebab, ketiga hal tersebut merupakan instrumen demokrasi yang paling vital.

“Lembaga demokrasi mestinya memberikan contoh yang baik dalam pelaksanaan demokrasi di Banua,” tegasnya.

Erfa mengatakan ini tentu menjadi tamparan keras bagi parpol dan penyelenggara Pemilu: KPU dan Bawaslu agar mesti berbenah.

Mengingat, riset IDI ini mempunyai pijakan yang jelas.

“Apalagi kita akan menghadapi Pilkada, Desember 2020 mendatang,”

Parpol, tambah dia, memiliki peran besar dalam proses pencalonan.

Bahkan, pada semua tahapan agar Pilkada berjalan dengan jujur dan adil, tanpa diwarnai kecurangan seperti mahar dan money politics.

“KPU dan Bawaslu sebagai garda terdepan punya peran penting dalam menjamin Pilkada yang jujur dan adil. Integritas penyelenggara Pilkada menjadi hal penting,” pungkasnya.

Editor: Fariz Fadhillah

Reporter: Muhammad Robby - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Politik

Money Politik ‘Lumrah’, Tapi Susah Dibuktikan
apahabar.com

Politik

3 Rumus Jokowi Menang Telak di Pilpres, Ini Kata Pengamat
apahabar.com

Politik

7 Paslon Jagoan PKS di Pilkada Kalsel, Tidak Termasuk Ibnu-Ariffin
apahabar.com

Politik

Pesan Syafruddin H Maming untuk Masyarakat Pulau Burung
apahabar.com

Politik

Capres Disodorkan Daftar Pertanyaan Sepekan Sebelum Debat
apahabar.com

Politik

Jelang Musda, Golkar Kalsel Kumpulkan Para Sesepuh Partai
apahabar.com

Politik

Pilgub 2020, Gerindra Isyaratkan Tak Gentar Walau Paman Birin Borong Parpol
apahabar.com

Politik

Mendadak Sakit, Prabowo Batal Hadiri Kampanye Akbar di Pangkalpinang
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com