ga('send', 'pageview');
Mantan Anggota DPRD Tanbu Mahyudin alias Udin Kocak Tutup Usia Gejolak Harga Elpiji, Polisi Bongkar Aksi Curang 2 Pangkalan di Banjarmasin Menyelisik Ritual Pemakaman Adat Dayak Meratus: Hamburkan Beras Kuning Agar Keburukan Tak Menyertai Peserta Ritual Sederet Alasan Dua Konfederasi Buruh Dukung Sahbirin-Muhidin di Pilkada Kalsel 2020 Wawali Banjarbaru Dilaporkan ke Bawaslu, Simak Hasil Kajian Gakkumdu

Ini Keajaiban 10 Muharram

- Apahabar.com Senin, 24 Agustus 2020 - 07:00 WIB

Ini Keajaiban 10 Muharram

Ilustrasi tanah Arab. Foto- Freepik

apahabar.com, JAKARTA – Datangnya tahun baru Islam 1 Muharam 1442 Hijriah tentu membuat umat Islam di seluruh dunia sangat bahagia.

Sebab Muharram merupakan satu dari empat bulan istimewa dalam Islam. Keempat bulan haram atau suci itu adalah Dzulqo’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Muharram sendiri disebut juga sebagai Syahrullah atau bulan Allah Subhanahu wa ta’ala.

Di dalam bulan Muharram ada sejumlah amalan yang dapat dilakukan, salah satunya puasa sunah Tasuah dan Asyura pada tanggal 9 dan 10 Muharram. Abu Qotadah Al Anshoriy berkat:

“Nabi Shallallahu alaihi wa sallam ditanya mengenai keutamaan puasa Arafah? Beliau menjawab: ‘Puasa Arafah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.’ Beliau juga ditanya mengenai keistimewaan puasa Asyura? Beliau menjawab: ‘Puasa Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu’.” (HR Muslim nomor 1162)

Dikutip pada buku Atho-if Al Ma’arif, halaman 99, bahwa Ibnu Rajab mengatakan, “Di antara ulama yang menganjurkan berpuasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram sekaligus adalah Imam Asy Syafii, Imam Ahmad, dan Ishaq. Adapun Imam Abu Hanifah menganggap makruh jika seseorang hanya berpuasa pada hari ke-10 saja.”
Adapun peristiwa-peristiwa penting di dalamnya yang dianjurkan untuk berpuasa sunah pada tanggal 9 dan 10 Muharram yaitu:

1. Nabi Adam Alaihissalam bertobat kepada Allah Subhanahu wa ta’ala

Nabi Adam Alaihissalam merupakan manusia pertama yang diciptakan oleh Allah Azza wa jalla. Penciptaan Nabi Adam dituliskan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala dalam kitab suci Alquran Surah Al Baqarah Ayat 30–39.

Setelah itu, Allah Subhanahu wa ta’ala menciptakan Hawa. Ia diciptakan dari tulang rusuk Nabi Adam. Kemudian Allah Ta’ala mempersilahkan Nabi Adam dan Hawa tinggal di surga-Nya, akan tetapi ada syarat untuk tidak mendekati salah satu pohon di dalam surga. Namun persyaratan itu diingkari karena godaan para Iblis dengan iming-iming dapat mengubah mereka menjadi malaikat dan bisa hidup kekal di surga. Hal ini tertulis dalam Alquran Surah Al A’raf Ayat 20.

Sebelum dikeluarkan dari surga, Nabi Adam dan Hawa memohon ampun kepada Allah Azza wa jalla seraya bertobat atas dosa yang dilakukan. Usai diusir dari surga, Nabi Adam dan Hawa terpisah, berdasarkan riwayat Ibnu Umar menyatakan, “Adam diturunkan di Shafa, sedangkan Hawa di Marwa.”

Mereka pun dipertemukan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala di Jabal Rahma dan bersatu kembali. Lalu pada 10 Muharram usaha Nabi Adam untuk bertobat diterima dan diampuni oleh Allah Ta’ala.

2. Kapal Nabi Nuh Alaihissalam berlabuh dengan selamat

Nabi Nuh Alaihissalam diutus oleh Allah Subhanahu wa ta’ala untuk kaumnya di kawasan Sungai Eufrat dan Tigris. Kaumnya adalah penyembah lima berhala yaitu wad, siwa’, yaghus, ya’uq, dan nasr. Pada hari raya Nabi Nuh keluar. Lalu ketika Nabi Nuh berusia 480 tahun datanglah malaikat Jibril. Jibril lalu berkata, “Saya utusan Tuhan Semesta Alam. Saya datang kepadamu membawa risalah. Sungguh Allah telah mengutusmu untuk umatmu.”

Namun, peringatan dan ajakan Nabi Nuh tidak digubris sang raja dan rakyatnya. Kemudia Nabi Nuh mengadukan masalahnya kepada Allah Subhanahu wa ta’ala sebagaimana dalam Alquran menjelaskan bahwa:

“Nuh berkata: ‘Ya Tuhanku, Sesungguhnya aku telah menyeru kaumku malam dan siang, maka seruanku itu hanyalah menambah mereka lari (dari kebenaran)’.” (QS Nuh: 5–6)

Setelah datangnya azab berupa banjir besar, anak Nabi Nuh memisahkan diri dari ayahnya dan bergabung bersama kaum kafir. Lalu Nabi Nuh menunggun anaknya untuk bisa menaiki kapal buatannya. Singkat cerita, perahu Nabi Nuh berlabuh tepat pada hari Asyura atau tanggal 10 Muharram.

3. Nabi Ibrahim Alaihissalam terbebas dari kobaran Api

Ibrahim Alaihissalam merupakan nabi ke-6 dalam sejarah Rasul Allah. Allah Subhanahu wa ta’ala memberikan mukjizat kepada Nabi Ibrahim yakni sebuah pemikiran cerdas, sekaligus mengutusnya sebagai penyampaian keberadaan Allah Ta’ala.
Lalu mukjizat selanjutnya pada tanggal 10 Muharram saat Nabi Ibrahim dibakar hidup-hidup, Allah Azza wa jalla memebrikan mukjizat terbebasnya dari kobaran api.

4. Nabi Yusuf Alaihissalam terbebas dari penjara

Nabi Yusuf Alaihissalam yang dipenjara karena difitah oleh seseorang, pada 10 Muharram membuktikan kebenarannya dan bebas dari penjara.

5. Nabi Yunus Alaihissalam berhasil keluar dari perut ikan paus

Nabi Yunus Alaihissalam pernah ditelan ikan pasu. Namun dengan kuasa Allah Subhanahu wa ta’ala pada tanggal 10 Muharram Nabi Yunus berhasil keluar dari perut ikan tersebut.

6. Nabi Ayyub Alaihissalam sembuh dari penyakit

Nabi Ayyub Alaihissalam merupakan nabi paling sabar karena diuji dengan kehilangan harta, keluarga, dan menderita penyakit. Nabi Ayyub pun memohon kepada Allah Subhanahu wa ta’ala agar menghilangkan derita yang dihadapinya. Pada 10 Muharram, penyakit Nabi Ayub diangkat dan disembuhkan oleh Allah Ta’ala.

7. Nabi Musa Alaihissalam lolos dari pasukan Firaun

Ketika berkuasa, Raja Firaun menerapkan aturan membunuh anak laki-laki yang terlahir dari Suku Bani Israil dan membiarkan anak perempuan. Sejak Nabi Musa dilahirkan, pasukan Firaun tidak ada yang mengetahuinya.

Singkat cerita Nabi Musa dikejar-kejar oleh pasukan Firaun dan terjebak di ujung perbatasan laut, lalu dipukulah tongkat tersebut ke tanah hingga membelah lautan. Maka pada 10 Muharram Nabi Musa lolos dari pasukan Firaun. Wallahu a’lam bishawab. (Okz)

Editor: Syarif

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hikmah

Cinta pada Islam di Dubai, Simak Kisah Pria Meksiko Jadi Mualaf
apahabar.com

Hikmah

Manfaat Baca Surah An-Naba Sangat Besar, Apa Saja?
apahabar.com

Hikmah

Sudahkah Mencontoh Rasul dalam Berpuasa?
apahabar.com

Hikmah

Nabi Muhammad Menganjurkan Hemat Air Saat Wudhu
apahabar.com

Hikmah

Jalan Panjang Akhirat, Penantian Muslim di Alam Kubur
apahabar.com

Hikmah

Ibnu Qayyim Ungkap Kata Terakhir Pria yang Sibuk Dagang
apahabar.com

Hikmah

Keutamaan Lailatul Qadar
apahabar.com

Hikmah

Teladan Nabi Muhammad Mencegah Wabah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com