Warga Banjarmasin Terpesona Menikmati Pantai Teluk Tamiang Kotabaru Duh! Anggaran Pembinaan Atlet Banjarmasin Tertunggak 6 Bulan Isu Lemahnya KPK Digaungkan, Mahasiswa Siap Geruduk DPRD Kalsel Kritik PSU Kalsel, Dosen Uniska Uhaib ‘Dihadiahi’ Somasi Tim BirinMu Heboh Dikira Disembunyikan Makhluk Gaib, Ibu Muda di HST Akhirnya Ditemukan

Ini Keutamaan Puasa Asyura 10 Muharram

- Apahabar.com Sabtu, 29 Agustus 2020 - 10:08 WIB

Ini Keutamaan Puasa Asyura 10 Muharram

Ilustrasi. Foto-Net

apahabar.com, JAKARTA – 10 Muharram atau juga dikenal dengan Hari Asyura merupakan hari yang agung. Karena banyak peristiwa penting dan bersejarah dalam Islam terjadi pada hari ini di zaman para nabi.

Makanya disunahkan berpuasa pada hari ini. Hukum Puasa Asyura adalah sunah, artinya jika dikerjakan mendapatkan pahala, dan tidak berdosa apabila ditinggalkan. Tapi, Puasa Asyura banyak sekali keutamaannya. Bahkan disebutkan sebagai sebaik-baik puasa setelah puasa Ramadhan.

Hal ini sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah dalam sebuah hadist:

“Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah (puasa) di bulan Allah (bulan) Muharram, dan sholat yang paling utama setelah sholat wajib (lima waktu) adalah sholat malam.” (HR. Muslim : 1163).

Puasa Asyura diistimewakan oleh Rasulullah. Sebagaimana disebutkan dalam hadist dari Ibnu Abbas radiyallahu’anhu mengatakan:

“Saya belum pernah melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan perhatian terhadap puasa di satu hari yang beliau istimewakan, melebihi hari Asyura, dan puasa di bulan ini, yaitu Ramadan”. (HR Bukhari : 2006).

Melansir dari artikel di Tebuireng.Online yang ditulis oleh Silmi Adawiya, alumnus Pondok Pesantren Putri Walisongo Jombang dan Unhasy, Sabtu (29/8), bahwa Puasa Asyura bisa menjadi kaffarah atau penebus dosa bagi seseorang.

Dengan sifat rahman rahim-Nya, Allah menghapuskan dosa seseorang selama setahun bagi yang mengerjakan Puasa Asyura.

Sebagai seorang hamba yang penuh dosa, alangkah baiknya kita tidak melewat kesempatan emas ini. Entah seberapa banyak dosa dan kesalaham yang kita perbuat, namun Allah dengan Maha Baik-Nya memberikan bonus tersebut bagi hamba yang mau berpuasa Asyura di bulan Muahrram ini.

Dari Abu Qatadah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Puasa hari Asyura, aku mengharap kepada Allah, puasa ini menghapuskan (dosa) setahun yang telah lewat”. (HR. Muslim : 1162).

Dalam kitab Majmu Al-Fatawa, Ibnu Taimiyah menjelaskan bahwa dosa yang terhapuskan adalah dosa kecil dan dosa besar, karena hadits tersebut sifatnya umum.

Sedikit berbeda dengan keterangan Imam Nawawi dalam kitab Syarh Shahih Muslim, Imam Nawawi menjelaskan bahwa jika bukan dosa kecil yang diampuni, semoga dosa besar yang diperingan.

Jika tidak, semoga ditinggikan derajat. Keluar dari kendati tersebut, siapapun yang berkehendak dan mampu berpuasa Asyura, Allah dengan Maha pemurahNya memberikan ganjaran yang mulia tersebut.

Apabila tanggal 10 Muharram jatuh pada hari Jum’at dan Sabtu, apa status kesunnahannya berubah menjadi makruh lantaran ada hadits yang melarang menyendirikan puasa pada hari Jumat dan Sabtu selain puasa yang wajib?

Jawabannya adalah tetap sunah untuk berpuasa, karena kesunahan ini bukan tanpa sebab. (Okz)

Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ceramah

Jangan Khawatirkan Majelis Taklim
Haul Guru Sekumpul ke 15; Seluruh Karyawan Pasar Sekumpul Disiapkan Layani Jemaah

Habar

Haul Guru Sekumpul ke 15; Seluruh Karyawan Pasar Sekumpul Disiapkan Layani Jemaah

Religi

Ejekan Abu Jahal dengan Penuturan Rasulullah SAW
apahabar.com

Hikmah

Belajar Wara’ dari Pertemuan Abah Zuki dan Abah Guru Sekumpul
apahabar.com

Hikmah

Ini Lafal Zikir Pagi dan Petang Seperti Dicontohkan Rasulullah SAW
apahabar.com

Hikmah

Batalkah Puasa Orang yang Menyelam?
apahabar.com

Religi

Inilah 6 Orang Pengantar Surat untuk Para Raja di Zaman Nabi SAW
apahabar.com

Hikmah

10 Hal Ini yang Membuat Doa Tidak Terkabul
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com