Usai Beasiswa 1000 Doktor, SHM Bakal Cetak Ribuan Sarjana Baru di Tanah Bumbu Sederet Prestasi Niha, Hafizah Cilik Kotabaru dari MTQ Tingkat Kabupaten hingga Provinsi Polisi Anulir Pernyataan Status Tersangka Dua Mahasiswa Kalsel 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Paula Verhoeven Hamil, Kiano Bakal Punya Adik, Baim Wong Ingin Mak Beti Ucapkan Selamat ke Sang Istri

Intip Keadaan Bayi yang Lahir 17 Agustus di Banjarmasin

- Apahabar.com Senin, 17 Agustus 2020 - 18:52 WIB

Intip Keadaan Bayi yang Lahir 17 Agustus di Banjarmasin

Bayi pasangan H Fatma (55) dan Marniati (29) kini harus masuk ke inkubator. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Pasangan H Fatma (55) dan Marniati (29) tak sabar ingin segera memeluk sang buah hati.
Namun terkadang karena beberapa alasan, pasangan Suami Istri (Pasutri) ini tidak bisa langsung bertemu dengan bayinya.

Anak keduanya tersebut masuk ke inkubator terlebih dahulu atau menjalani perawatan di ruang NICU (Neonatal Intensive Care Unit). Alasannya karena kondisi bayi sempat tidak stabil.

“Kebetulan bayi yang lahir tadi kondisinya kurang bagus ketika diawal,” ujar Nani Sulistiawati, tenaga medis yang membantu penyalinan.

Meski begitu, ia menyampaikan seiring berjalannya waktu keadaan bayi berlangsung membaik.

Ini setelah dilakukan perawatan di RSUD Sultan Suriansyah. Dari pemasangan oksigen hingga dimasukkan kedalam ruang inkubator.

“Masih perlu observasi,” ucapnya.

Ia mengatakan terdapat sederet alasan yang mengharuskan bayi masih menjalani perawatan signifikan. Paling kuat adalah keadaan bayi ketika di dalam rahim ibu dalam posisi sungsang.

Selain itu, tubuh bayi yang relatif besar memaksa penyalinan menggunakan metode operasi sesar. “Terlebih bayi ketika lahir tidak menangis dan diharuskan ada penanganan lebih,” tuturnya.

Tak hanya itu. Ia menerangkan kondisi ibu sudah mengeluh kesakitan karena kontraksi pada subuh hari.

Pasien merupakan rujukan dari Puskesmas Beruntung Raya. Sampai di Rumah Sakit (RS) sekitar pukul 10.00 Wita. “Sudah mau melahirkan lalu segera masuk ke ruang operasi,” ucapnya.

Beruntung, lanjut dia ketika proses penyalinan berjalan lancar dan tidak ada kendala yang berarti. “Ibunya bagus kondisinya,” imbuhnya.

Ia menerangkan bayi ini memiliki berat 3.610 gram. Ini merupakan bayi pertama yang lahir ditangani RSUD Sultan Suriansyah ketika momen 17 Agustus. “Mudahan ada lagi,” pungkasnya.

Editor: Syarif

Reporter: Bahaudin Qusairi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

HUT ke-74 RI, Bintang LVRI untuk Nadjmi Adhani
apahabar.com

Kalsel

Kabar dari HST, Gerakan Bersama untuk Kenyamanan Perjalanan Jamaah Haul Guru Sekumpul
apahabar.com

Kalsel

Operasi Patuh Intan, Applause untuk Masyarakat Tabalong
apahabar.com

Kalsel

Pedagang Pasar Malam Eks Bajuin Plaza Eksodus ke RTH Hasan Basri
apahabar.com

Kalsel

Bisakah RSUD Ulin Meniru RSUD Bali Mandara?
apahabar.com

Kalsel

Belasan Paket Sabu dan Ineks Siap Edar Disita dari Pemuda Binuang
apahabar.com

Kalsel

Sepanjang 2019, Polres Tala Selamatkan Ratusan Juta Uang Negara
apahabar.com

Kalsel

Tingkatkan Potensi Desa di Balangan, PT.  Adaro Indonesia Gelar Sekolah Bumdes Berani 2019
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com