Geger Pria di Kelumpang Kotabaru Tewas Diduga Disengat Ratusan Lebah Membeludak, Warga Barabai Terobos Kantor Disprindagkop Demi BLT UU Cipta Kerja, Ketum Hipmi Yakin Indonesia Lolos dari Midlle Income Trap Live Streaming Man City vs Porto, Link Siaran Langsung Liga Champions di SCTV-Vidio.com Malam Ini Jembatan Terpanjang Kedua Indonesia di Kaltim Sudah 90 Persen Beres

IPW Pertanyakan Jabatan Baru Suami Jaksa Pinangki

- Apahabar.com Selasa, 4 Agustus 2020 - 16:20 WIB

IPW Pertanyakan Jabatan Baru Suami Jaksa Pinangki

Ilustrasi mutasi di tubuh Polri. Foto: Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S. Pane mempertanyakan keputusan Polri memberikan jabatan baru terhadap AKBP Napitupulu Yogi Yusuf, suami jaksa Pinangki Sirna Malasari.

“Mengapa dalam telegram mutasi disebutkan AKBP Yogi Yusuf Napitupulu diangkat dalam jabatan baru?” kata Neta dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (4/8).

Diketahui bahwa AKBP Yogi Yusuf Napitupulu diangkat sebagai Kasubbagsismet Bagjiansis Rojianstra Slog Polri. Sebelumnya, dia menjabat sebagai Kasubbagopsnal Dittipideksus Bareskrim Polri.

Mutasi tersebut tercantum dalam Surat Telegram Kapolri nomor ST/2247/VIII/KEP./2020 tertanggal 3 Agustus 2020.

Adapun Pinangki telah dicopot dari jabatannya sebagai Kepala Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II pada Biro Perencanaan Jaksa Agung Muda Pembinaan karena dinilai terbukti melanggar disiplin dan kode etik perilaku jaksa.

Dari hasil klarifikasi Bidang Pengawasan Kejaksaan Agung, diketahui bahwa Pinangki telah melakukan perjalanan ke luar negeri tanpa izin pimpinan sebanyak sembilan kali serta diduga bertemu dengan Djoko Tjandra.

Menurut Neta, Yogi patut diduga mengetahui aktivitas istrinya yang kerap bepergian ke luar negeri untuk menemui yang diduga Djoko S. Tjandra.

“Sebagai suami, seharusnya AKBP Yogi tahu persis ke mana istrinya pergi dan bertemu siapa,” ucap Neta.

Namun, kata dia, Yogi justru tidak melaporkan hal itu kepada atasannya di kepolisian.

Neta pun mempertanyakan sikap Yogi yang seakan menutupi aktivitas istrinya tersebut.

Oleh karena itu, Neta menilai seharusnya Yogi tidak diberikan jabatan baru, tetapi dimutasi “nonjob” dalam rangka pemeriksaan lebih lanjut.

“Kapolri dan Kabareskrim sudah mengatakan siapa pun yang terlibat dalam kasus Djoko Tjandra akan ditindak tegas dan diproses pidana,” kata Neta.(Ant)

Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Kasus Covid-19 Kalsel Diatensi Presiden Lagi
apahabar.com

Nasional

Mendikbud: UN Tidak Dihapus, Tapi Diganti Asesmen Kompetensi
apahabar.com

Nasional

Total Korban Kapal BBM Meledak di Bawah Jembatan Ampera 11 Orang
apahabar.com

Nasional

China Tak Bisa Klaim Natuna, Indonesia Enggan Berperang
saubhaya.com

Nasional

MK Batalkan Aturan Batas Usia Menikah untuk Perempuan
apahabar.com

Nasional

BNPB: Pandeglang Terparah, Korban Tsunami Jadi 62 Orang
apahabar.com

Nasional

HPN 2020, Hipmi Ingin Media Bantu Promosikan Dunia Usaha
apahabar.com

Nasional

Amirul Hajj Takziyah KH Maimoen Zubair di RS An Noer Mekah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com