Usai Beasiswa 1000 Doktor, SHM Bakal Cetak Ribuan Sarjana Baru di Tanah Bumbu Sederet Prestasi Niha, Hafizah Cilik Kotabaru dari MTQ Tingkat Kabupaten hingga Provinsi Polisi Anulir Pernyataan Status Tersangka Dua Mahasiswa Kalsel 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Paula Verhoeven Hamil, Kiano Bakal Punya Adik, Baim Wong Ingin Mak Beti Ucapkan Selamat ke Sang Istri

Jaksa Penuntut Kasus Penyerangan Novel Baswedan Wafat

- Apahabar.com Senin, 17 Agustus 2020 - 17:39 WIB

Jaksa Penuntut Kasus Penyerangan Novel Baswedan Wafat

Suasana sidang tuntutan kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan. Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Robertino Fedrik Adhar Syarifuddin dikabarkan meninggal dunia, Senin (17/8). Kasubsi Penuntutan Kejaksaan Negeri Jakarta Utara itu adalah salah satu Jaksa Penuntut Umum kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Hari Setiyono membenarkan kabar wafatnya Fedrik. “Telah berpulang ke rahmatullah saudara Fedrik di RS Pondok Indah Bintaro jam 11.00 WIB,” katanya.

Menurut dia, Fedrik meninggal dunia karena mengalami sakit komplikasi. Namun, ia menyarankan konfirmasi ulang kepada pihak rumah sakit di mana Fedrik menghembuskan nafas terakhirnya.

“Info sakitnya komplikasi penyakit gula. Silakan confirm ke RS,” ujarnya.

Diketahui, Fedrik salah satu Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut dua terdakwa pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan, Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis dengan pidana satu tahun penjara.

Jaksa menilai terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersama-sama melakukan penganiayaan berat yang dilakukan dengan rencana terlebih dahulu sehingga menyebabkan Novel mengalami luka berat. Perbuatan itu dilakukan karena terdakwa menganggap Novel telah mengkhianati institusi Polri.

“Menuntut supaya majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara memeriksa dan mengadili perkara ini memutuskan, dua, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Rahmat Kadir Mahulette selama 1 tahun dengan perintah supaya terdakwa tetap ditahan,” kata Jaksa saat membaca surat tuntutan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Kamis, 11 Juni 2020.

Editor: Syarif

Uploader - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Jokowi Kurang Senyum di Debat, Prabowo Seperti Orang Mau Nangis
apahabar.com

Nasional

Tingkatkan Kesiagaan, Cuaca Ekstrem Indonesia Diprediksi Sepekan
apahabar.com

Nasional

Jasad Begal Sapi Tiba di Banjarmasin, Polisi Masih Bungkam
apahabar.com

Nasional

Sri Mulyani: APBN Instrumen Penting Bantu Masyarakat Hadapi Pandemi
apahabar.com

Nasional

Kesemprot Gas Air Mata, Ketua DPR Gagal Temui Pendemo
apahabar.com

Nasional

Refleksi Sumpah Pemuda, Jangan Memperluas Perbedaan
apahabar.com

Nasional

Anggota DPR RI Minta Kemhan Pertimbangkan Matang Pembelian Typhoon
apahabar.com

Nasional

Pulang Reuni 212, Ketua RT Kampung Melayu Meninggal
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com