Jadwal Timnas U16 Indonesia vs UEA Malam Ini, Live NET TV & Live Streaming Mola TV, Prediksi Skor! Kontroversi Pencopotan Sekda Tanah Bumbu, Ombudsman: Jangan Lampaui Kewenangan Live Mola TV! MU vs Chelsea di Liga Inggris, Prediksi Skor, Line up dan Link Streaming Siaran Langsung Pembantai Tetangga di Kelumpang Kotabaru Diancam Penjara Seumur Hidup! ANEH, 3 Proyek Jembatan di Banjarmasin Jalan Terus Walau Tanpa IMB

Jamur Danda, Janda Yang Kian Seksi

- Apahabar.com Jumat, 28 Agustus 2020 - 19:12 WIB

Jamur Danda, Janda Yang Kian Seksi

Salah seorang anggota kelompok usaha janda di Desa Danda Jaya sedang memanen jamur tiram. Foto-apahabar.com/Bastian Alkaf

apahabar.com, MARABAHAN – Sempat mengalami fase-fase pesimis, sekarang petani jamur tiram dari Desa Danda Jaya, Kecamatan Rantau Badauh, dapat menikmati ‘keseksian’ janda-janda mereka.

Janda yang notabene kependekan dari jamur Danda, dirintis sejak 2007. Namun lantaran keterbatasan pengetahuan, modal, sarana dan pemasaran, penanaman sempat terhenti.

Lantas mulai 2012, pasca penyelenggaraan pelatihan di Balai Pelatihan Kerja, sejumlah petani seperti mendapatkan kesempatan kedua.

Kendati demikian, masalah klasik berupa keterbatasan modal sempat menghantui. Wajar kalau sejak 2012 hingga 2015, mereka belum bisa berproduksi maksimal.

Di sisi lain, masyarakat belum begitu mengenal jamur tiram, sehingga petani pun kesulitan memasarkan produk.

Beruntung perhatian pemerintah mulai membaik. Sejumlah petani berhasil memperoleh modal usaha, baik berupa pinjaman maupun bantuan murni.

Dibarengi perbaikan manajemen produksi dan pemasaran, khalayak pun mulai mengenal dan menyukai janda. Penyingkatan nama jamur Danda menjadi janda, ternyata juga ikut menarik perhatian.

“Sekarang pemasaran dan permodalan tidak lagi menjadi kendala. Sudah sejak 2019, kami mengalokasikan anggaran melalui Dana Desa untuk pengembangan kelompok usaha janda,” papar Kepala Desa Danda Jaya, Diyono, Jumat (28/8).

“Sedangkan jalan pemasaran sudah terbuka, baik di Batola sendiri, maupun Banjarmasin dan beberapa kabupaten di Kalimantan Tengah,” imbuhnya.

Terdapat 13 kelompok usaha janda yang berkembang di Danda Jaya. Setiap kelompok terdiri dari 15 sampai 20 warga dengan pembagian tugas masing-masing.

Mulai dari pembuatan kumbung, penyiapan media tanam atau baglog, pengukusan selama 10 hingga 12 jam, pembibitan, hingga panen. Sedangkan biaya yang digunakan sekitar Rp1,5 juta per bulan.

Dari proses penyiapan baglog hingga menghasilkan jamur, dibutuhkan waktu sekitar 40 hingga 60 hari dengan masa panen tiga sampai empat kali sepekan.

Satu baglog sendiri bisa menghasilkan sekitar 600 gram jamur tiram, tergantung dari cara perawatan dan lingkungan.

Biasanya sepanjang musim kemarau, produksi sedikit menurun. Sebaliknya selama musim hujan, produksi meningkat. Hal itu disebabkan sifat jamur yang membutuhkan kelembaban tinggi.

Sementara ketahanan baglog sekitar 3 sampai 4 bulan. Kalau sudah melewati masa, ribuan baglog harus diganti karena tidak lagi bisa menghasilkan jamur.

Dengan harga jamur mentah sekitar Rp20 ribu hingga Rp30 ribu per kilogram, dapat dibayangkan penghasilan dari rata-rata 1.500 baglog per bulan.

“Selain menjual mentah, warga juga sudah membuat produk olahan dari janda seperti nuget, pentol bakso, sate, mie ayam dan kerupuk,” jelas Diyono.

Pemasaran produk olahan janda pun sudah terbuka. Selain datang langsung ke Danda Jaya, penjualan online pun dilayani.

Editor: Syarif

Reporter: Bastian Alkaf - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Banjarbaru Siap Cetak Pengusaha Baru, Sandiaga Uno Semangati Generasi Muda
apahabar.com

Kalsel

Siang Hari BMKG Prakirakan 4 daerah di Kalsel Diguyur Hujan Disertai Petir
apahabar.com

Kalsel

Cek Fakta: Beredar di WhatsApp Angin Bawa Virus Corona 3 Hari ini
apahabar.com

Kalsel

Dinilai Langka, Peneliti Asal Jepang Cari Lebah Merah Khas Kalimantan di Kotabaru

Kalsel

Pemprov Kalsel Gelar Rakor Persiapan Karhutla di Tengah Pandemi
apahabar.com

Kalsel

Kondisi Banjarmasin Pasca Supersemar (2); Tidak Ada Pembantaian, Berkat NU
apahabar.com

Kalsel

Pemudik Melintas di Rantau Terkendali
apahabar.com

Kalsel

Pencegahan Covid-19 di Kotabaru Sasar Desa Eks Transmigrasi, Ada ODP Lapor
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com