Kecewa, Pengembang Pelaihari City Mall Ngadu ke Menkopolhukam Jalan Berlubang Km 88 Tapin Renggut Nyawa Pemuda HST Ortu Oke, Belajar Tatap Muka di SMP Banjarmasin Dimulai November Menhub Datang, Pengembangan Runaway Bandara Teweh Dibahas Kronologi Lengkap Petaka Lubang Maut di Tapin yang Tewaskan Pemuda HST

Jelang Hari Kemerdekaan RI, Simak Pesan Dandim 1022/Tanah Bumbu

- Apahabar.com Minggu, 16 Agustus 2020 - 22:33 WIB

Jelang Hari Kemerdekaan RI, Simak Pesan Dandim 1022/Tanah Bumbu

Dandim 1022/Tanah Bumbu, Letkol Cpn Rahmat Trianto. Foto-Istimewa

apahabar.com, BATULICIN – Menjaga dan mempertahankan kemerdekaan dan keutuhan negara Republik Indonesia perlu dilakukan usaha-usaha nyata, antara lain penanaman semangat kebangsaan atau rasa nasionalisme kepada semua anak bangsa, terutama generasi muda.

Hal itu disampaikan oleh Dandim 1022/Tanah Bumbu, Letkol Cpn Rahmat Trianto, kepada apahabar.com, Minggu (16/8).

Ia menyebut generasi saat ini mempunyai tugas yang sama beratnya dengan mereka dulu, yaitu mempertahankan kemerdekaan, mengawalnya agar tidak keluar dari fitrahnya seperti dilahirkan dulu. Negara Indonesia yang didirikan ini haruslah berada di atas semua kelompok yang beragam.

Oleh sebab itu, yang perlu disadari oleh seluruh anak bangsa Indonesia dari seluruh elemen masyarakat mulai dari para penyelenggara negara hingga rakyat jelata.

“Bahwa negara ini didirikan adalah bukan untuk suku tertentu, agama tertentu, wilayah tertentu ataupun golongan tertentu dan tidak ada pilih kasih,” kata Letkol Rahmat.

Lebih lanjut dia menjelaskan mengheningkan cipta selama 3 menit merupakan salah satu upaya untuk mengenang dan mengingat bagaimana para pahlawan merebut kemerdekaan.

Akan tetapi pada kenyataannya untuk saat ini merebut kemerdekaan dulu sama beratnya dengan mempertahankan kemerdekaan sekarang.

Negara seperti Indonesia, sangat rentan terjadi konflik antaragama, suku, wilayah yang basah dan wilayah yang kering. Penyebabnya karena hanya dipersamakan oleh nasib dan cita-cita, sementara yang lainnya tersebut semuanya berbeda.

“Sehingga, tidak boleh ada istilah anak kandung dan anak tiri, supaya tidak terjadi konflik. Seperti mereka yang dulu ikut dalam perang melawan penjajah Belanda telah rela mengorbankan jiwa dan raganya bagi sebuah kemerdekaan yang ingin mereka dapatkan,” jelas Rahmat yang juga mantan Anggota Paskibraka Nasional tahun 1996 ini.

Namun karena semuanya berbeda, maka alat perekatnya pun hanya satu yaitu semangat kebangsaan atau rasa nasionalisme.

Maka dalam rangka menjaga dan mempertahankan kemerdekaan dan keutuhan negara Republik Indonesia dengan situasi saat ini, perlu adanya persatuan. Seperti menghadapi Covid-19, maka seluruh anak bangsa perlu bersatu padu sebagai rasa kebangsaan untuk sama sama melawannya.

Editor: Aprianoor

Reporter: Syahriadi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Isi Libur Sekolah, Puluhan Anak Banjarmasin Ikut Khitanan Massal Rumah Zakat
apahabar.com

Kalsel

Kesan Mayjen TNI Irwan Saat Tinjau Pelaksanaan TMMD ke 109 di Tanbu
apahabar.com

Kalsel

Cerita Korban Kebakaran Hebat di Kelayan Luar, Tercengang Lihat Api
apahabar.com

Kalsel

Baru Dikukuhkan, Puluhan BPD di Muara Uya Diberi Pembekalan
apahabar.com

Kalsel

Rawan Banjir, Dua Sungai Besar Jadi Perhatian BPBD Banjar
apahabar.com

Kalsel

Pasca-Terbakar, Kantor UPT Pasar Banjarmasin Kembali Genjot Pelayanan
apahabar.com

Kalsel

Kawanan Pencuri di Gudang PT Astra Tabalong Dibekuk Polisi
apahabar.com

Kalsel

Waspada Gelombang Tinggi dan Potensi Hujan Lebat di Kalsel Hari Ini
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com