Update Covid-19 Tanbu: Sembuh 1 Orang, Positif Nihil 6 Preman Kampung Pemeras Warga di Jalan Nasional Kalsel-Kaltim Disikat Polisi Pasangannya Meninggal, Rahmad Masud: Saya Masih Nggak Nyangka, Ini Seperti Mimpi Wawali Terpilih Meninggal, Begini Penjelasan RSP Balikpapan Respons Pemprov, Gubernur Sahbirin Mau Digugat karena Banjir Kalsel

Jelang Hari Kemerdekaan RI, Simak Pesan Dandim 1022/Tanah Bumbu

- Apahabar.com Minggu, 16 Agustus 2020 - 22:33 WIB

Jelang Hari Kemerdekaan RI, Simak Pesan Dandim 1022/Tanah Bumbu

Dandim 1022/Tanah Bumbu, Letkol Cpn Rahmat Trianto. Foto-Istimewa

apahabar.com, BATULICIN – Menjaga dan mempertahankan kemerdekaan dan keutuhan negara Republik Indonesia perlu dilakukan usaha-usaha nyata, antara lain penanaman semangat kebangsaan atau rasa nasionalisme kepada semua anak bangsa, terutama generasi muda.

Hal itu disampaikan oleh Dandim 1022/Tanah Bumbu, Letkol Cpn Rahmat Trianto, kepada apahabar.com, Minggu (16/8).

Ia menyebut generasi saat ini mempunyai tugas yang sama beratnya dengan mereka dulu, yaitu mempertahankan kemerdekaan, mengawalnya agar tidak keluar dari fitrahnya seperti dilahirkan dulu. Negara Indonesia yang didirikan ini haruslah berada di atas semua kelompok yang beragam.

Oleh sebab itu, yang perlu disadari oleh seluruh anak bangsa Indonesia dari seluruh elemen masyarakat mulai dari para penyelenggara negara hingga rakyat jelata.

“Bahwa negara ini didirikan adalah bukan untuk suku tertentu, agama tertentu, wilayah tertentu ataupun golongan tertentu dan tidak ada pilih kasih,” kata Letkol Rahmat.

Lebih lanjut dia menjelaskan mengheningkan cipta selama 3 menit merupakan salah satu upaya untuk mengenang dan mengingat bagaimana para pahlawan merebut kemerdekaan.

Akan tetapi pada kenyataannya untuk saat ini merebut kemerdekaan dulu sama beratnya dengan mempertahankan kemerdekaan sekarang.

Negara seperti Indonesia, sangat rentan terjadi konflik antaragama, suku, wilayah yang basah dan wilayah yang kering. Penyebabnya karena hanya dipersamakan oleh nasib dan cita-cita, sementara yang lainnya tersebut semuanya berbeda.

“Sehingga, tidak boleh ada istilah anak kandung dan anak tiri, supaya tidak terjadi konflik. Seperti mereka yang dulu ikut dalam perang melawan penjajah Belanda telah rela mengorbankan jiwa dan raganya bagi sebuah kemerdekaan yang ingin mereka dapatkan,” jelas Rahmat yang juga mantan Anggota Paskibraka Nasional tahun 1996 ini.

Namun karena semuanya berbeda, maka alat perekatnya pun hanya satu yaitu semangat kebangsaan atau rasa nasionalisme.

Maka dalam rangka menjaga dan mempertahankan kemerdekaan dan keutuhan negara Republik Indonesia dengan situasi saat ini, perlu adanya persatuan. Seperti menghadapi Covid-19, maka seluruh anak bangsa perlu bersatu padu sebagai rasa kebangsaan untuk sama sama melawannya.

Editor: Aprianoor

Editor: Reporter: Syahriadi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Pelabuhan Trisakti Kembali Buka Pelayaran
apahabar.com

Kalsel

BPBD Banjar Siaga Tangani Bencana
apahabar.com

Kalsel

Reformasi Hukum, Polres HST Sosialisasikan Pemberantasan Pungli
apahabar.com

Kalsel

Terjaring Operasi Yustisi, Seorang Petani HSU Kedapatan Bawa Ratusan Obat Tanpa Merek
apahabar.com

Kalsel

Siang Bolong, Lahan Kosong Depan Kantor Bupati Tanbu Dilalap Api
apahabar.com

Kalsel

LAPOR! Goes to Campus, FAS FH Unlam Suguhkan Penampilan Memukau

Kalsel

Bioskop KCM Belda Banjarmasin Diresmikan, GTPP Covid-19 Pantau Prokes
apahabar.com

Kalsel

Meninggal Mendadak, Warga Keruwing Indah Ditangani Protokol Covid-19
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com