Ibadah Ramadan di Banjarbaru Diperbolehkan dengan Prokes, Petasan Jangan! Bawaslu Kalsel Tanggapi Santai Aduan Denny Indrayana ke Pusat Kronologi Lengkap Penemuan Jasad Tak Utuh di Gang Jemaah II Banjarmasin Mudik Dilarang, Terminal Pal 6 Banjarmasin Tutup Rute Antarkabupaten-kota Mudik Ramadan Dilarang, Pertamina Kalimantan Tambah 3 Persen Pasokan Gas

Jelang Hasil Rapat BI, Rupiah Siap-Siap Menguat

- Apahabar.com Rabu, 19 Agustus 2020 - 11:45 WIB

Jelang Hasil Rapat BI, Rupiah Siap-Siap Menguat

Hari ini, pasar juga menunggu hasil rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia. Bila ada stimulus baru untuk membantu memulihkan ekonomi Indonesia dari BI, hal itu dinilai bisa membantu mendorong penguatan untuk rupiah. Foto ilustrasi: Antara

apahabar.com, JAKARTA – Nilai tukar (kurs) rupiah berpotensi menguat jelang pengumuman hasil rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia.

Rabu (19/8) pagi, rupiah dibuka menguat 95 poin atau 0,64 persen menjadi Rp14.750 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.845 per dolar AS.

Dolar AS disebut sedang tidak menarik untuk pasar atau mengalami tekanan belakangan ini karena kondisi pemulihan ekonomi di AS menjadi pertanyaan. Terlebih, kasus Covid-19 masih terus meninggi di negara tersebut.

“Nilai tukar regional terlihat menguat terhadap dolar AS pagi ini. Harusnya rupiah bisa ikut menguat,” ujar Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta.

Tapi di sisi lain, lanjut Ariston, ekspektasi resesi di dalam negeri dan data impor yang turun melebihi ekspektasi memberi tekanan untuk rupiah.

“Data impor yang masih melambat ini menyiratkan masih lemahnya aktifitas ekonomi dalam negeri seperti manufaktur dan konsumsi. Pemulihan ekonomi Indonesia jadi pertanyaan,” kata Ariston.

Hari ini, pasar juga menunggu hasil rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia. Bila ada stimulus baru untuk membantu memulihkan ekonomi Indonesia dari BI, hal itu dinilai bisa membantu mendorong penguatan untuk rupiah.

“Dua sentimen yang berlawanan di atas akan membayangi pergerakan rupiah hari ini. Rupiah bisa dibuka menguat dan berakhir melemah hari ini,” ujarnya.

Ariston memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp14.750 per dolar AS hingga Rp14.950 per dolar AS.

Analis pasar uang Bank Mandiri Rully Arya Wisnubroto mengatakan tekanan terhadap rupiah memang cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir.

Untuk sentimen hari ini yaitu RDG BI, ia memperkirakan bank sentral akan mempertahankan suku bunga acuan di level 4 persen.

“Sepertinya memang permintaan valas hari ini sudah mulai berkurang. Hal ini juga dipengaruhi oleh tren pelemahan dolar AS terhadap beberapa mata uang dunia lainnya,” ujar Rully.

Rully memprediksi rupiah bergerak di kisaran Rp14.765 per dolar AS hingga Rp14.835 per dolar AS.

“Rupiah mungkin masih akan berfluktuasi. Namun kalau dibandingkan kemarin, kemungkinan bisa lebih terapresiasi,” kata Rully.

Adapun Selasa (18/8) lalu, rupiah ditutup melemah 50 poin atau 0,34 persen menjadi Rp14.845 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.795 per dolar AS. (ant)

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Rupiah Selasa Pagi Menguat, Namun Berpotensi Melemah Hari Ini
apahabar.com

Ekbis

Pencopotan Pejabat Bank Kalsel, Ini Analisa Ekonom
apahabar.com

Ekbis

Kalsel Sambut Impor 115 Ribu Ton Bawang Jelang Ramadan
apahabar.com

Ekbis

Indonesia Disarankan Ikuti Jerman Libatkan Industri untuk Produksi Alkes
apahabar.com

Ekbis

WhatsApp Rilis Pusat Informasi Covid-19, Begini Isinya
apahabar.com

Ekbis

Bayar SPP Pakai Gopay dan Ovo Bukan Lagi Lelucon
apahabar.com

Ekbis

Pagi Ini, Harga Emas Melambung Lagi
apahabar.com

Ekbis

Jelang Musprov, Ekonom Tantang Kadin Kalsel Gaet Investor Asing ke Banua!
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com